Melansir dari CNN, jamur yang disebut-sebut mampu mengatasi depresi adalah jamur psychedelic. Jamur ini memiliki kandungan zat aktif bernama psilocybin. Dalam studi baru di Inggris ditemukan bahwa zat ini dapat bermanfaat untuk mengobati depresi. Ini tentu menjadi harapan baru setelah melalui sulitnya menemukan obat untuk mengatasi masalah gangguan depresi jutaan pasien di seluruh dunia.

Wah, Ternyata Ini Jamur Ajaib yang Disebut Bisa Atasi Depresi!
source: https://gizmodo.com/

Penelitian yang dilakukan oleh King's College London yang bekerja sama dengan perusahaan perawatan kesehatan jiwa, Compass Pathways, mencoba memberikan psilocybin kepada 89 sukarelawan dewasa yang berada dalam kondisi sehat. Penelitian ini dijalankan untuk membandingkan efek dari 10mg dan 25mg dosis psilocybin dan plasebo.

Hasilnya, pemberian obat ini tidak memberikan "efek samping serius" dan "efek negatif,” khususnya efek pada fungsi kognitif dan emosional di antara para sukarelawan yang menggunakan psilocybin. Sebaliknya, para relawan mengalami "perubahan persepsi sensorik dan perubahan suasana hati positif.” Dengan kata lain, obat ini menunjukkan reaksi yang sama dengan reaksi khas dari obat-obatan psikedelik.

Wah, Ternyata Ini Jamur Ajaib yang Disebut Bisa Atasi Depresi!
source: https://www.pinterest.com.mx/

Berdasarkan hasil ini, para peneliti cukup yakin bahwa jamur ajaib ini dapat secara klinis mendukung pengembangan lebih lanjut psilocybin sebagai pengobatan untuk pasien dengan masalah kesehatan mental. Mereka kemudian juga melakukan pengujian lanjut yang melibatkan lebih dari 200 pasien dengan depresi dari seluruh Eropa dan Amerika Utara.

baca juga

Diketahui bedasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia, lebih dari 264 juta orang di seluruh dunia terkena depresi. Perawatan farmasi yang paling umum adalah dengan pemberian antidepresan seperti Prozac untuk meningkatkan kadar serotonin di otak yang mampu meningkatkan suasana hati.

Wah, Ternyata Ini Jamur Ajaib yang Disebut Bisa Atasi Depresi!
source: https://www.theguardian.com/

Sayangnya, jenis antidepresan ini tidak bekerja baik pada semua orang dan biasanya akan diresepkan sebagai pengobatan jangka panjang untuk mempertahankan efektivitas.

Sebaliknya, obat-obatan psikedelik dapat dengan cepat mengubah fungsi otak kita. Itulah sebabnya obat ini dapat berpotensi mengobati pasien hanya dalam beberapa dosis saat dikombinasikan dengan pelaksanaan terapi. Meskipun penelitian ini masih dalam tahap awal, perawatan semacam itu dapat menargetkan berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk kecemasan, kecanduan, dan gangguan obsesif kompulsif (OCD).