1. Perubahan hormon

Tak hanya ibu hamil, bayi juga bisa mengalami perubahan hormon yang dapat menyebabkan kerontokan rambut. Untuk mengatasinya moms bisa memeriksakan ke dokter anak, agar mendapatkan solusi dari dokter. Selain itu pemberian nutrisi dan makanan yang kaya akan vitamin juga berpengaruh terhadap kesehatan rambut Si kecil. 
 

source: https://mom.me

2. Trikotilomania

Mungkin moms sering memerhatikan bayi yang suka sekali menarik-narik rambutnya hingga menyebabkan kerontokan. Nah, kondisi ini dinamakan trikotilomania, dimana ini merupakan suatu tindakan kompulsif akibat emosional bayi maupun stres fisik pada bayi. Cara mengatasinya adalah dengan mengalihkan perhatiannya dengan memberikan si kecil mainan atau camilan yang membuat ia lupa dan tidak menarik-narik rambutnya. 
 

source: http://nakita.grid.id
baca juga

3. Posisi tidur 

Rambut rontok pada bayi juga bisa disebabkan oleh posisi yang tidak tepat, seperti terlentang terus menerus. Nah, biasanya kerontokan rambut akan terjadi di bagian belakang, sehingga rambut akan terlihat setengah botak di bagian belakanga kepala. Jika bayi tidur dalam posisi terlentang terus menerus, moms bisa membalikkan posisinya tidurnya ke arah miring atau tengkurap. 

source: http://babyology.com.au

4. Kurang Nutrisi


Betapa pentingnya memerhatikan asupan nutrisi pada bayi tak hanya untuk kesehatan dalam tubuh, namun juga berpengaruh terhadap kesehatan rambut. Rambut rontok padaya bayi juga bisa disebabkan, si kecil kekurangan nutrisi dan vitamin yang cukup. Sebaiknya moms banyak memberikan si kecil asupan sayuran super seperti brokoli, bayam dan membuat MPASI dari buah-buahan yang banyak mengandung antioksidan. 

source: https://id.pinterest.com/
baca juga

5. Tinea capitis 

kurap dari kulit kepala atau disebut dengan tinea capitis merupakan suatun kondisi dimana kulit kepala bayi terdapat infeksi jamur. Nah, jamur ini akan menyebabkan gatal, kulit kepala bersisk, merah-merah, dan menyebabkan rambut rontok pada bayi. Untuk mengatasai masalah ini, moms wajib memeriksakan kesehatan kepala anak ke dokter spesialis kulit anak agar diberi penanganan yang tepat. 

source: https://Livestrong.com