Seperti dilansir NewsDetik, diberitakan sebelumnya seorang anak perempuan berumur 9 tahun dipaksa mengemis oleh Ibunya sendiri. Perempuan berinisial SA ini dipaksa mengemis untuk membayarkan uang arisan ibunya. 

Kasus eksploitasi anak oleh orangtuanya sendiri terungkap setelah adanya video viral yang memperlihatkan SA dipaksa untuk mengemis di bawah terowongan mall Panakkukang. Pada video itu, SA terlihat dipukul oleh ibunya yang bernama Samina (42).

Karena sebagian uang telah dibelanjakan anaknya, Samina langsung naik pitam dan memukul bagian kepala korban dengan keras.

Miris! Anak 9 Tahun Ini Dipukul dan Dipaksa Ibunya Ngemis Untuk Bayar Arisan
source: https://news.detik.com/

Akibat kejadian langsung menjadi viral ini, Polsek Panakukang bekerjasama dengan Tim P2TP2A dan PPA melakukan pencarian.

Korban dan ibunya kemudian didapati tengah berada di rumah kontrakannya dan langsung dipisahkan. Ibunya, Samina dibawa ke Polsek Panakukang dan R dibawa ke safe house P2TP2A untuk mendapatkan perlindungan.

Mendapatkan Trauma Healing

Namun kini, bocah tersebut tengah menjalani trauma healing di Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Makassar. Seperti dilansir NewsDetik, Ketua P2TP2A Makassar Andi Tenri Palallo yang ditemui Detikcom, Rabu (4/12/2019), mengatakan kondisi SA saat ini dalam proses pendampingan psikolog anak, untuk memulihkan sensitivitasnya seperti anak seusianya. Bocah SA diduga mengalami penurunan tingkat kepekaan akibat penganiayaan yang dialaminya.

Mendapatkan Trauma Healing
source: https://news.detik.com/
"Kondisi SA saat ini sensitivitasnya tersisa 25 persen, responnya menerima perhatian orang lain masih sangat kurang, jadi kami lakukan assesment psikolog anak, untuk memulihkan kondisi psikis-nya akibat tindakan kekerasan dari orangtuanya," ujar Tenri.
source: https://news.detik.com/

Tenri yang juga Kepala Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Makassar ini menduga, aksi kekerasan yang dialami SA sudah berjalan lama, sehingga bocah SA merasakan aksi kekerasan ibunya, berinisial M (36), sebagai hal yang wajar.

Menurut pengakuan SA, lanjut Tenri, SA dipaksa ibunya mengemis dengan target membawa pulang minimal Rp 50 ribu untuk membayar cicilan motor dan arisan. SA disiksa ibunya, karena uang hasil ngemisnya dipakai beli makan. SA diketahui tinggal di kawasan pemukiman kumuh Panakukang bersama ayahnya yang bekerja sebagai pemulung dan empat saudaranya.

baca juga

Selain pemulihan trauma, bocah SA juga telah diperiksa kondisi kesehatannya di unit Homecare Pemkot Makassar. Selama di kantor P2TP2A, SA juga diajari cara membersihkan diri, seperti mandi dan sikat gigi.

Mendapatkan Trauma Healing
source: https://news.detik.com/
"Kondisi SA sempat mengalami demam, setelah itu kami periksakan di layanan Homecare, kondisinya sudah membaik," tambah Tenri.
source: https://news.detik.com/

Selain itu, Tenri juga mendukung sepenuhnya langkah Polsek Panakukang mentersangkakan ibu SA, dengan menggunakan UU Perlindungan Anak. Hal tersebut untuk membuat jera para orang tua yang mengeksploitasi dan melakukan tindakan kekerasan pada anaknya.