Kita semua tahu bahwa semua manusia, termasuk Beyonce memiliki jumlah waktu yang sama dalam satu hari. Namun, pekerjaannya menjadi seorang selebriti dunia membuatnya harus bisa bekerja jauh lebih keras dari orang-orang pada umumnya. 

Demi Kesehatan Mentalnya, Beyonce Putuskan Hiatus Satu Tahun
source: https://www.washingtonpost.com/

Banyak orang juga berkata bahwa untuk bisa menjadi bos, kita memang harus bekerja keras dan mengoptimalkan segala daya dan upaya. Namun, Beyonce sadar bahwa kesehatan mental tetaplah yang utama untuk dapat menikmati hasil yang sudah kita perjuangkan mati-matian sebelumnya.

Dilansir dari Xonecole, Beyonce mengungkapkan keinginannya untuk benar-benar memiliki keseimbangan dalam kehidupan dan pekerjaannya. Ia berkata, "saya pikir hal yang paling membuat saya stres adalah menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan. Memastikan saya hadir untuk anak-anak saya, mengantar Blue ke sekolah, membawa Rumi dan Sir ke kegiatan mereka, meluangkan waktu untuk makan malam dengan suami saya, dan berada di rumah pada waktunya untuk makan malam bersama keluarga saya, sambil menjalankan perusahaan."

Demi Kesehatan Mentalnya, Beyonce Putuskan Hiatus Satu Tahun
source: https://www.oprahmag.com/

Namun, menjalani pekerjaan seperti itu tentu membuatnya sangat stres dan tertekan. Ia sadar bahwa ini bukanlah soal bagaimana dirinya dapat benar-benar bekerja untuk banyak hal. Tapi bagaimana ia bisa mengoptimalkan kehidupannya untuk membuat dirinya sendiri bahagia dan puas.

baca juga

Beyonce mengungkap bahwa ia belum lama ini membentuk perspektif yang baru setelah ia mengalami kehamilan yang berat pada kandungan anak kembarnya hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil jeda selama setahun dari industri agar dapat fokus pada pikiran dan kesehatan mentalnya.

Demi Kesehatan Mentalnya, Beyonce Putuskan Hiatus Satu Tahun
source: https://www.oprahmag.com/

Menurut Beyonce, setelah menjalani jeda istirahat selama 1 tahun, kini ia dapat 100% fokus menjalani kehidupan terbaiknya. Ia dapat lebih banyak meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, seperti dengan berolahraga, meditasi, dan segalanya. Dengan begitu, ia dapat lebih memahami nilai untuk dirinya sendiri.

Semoga ini dapat menjadi pelajaran bagi kita para wanita untuk bisa fokus dan memperhatikan diri sendiri. Kita boleh memiliki banyak tanggung jawab dan peran, tetapi jangan sampai kita melupakan kondisi fisik dan mental kita sendiri. Jangan sampai kita terlalu banyak mengejar ambisi dan melupakan kebahagiaan dan nilai diri.