Lewat halaman Instagramnya, @jouska_id membagikan beberapa biaya sekolah TK bergengsi di Jakarta.

"Selamat datang di Jakarta. Silakan pilih sekolah kesayangan buat anak Ayah & Bunda..", tulis @jouska_id dalam postingan tersebut.

Dalam caption tersebut tersirat bahwa biaya sekolah TK bergengsi di Jakarta berbeda dengan di daerah lainnya di Indonesia dan terkesan harga di Jakarta cukup mahal dan sulit dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Disampaikan juga pada foto yang di upload, nama-nama TK yang terbilang bergengsi di kota Jakarta lengkap dengan biaya masuk dan bulanannya.

Seharga Motor, Ini Daftar Biaya Masuk TK di Jakarta yang Selangit!
source: https://www.careerbreak.com/

Jouska Indonesia sendiri merupakan perusahaan konsultan keuangan independen yang bekerja membimbing, mengamati, mengevaluasi keuangan klien sampai terdapat perubahan kondisi keuangan kliennya. Akun Instagramnya aktif membahas mengenai finansial dan beberapa tips dan trik menghadapi pengaturan keuangan pribadi.

Dalam foto yang diposting beberapa waktu lalu, @jouska_id menggambarkan biaya masuk sekolah TK yang mencapai puluhan juta rupiah. Hampir seharga motor ya Moms! Jika si kecil sudah mulai memasuki usia TK dan direncanakan akan sekolah di TK bergengsi di Jakarta, Mommy dan Daddy harus menyiapkan segala keperluannya, yang paling utama yaitu dari segi finansial.

Berikut ini data harga TK di Jakarta yang dihimpun oleh Jouska Indonesia yang di upload pada laman Instagram @jouska_id beberapa waktu lalu:

Seharga Motor, Ini Daftar Biaya Masuk TK di Jakarta yang Selangit!
baca juga
Seharga Motor, Ini Daftar Biaya Masuk TK di Jakarta yang Selangit!
Seharga Motor, Ini Daftar Biaya Masuk TK di Jakarta yang Selangit!
baca juga

Dikutip dari Haibunda, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan meningkat sekitar 10% per tahunnya. Hal tersebut dapat dikatakan sebagai hambatan utama untuk masyarakat menengah ke bawah yang ingin melanjutkan jenjang pendidikannya. Berdasarkan data, hanya sekitar 2% masyarakat menengah kebawah melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sedangkan yang berpenghasilan tinggi mencapai 50%.