Seperti dilansir Haibunda, Tantri mengatakan bahwa ketika awal terdeteksi virus tersebut, dirinya langsung menemui dokter. Sehingga sebelum hamil, virus tokso plasma sudah hilang dalam tubuhnya.

"Tokso alhamdulillah gone, jadi sebenarnya dari awal sudah terdeteksi si virus itu waktu konfirmasi ke dokternya. Jadi virus itu sudah ada dari sebelum hamil, insya Allah enggak mengganggu," kata Tantri saat ditemui usai acara Grand Launching Mooimom, di bilangan Kuningan, Senin (16/12/2019).

Alasan Tantri 'Kotak' Tak Minum Obat Saat Hamil Usai Terkena Toksoplasma
source: https://www.instagram.com/tantrisyalindri/

Setelah dicek pada usia tiga bulan, menurut Tantri fixed memang sudah tidak ada virus toksoplasma tersebut. Tantri mengaku, ia terkadang jorok dari segi makan.

"Suka makan lalapan tapi kita kan enggak tahu ya. Di tempat restoran itu sudah dicuci atau belum atau daging mentah itu," ujarnya.

Sekarang Tantri lebih picky memilih makanan. Apalagi saat hamil diatur lagi makannya, Bunda. Ia mengusahakan makan yang ada di rumah. Saat ditanya apakah penyebabnya berkaitan dengan kucing? Tantri malah menegaskan bahwa tokso yang ia dapat tak ada hubungannya dengan kucing.

"Kucing cuma berapa persen, tapi jangan menyalahkan kucing. Nah, kalau kucing yang tak dimandikan (mungkin bisa), tapi jangan salahkan kucingnya, salahkan yang punya," tutur istri dari Arda Naff ini.

Tantri mengungkap dirinya sempat takut karena virus toksoplasma bisa sebabkan kecacatan janin. Ia membaca di beberapa artikel yang ditemukan di Google, janin bisa kena hydrocephalus (kepala membengkak).

Alasan Tantri 'Kotak' Tak Minum Obat Saat Hamil Usai Terkena Toksoplasma
source: https://www.instagram.com/tantrisyalindri/
"Mumpung masih muda usia janinnya jadi ke Singapura, ke ahli virus," lanjutnya.
source: https://www.instagram.com/tantrisyalindri/

Untuk terapinya, Tantri malah tak melakukan apa-apa. Ia malah diminta dokter yang di Singapura tak perlu minum obat.

baca juga

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Toksoplasma

Jika tadi menurut Tantri, toksoplasma yang dideritanya sama sekali tidak berhubungan dengan kucing. Lalu sebenarnya apa saja sih penyebab seseorang bisa terjangkit virus Toksoplasma? Seperti dilansir Alodokter, berikut ini penjelasannya.

Penyebab Toksoplasma

Toxoplasma gondii merupakan organisme parasit sel tunggal (protozoa) yang dapat menyebarkan infeksi pada hewan dan manusia. Meski parasit ini dapat tumbuh dalam jaringan banyak hewan, namun lebih banyak terdapat dalam tubuh kucing. Parasit ini bertelur dalam lapisan usus kucing, dan bisa keluar bersama kotoran hewan tersebut.

Penyebaran infeksi T. gondii pada manusia terjadi dengan cara:

  • erpapar kotoran kucing yang mengandung parasit T.gondii.
  • Mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi parasit T. gondii, termasuk daging mentah yang mengandung parasit ini.
  • Melalui plasenta ibu hamil, yang menyebarkan infeksi pada janin.
  • Melalui transfusi darah atau transplantasi organ dari donor yang terinfeksi parasit ini.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko toksoplasmosis menjadi gangguan kesehatan serius, yaitu:

  • Hamil.
  • Mengonsumsi obat kortikosteroid atau imunosupresif jangka panjang.
  • Menderita HIV/AIDS.
  • Sedang menjalani kemoterapi.
Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Toksoplasma

Gejala Toksoplasma
Saat virus toksoplasma menyerang orang yang sehat, gejala bisa saja tidak muncul dan penderita dapat pulih sepenuhnya. Namun pada kasus lainnya, gejala dapat muncul beberapa minggu atau  Gejala yang dirasakan biasanya ringan dan serupa dengan gejala flu, yaitu demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening. Gejala tersebut dapat membaik dalam waktu 6 minggu.

Namun, Infeksi virus toksoplasma pada bayi dan anak-anak umumnya ditularkan dari ibu selama masa kehamilan. Gejala lebih serius dapat dialami janin yang terinfeksi parasit ini pada trimester awal kehamilan, berupa kelahiran prematur, keguguran, atau kematian janin dalam kandungan. Sedangkan bayi yang lahir dengan kondisi terinfeksi virus tokso (toksoplasmosis kongenital) akan menunjukkan gejala, seperti:

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Toksoplasma
  • kulit berwarna kekuningan.
  • Peradangan korion (chrorionitis) atau infeksi di bagian belakang bola mata dan retina.
  • Pembesaran organ hati dan limpa.
  • Ruam kulit atau kulit mudah memar.
  • Kejang.
  • Penumpukan cairan otak di kepala, sehingga kepala menjadi besar (hidrosefalus).
  • Kepala tampak lebih kecil (mikrosefalus).
  • Gangguan intelektual atau retardasi mental.
  • Kehilangan pendengaran.
  • Anemia.

Gejala-gejala tersebut dapat muncul saat bayi lahir, atau baru terlihat beberapa bulan atau beberapa tahun kemudian.

Sedangkan pada penderita gangguan kekebalan tubuh, gejala infeksi toksoplasmosis ditandai dengan:

  • Sulit bicara, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, pusing, tampak bingung, kejang, hingga koma, jika toksoplasmosis menyerang otak.
  • Ruam, demam, menggigil, lemas, dan sesak napas, jika toksoplasmosis menyebar ke seluruh tubuh.
baca juga

Pengobatan Toksoplasma
Penangan medis berupa pemberian obat dibutuhkan untuk mengobati penderita toksoplasmosis akut. Obat yang dapat diresepkan dokter untuk kasus ini, antara lain adalah pyrimethamine dan sulfadiazine. Sedangkan pada penderita toksoplasmosis dengan infeksi mata, dapat ditambahkan obat kortikosteroid untuk meredakan peradangan.

Sementara untuk ibu hamil yang terinfeksi toksoplasmosis, penanganan ditentukan berdasarkan saat terjadinya infeksi dan pengaruhnya pada janin. Jika janin belum terkena infeksi atau infeksi terjadi sebelum minggu ke-16 kehamilan, maka dokter akan memberikan antibiotik spiramycin.

Obat ini biasa digunakan pada trimester awal kehamilan untuk mengurangi risiko gangguan saraf pada janin. Jika janin sudah tertular toksoplasmosis setelah minggu ke-16 kehamilan, maka dokter akan meresepkan pyrimethamine dan sulfadiazine.

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Toksoplasma

Pada bayi yang lahir terinfeksi toksoplasma, perlu diberikan obat-obatan tersebut selama 1 tahun setelah kelahiran, dan kondisi kesehatan bayi harus terus dipantau selama mengonsumsi obat tersebut.

Untuk menangani toksoplasmosis pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh (imunitas) rendah, dokter dapat memberikan obat, seperti pyrimethamine dengan clindamycin. Konsumsi obat ini memerlukan waktu 6 minggu atau lebih lama. Saat toksoplasmosis terjadi kembali pada pasien dengan sistem imunitas lemah, maka pemberian obat dapat diteruskan hingga imunitas tubuh membaik.

Nah jika Moms merasakan beberapa gejala di atas, sebaiknya Moms segera periksakan ke dokter seperti Tantri 'Kotak' agar lebih cepat mendapatkan penanganan.