1. Viral bawang merah dapat menyembuhkan bisa ular kobra

Teror ular kobra memang sedang menjadi trending topik yang dibicarakan masyarakat Indonesia belakangan ini, menyusul ditemukannya beberapa anak ular di berbagai daerah.

Terkait hal tersebut, beredar pesan mengenai pengalaman pribadi seseorang mengatasi gigitan ular berbisa di aplikasi WhatsApp. Dalam pesan berjudul “Mengatasi gigitan ular berbisa berdasarkan Pengalaman pribadi Mas Daiman” itu disebutkan bahwa untuk mengatasi gigitan ular berbisa cukup dengan bawang merah. Seperti ini kutipan pesan tersebut seperti dilansir dari DetikHealth.

Benarkah Bawang Merah Bisa Menangkal Racun Ular Kobra? Ini Faktanya!
source: https://www.walmart.ca/en/ip/onion-red/6000196006670

Caranya: apabila tergigit ular berbisa anda secepatnya lari kerumah yg terdekat, minta bawang merah, gak usah di kupas langsung dikunyah sampai lembut, terus tempelkan pada bagian yg tergigit. Insya Allah sembuh seketika. Ini penangkal oleh2 dari orang Dayak Kalteng. dia terkena bisanya cobra sampai sudah bengkak, begitu aku tanya, katanya terkena gigit ular kobra. Ambil bawang terus dikunyah lembut dan balurkan ke bagian yg luka. Alhasil 5 menit kemudian langsung kempes. Semoga bisa membantu tuk semua orang. Trimakasih.

2. Faktanya: Bawang merah tidak bisa menyembuhkan bisa ular kobra

Menanggapi hal tersebut dokter umum Amalia Usmaianti mengaku baru mendengar bawang merah bisa dipakai jadi penawar bisa. Wanita yang akrab disapa dr Lia ini sebelumnya dua tahun mengabdi di daerah Boven Digoel, Papua, berkutat dengan berbagai jenis ular.

Benarkah Bawang Merah Bisa Menangkal Racun Ular Kobra? Ini Faktanya!
source: https://m.detik.com/health/berita-detikhealth/d-4827320/viral-bawang-merah-bisa-tangkal-racun-ular-kobra-ini-faktanya

"Saya sempat baca juga nih. Senyum-senyum juga tapi ya saya baru pertama ini dengar bawang merah sebagai antibisa ular. Kebetulan saya pernah juga diskusi sama dokter di Papua mengenai penanganan gigitan ular karena daerah kita banyak ular berbisa," kata dr Lia dikutip dari detikcom.

"Jangan sampe percaya hoax jiwa melayang," lanjutnya.

baca juga

3. Pertolongan pertama jika diggit ular kobra

Pakar gigitan ular berbisa dr Tri Maharani sebelumnya pernah menjelaskan bila seseorang digigit ular adalah harus tenang dan beristirahatlah, setelah itu harus memasang bidai untuk mengurangi pergerakan bagian yang digigit ular.

Sementara ketika tergigit ular berbisa jangan lakukan beberapa hal, yakni: jangan bawa ke dukun, jangan dihisap atau disedot, jangan ditoreh atau dikeluarkan darahnya, jangan dipijat, jangan diikat dan jangan menggunakan obat herbal.

“Jika ada penderita gigitan ular di tangan baik itu di ujung jari, di bagian lengan, atau di bagian lengan atas, kita harus melakukan sebuah pertolongan, karena menurut penelitian pada tahun 1979 gigitan ular bersifat limfogi yang membuat orang yang digigit ular itu untuk tidak bergerak atau imobilisasi,” tutur dr Tri.

Benarkah Bawang Merah Bisa Menangkal Racun Ular Kobra? Ini Faktanya!

Dokter Tri menjelaskan kembali bahwa untuk membuat bagian yang digigit ular berbisa tidak bergerak, bisa menggunakan kayu, bambu atau kardus, atau sesuatu bersifat rigit untuk membuat tangan dari penderita tidak bergerak.

“Pertama kita bisa gunakan mitela atau kain ataupun tali yang kuat untuk membuat ikatan bukan dilokasi gigitan tapi di atas imobilisasi yaitu kayu, bambu atau apapun yang bersifat rigit,” tambah dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya tersebut.

4. Segera hubungi pelayan kesehatan

Dokter Tri lanjut menjelaskan, jika pertolongan pertama sudah dilakukan, jangan ragu lagi melakukan panggilan telepon 119, yakni layanan Kementerian Kesehatan RI yang berlaku secara nasional. Bisa juga, pihak korban menelepon ke 112, nomor darurat yang disediakan Kementerian Komunikasi dan Informatika. 

Imobilisasi bisa dilakukan secepat-cepatnya ketika orang digigit ular itu sampai kira-kira 24-48 jam, jika tidak ada tanda-tanda menuju ke arah sistemik dengan pembengkakan yang meningkat, pendarahan spontan atau gejala atau tanda sistemik lainnya.

Untuk melihat gejala pembengkakan, kata dr Tri, perlu dilakukan rapid proximal progression test, yaitu dengan menggunakan plester untuk melihat perkembangan secara progresif. Jika pembengkakannya kira-kira ada di pergelangan tangan maka ditandai dengan menempelkan plester di atas pergelangan tangan, dan tuliskan jamnya dan tanggal.

Benarkah Bawang Merah Bisa Menangkal Racun Ular Kobra? Ini Faktanya!
source: http://pennstatehershey.adam.com/content.aspx?productid=112&pid=2&gid=8928

“Dua jam kemudian kita lihat pembengkakannya apakah ada penambahan pembengkakan atau tidak. Jika ada pernambahan pembengkakan, tempel plester berikutnya lalu ditulis kembali waktunya. Dua jam kemudian kita lakukan observasi dan kita lihat apakah ada pertambahan pembengkakan,” tutur dr Tri.

Setelah itu diukur berapa centimeter pembengkakannya. Jika pembengkakan bertambah dua kali lipat, maka pasien sudah menuju ke arah sistemik. Dan harus melakukan evaluasi terhadap pemeriksaan tanda dan gejala serta pemeriksaan fisiknya juga disertai pemeriksaan laboratoiumnya, apakah terjadi abnormalitas dari pendarahan.

“Langkah tersebut merupakan penangan awal dari pasien gigitan ular berbisa. Dan banyak sekali masyarakat Indonesia yang tidak memahaminya,” tutur dr Tri.