Sejenis obat untuk asam lambung kerap disalahgunakan untuk aborsi. Meski termasuk obat keras dan punya efek samping yang tidak bisa diremehkan, obat ini ternyata banyak dijual di lapak online.

Obat dengan bahan aktif misoprostol tersebut berfungsi untuk menurunkan produksi asam lambung berlebih. Obat ini juga memiliki sifat antisekresi dan proteksi terhadap lambung, serta dapat mencegah tukak lambung atau duodenum (usus dua belas jari).

Banyak Dijual di Toko Online, Ini Bahaya Obat Aborsi Tanpa Pengawasan Dokter!
source: https://health.detik.com/

Seperti dilansir HealthDetik, menurut dr Desiawaty Poespitasari, SpPD, dokter spesialis penyakit dalam sekaligus Kepala Dokter Rumah Sakit Majalaya, Bandung, Jawa Barat, mengatakan sebenarnya obat yang dijual adalah obat lambung, namun memiliki efek kontraksi uterus (rahim).

"Sebetulnya obat lambung tapi salah satu efeknya kontraksi uterus (rahim) jadi sering disalahgunakan untuk aborsi," ujar dr Desiawaty Poespitasari.

Menurut dr Desi, obat ini hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter karena termasuk dalam golongan obat keras. Namun pada kenyataannya, obat mudah didapat bahkan melalui toko online.

"Di online BPOM-nya tidak kerja untuk pengawasan obat dengan baik," imbuhnya.

Banyak Dijual di Toko Online, Ini Bahaya Obat Aborsi Tanpa Pengawasan Dokter!
source: https://health.detik.com/

Jika penggunaan obat ini tanpa resep dokter, pada wanita hamil efeknya dapat mengalami keguguran dan perdarahan. Jika perdarahan berlebihan terjadi, bisa mengakibatkan syok, rahim rusak hingga tidak dapat mempunyai keturunan lagi (mandul). Kontraksi rahim sangat nyeri sehingga jika tidak ada pengawasan medis dapat menyebabkan kematian.

baca juga

Bahaya Obat Aborsi Tanpa Resep Dokter

Beredarnya obat aborsi secara online ini tentu mengkawatirkan ya, Moms. Bukan hanya memicu meningkatkan kasus aborsi ilegal, tapi juga bisa meningkatkan jumlah wanita yang meninggal akibat aborsi. Untuk itu ketahui dengan jelas apa bahaya obat aborsi yang dikonsumsi tanpa pengawasan dokter.

Seperti dilansir HelloSehat, obat aborsi yang dijual gelap (tanpa resep dokter) sesungguhnya bukanlah obat yang diracik khusus untuk menggugurkan kandungan. Seperti yang dijelaskan tadi, obat seperti misoprostol diproduksi untuk mengobati tukak lambung (maag). Namun, diketahui bahwa obat ini bisa memicu kontraksi dan meluruhkan dinding rahim. Efek tersebut dapat mengakibatkan gugurnya janin dalam kandungan. Aborsi dengan obat misoprostol (misalnya merek Cytotec dan Noprostol) biasanya digunakan saat usia kehamilan di bawah 12 minggu.

Bahaya Obat Aborsi Tanpa Resep Dokter

Hanya dokter dan tenaga kesehatan yang bisa menentukan apakah obat-obatan tersebut aman dikonsumsi bagi seseorang. Dokter jugalah yang punya pertimbangan seberapa dosis yang harus digunakan, aturan pemakaian, serta obat-obatan lain yang harus Moms konsumsi untuk meredakan gejala yang muncul akibat gugurnya janin. Maka, jika digunakan tanpa anjuran dan pengawasan dokter, risiko munculnya efek samping yang berbahaya akan semakin besar.

Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2008, sebanyak 5 juta jiwa di seluruh dunia harus mencari perawatan darurat setelah menggugurkan kandungannya di rumah dengan obat. Keluhan yang paling banyak ditemukan adalah demam tinggi dan perdarahan hebat. Perdarahan yang terjadi umumnya disertai dengan gumpalan dan jaringan dari rahim.

Efek samping lainnya adalah mual, muntah, kram perut, diare, sembelit, sakit kepala, atau perut terasa begah. Sementara itu, overdosis obat aborsi biasanya ditunjukkan dengan gejala kejang, pusing, tekanan darah rendah, tremor, denyut jantung melambat, dan sulit bernapas.

Bahaya Obat Aborsi Tanpa Resep Dokter

obat aborsi tanpa pengawasan dokter atau petugas medis bisa menyebabkan kematian. Kasus kematian karena obat aborsi biasanya diakibatkan oleh perdarahan hebat yang tidak segera ditangani. Pada kasus lain yang tercatat dalam jurnal Obstetrics and Gynecology, overdosis obat aborsi juga bisa berisiko kematian. Pasalnya, overdosis mungkin memicu gagal jantung.

Selain itu, Moms mungkin memiliki reaksi alergi serius (syok anafilaktik) terhadap kandungan tertentu dalam obat yang dikonsumsi tanpa pengawasan dokter. Syok anafilaktik bisa menyebabkan hilang kesadaran hingga kematian.

Duh Moms, cukup mengerikan ya akibat mengonsumsi obat aborsi tanpa pengawasan dokter? Jangan sampai Moms melakukan hal itu, ya. Perlu Moms ingat, tindakan hanya boleh dilakukan atas pertimbangan medis. Diluar pertimbangan medis, sebaiknya Moms membuang jauh-jauh pikiran untuk membeli obat aborsi secara online. Karena hal tersebut hanya akan membahayakan diri Mommies.