Bullying

Bullying, perisakan, atau perundungan, merupakan tindakan agresif yang dilakukan secara verbal maupun fisik, yang sifatnya menganggu, merusak, maupun melukai orang lain. Perundungan dapat berbentuk ejekan, cemoohan, ancaman, meminta barang atau uang dengan paksa, maupun kekerasan fisik. 

Korban bullying yang tidak dibantu dapat menderita kondisi depresi, gangguan kecemasan, bahkan mungkin berkeinginan untuk bunuh diri.

Kenali 4 Tipe Anak yang Rentan Jadi Korban Bullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://www.ksla.com/2019/08/16/ksla-cafe-bullying-suicide/?outputType=amp

Tipe anak yang sering menjadi sasaran empuk bullying

Seorang anak yang mengalami bullying atau penindasan sebenarnya bisa kita lihat dari perubahan perilaku pada dirinya. Seperti si kecil yang takut kembali ke sekolah atau tidak mau apabila diajar dengan guru A.

Selain itu, anak mungkin akan sering mengalami mimpi buruk, perubahan perilaku, nafsu makan yang turun, bahkan mungkin mengompol di rumah.

Kenali 4 Tipe Anak yang Rentan Jadi Korban Bullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://m.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170723044635-255-229704/keresahan-dan-harapan-para-ibu-terhadap-bullying-pada-anak

Beberapa anak juga mungkin akan di bully karena memiliki ciri fisik tertentu. Jika si kecil memiliki tanda-tanda di atas, apalagi memiliki ciri yang akan dibahas di bawah ini, maka Moms patut waspada karena bisa saja ia akan mengalami bullying di sekolahnya: 

baca juga

1. Anak pintar

Anak yang menonjol dalam suatu pelajaran atau keahlian tertentu biasanya sering mendapat pujian dari guru ataupun orang di sekitarnya. Saat itulah, pelaku bullying mungkin akan merasa iri dan minder, sehingga melampiaskannya dengan cara mengganggu.

Kenali 4 Tipe Anak yang Rentan Jadi Korban Bullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://www.shutterstock.com/search/bullying+drawing

Cara mengatasinya: Biasanya anak yang pintar terlalu fokus terhadap yang ia sukai, misalnya terlalu sibuk belajar. Dan cenderung menjadi "penyendiri". Untuk itu, sebagai orangtua, Moms bisa lebih mendekatkan diri ke anak dan mengajarkan cara "berteman" dengan teman sebayanya.

2. Anak berkebutuhan khusus

Selanjutnya kemungkinan bullying juga menimpa anak-anak berkebutuhan khusus. Meski tidak semua anak kebutuhan khusus akan mengalami perundungan. Korban bullying di sekolah, biasanya berasal dari anak dengan gangguan spektrum autism, mengidap ADHD, down syndrome, atau gangguan disleksia. 

Pelaku bullying menunjukkan kekejamannya dengan menjadikan mereka bahan olok-olokan, seolah-olah tak punya empati. 

Kenali 4 Tipe Anak yang Rentan Jadi Korban Bullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://m.detik.com/news/abc-australia/d-3406398/pengalaman-gadis-difabel-6-tahun-bersekolah-dengan-kursi-roda

Cara mengatasinya: Tak hanya orangtua saja, namun peran guru juga penting dalam hal ini. Mereka harus memperhatikan anak dengan kondisi-kondisi ini untuk merasa didukung dan punya teman, agar mereka tidak merasa semakin terpuruk karenanya. Dan coba menasihati pelaku bullying bahwa perbuatannya tak pantas dilakukan kembali.

baca juga

3. Anak dengan keunikan fisik dan "berbeda"

Anak yang memiliki ciri fisik unik dan berbeda dari siswa kebanyakan, juga rentan menjadi korban bullying. misalnya bentuk tubuh, warna kulit, hingga rambut dan bagian tubuh lain. 

Anak laki-laki yang sedikit feminin dan perempuan yang tomboy pun bisa menjadi target bullying. Mereka menjadi korban karena kurangnya pemahaman soal perbedaan dan toleransi akan orang-orang dengan kepercayaan, agama, budaya dan karakter yang berbeda dari sekitarnya. Terutama bagi anak yang hidup di lingkungan mayoritas satu suku atau agama.

Kenali 4 Tipe Anak yang Rentan Jadi Korban Bullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://www.k12insight.com/trusted/want-to-beat-a-bully-start-with-teamwork/

Cara mengatasinya: Sebagai orang tua, kita perlu menanamkan pemahaman bahwa bullying yang terjadi pada si kecil bukan karena kesalahannya. Suntikkan semangat dan rasa percaya diri bahwa berbeda bukan berarti salah. 

4. Anak penyendiri

Target terakhir dari pelaku bullying adalah anak dengan kepribadian tertutup, introvert, mudah cemas dan menarik diri dari pergaulan. Para peneliti percaya, anak dengan self-esteem rendah merupakan sasaran empuk para pembully karena mereka mudah dimanipulasi dan berusaha menyenangkan orang lain agar diterima lingkungan sosialnya. 

Akibatnya, korban akan menjadi sasaran untuk di-bully, dikucilkan dari acara-acara sekolah, dan menjadi sering menghabiskan waktu sendirian.

Kenali 4 Tipe Anak yang Rentan Jadi Korban Bullying, Bagaimana Cara Mengatasinya?
source: https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4506148/ciri-anak-yang-rentan-jadi-korban-bully-dan-cara-mencegahnya

Cara mengatasinya: Ketika si anak 'penyendiri' ataupun pendiam ini mengalami tindakan bullying, Moms bisa meberitahu ia untuk 'membalas' perlakuan pelaku pembullyan tersebut. Namun tentunya tidak dengan cara kekerasan, melainkan menunjukkan dengan prestasi yang mampu ia raih terhadap suatu bidang atau keahlian yang ia sukai.

Bullying di lingkungan sekolah adalah hal yang nyata dan bisa terjadi pada siapa saja. Kebiasaan ini seharusnya bisa dihentikan. Saat merasa anak mengalami perundungan di sekolah, cobalah untuk menyampaikan ekspresi peduli, minta ia bercerita, bantu agar anak bisa keluar dari kondisi tersebut, dan katakan kepadanya bahwa ia tidak sendirian.

Penting juga bagi Moms selaku orangtua dan pendidik untuk menyadari dan segera bertindak jika terindikasi ada kasus bullying di sekitar.