Menjadi orangtua di era digital memiliki kemudahan dan tantangannya tersendiri dalam mengasuh dan mendidik anak. Pasalnya, mereka mungkin dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang kehidupan remaja masa kini. Tetapi akses digital yang dimiliki anak juga dapat membuat orangtua kewalahan dalam memikirkan bahaya dan risiko-risiko yang mengintai tumbuh kembang anak. 

Khawatir Pergaulan Negatif Remaja, Perlukah Orang Tua Memata-matai Anaknya?
source: https://ichef.bbci.co.uk

Tidak jarang anak-anak akan menghindari orangtuanya agar terlepas dari pantauan dengan memblokir akses akun orangtua mereka untuk media sosial yang mereka miliki. Namun, orangtua masa kini tentu tidak kehabisan akal. Mereka akan membuat akun palsu untuk memata-matai remaja mereka. Dengan begitu, mereka akan dapat mengetahui secara pasti apakah anak-anak remaja mereka benar-benar dalam lingkungan sosial yang tepat.

Perlu dipahami, penggunaan media sosial pada anak remaja memang dapat menjadi pertanda bagaimana masalah sosial dan personal yang sedang ia alami. Pasalnya, dilansir dari Parents, remaja usia 12-15 yang menggunakan media sosial selama lebih dari tiga jam per hari berisiko lebih tinggi untuk alami kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan agresi.

Khawatir Pergaulan Negatif Remaja, Perlukah Orang Tua Memata-matai Anaknya?
source: http://sharingknowledge.world.edu/

Selain itu, aktivitas remaja di media sosial juga dapat mempengaruhi prospek pendidikan mereka, khususnya untuk urusan perguruan tinggi dan pekerjaan di masa depan. Diketahui bahwa 45 persen remaja mengaku bahwa mereka menghabiskan banyak waktu mereka untuk online di media sosial. Itulah sebabnya mengapa banyak orangtua penasaran untuk memberikan pemantauan yang intensif pada anak-anak mereka.  

baca juga

Namun, apakah memata-matai anak adalah hal yang baik dilakukan?

Pertanyaan ini tentu muncul dibenak Mommy sebagai orangtua. Kita tahu bahwa memata-matai membawa konotasi negatif. Memata-matai seseorang itu artinya kita telah merusak privasi anak sebagai seorang individu. Hal ini tentu berbeda dengan memantau. 

Khawatir Pergaulan Negatif Remaja, Perlukah Orang Tua Memata-matai Anaknya?
source: https://digit.fyi/

Memantau aktivitas online anak merupakan tindakan memeriksa dalam periode waktu tertentu untuk penggunaan media sosial. Tentu ini berbeda dengan memata-matai di mana Mommy akan secara penuh memperhatikan gerak-gerik anak selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu.

Memantau juga dilakukan dengan kesepakatan antara orangtua dan anak. Dengan begitu anak akan paham mengapa mereka masih membutuhkan arahan dari orangtua untuk penggunaan media sosial. Ini tentu jauh berbeda dengan memata-matai yang biasanya dilakukan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan anak.

Dengan kata lain, sebagai orangtua tentu kita harus sadar mengenai batasan kita dalam mengatur dan mengetahui segala hal tentang anak. Sadari bahwa di masa remaja anak-anak sudah tidak lagi membutuhkan pengawasan 24 jam. Berikan kepercayaan pada mereka sambil secara penuh membangun pola komunikasi yang baik. Buatlah mereka nyaman saat mengetahui bahwa orangtua mereka menghargai privasi mereka. Di sisi lain, komunikasikan pula bahwa Mommy juga menginginkan keterbukaan. 

Khawatir Pergaulan Negatif Remaja, Perlukah Orang Tua Memata-matai Anaknya?
source: https://www.nytimes.com/

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mommy yang sedang memikirkan pengawasan yang tepat untuk buah hatimu yang sudah beranjak remaja. Tentu yang mereka butuhkan di masa remaja ini jauh berbeda dengan apa yang mereka butuhkan saat balita dulu.