Modus Penculikan Anak

Moms, hal pertama yang harus Moms ketahui agar anak-anak Mommies terhindar dari penculikan adalah dengan mengenali modus-modus penculikan anak. Berikut ini daftarnya:

Iming-Iming Barang Kesukaan Anak
Moms, anak-anak adalah makhluk yang polos. Itu sebabnya, orang yang berniat jahat pada anak-anak kerap kali tampak begitu baik dengan menawarkan permen, mainan, atau sesuatu yang lain yang disukai anak-anak. Mereka melakukan penyuapan dengan tujuan agar anak mau pergi bersama mereka. Lihatlah bahasa tubuh anak-anak. Jika anak tampak tak nyaman saat ada orang dewasa yang menawarkan sesuatu kepada mereka, maka orangtua patut curiga.

Diajak Main Oleh Anak yang Tidak Dikenal
Tidak selamanya penculikan dilakukan oleh orang dewasa, tetapi kadang para penculik itu menggunakan anak-anak lain untuk membantu mereka dalam aksinya. Si Penculik bisa saja meminta seorang anak untuk mengajak anak yang menjadi targetnya ke taman bermain.

Jadi, jangan berbaik sangka dulu ketika ada seorang anak tiba-tiba mengajak anak bermain. Tanyakan pada si Kecil apakah ia mengenal anak baru yang mengajaknya bermain itu ataukah tidak.

Orang Dewasa Minta Bantuan Anak-anak
Seorang anak bisa saja diculik dengan modus si Penculik meminta bantuan anak, misal untuk mencari anjingnya yang hilang. Kemungkinannya hanya ada satu, ini bisa jadi indikasi penculikan. Pikirkan saja, jika orang dewasa membutuhkan bantuan, ia tentu tidak akan memintanya pada seorang anak.

Modus Penculikan Anak

Anak Menangis Meraung-raung
Tidak semua tangisan anak-anak pertanda mereka hanya manja dan ingin diperhatikan. Anak yang menangis sambil berusaha untuk mengungkapkan sesuatu yang terpendam tentu bukanlah pertanda yang baik.

Orang Asing Mengaku Sebagai Keluarga
Salah satu cara paling umum yang dilakukan penculik anak adalah dengan mengaku kalau mereka adalah teman keluarga si anak yang hendak ditulis. Penculik mungkin akan berbohong pada anak, dengan mengatakan bahwa ia adalah teman dari Mommies yang ditugaskan untuk menjemputnya.

Tips Agar Anak Tak Jadi Korban Penculikan

Seperti dilansir CNNIndonesia, berikut ini beberapa tips yang bisa Moms lakukan agar anak tak jadi korban penculikan. Catat ya, Moms.

Ajak anak bicara
Sediakan waktu bicara antar anak dan orang tua soal masalah penculikan dan keamanan anak. Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti, tapi ini akan membantu anak untuk waspada dan menjaga dirinya.

Kenalkan anak dengan pos bantuan
Ajarkan anak untuk mengenal lokasi atau tempat di mana mereka bisa mendapatkan bantuan dan pertolongan. Di taman bermain, mal, atau di area dekat sekolah, beritahu anak di mana letak kantor polisi atau pusat informasi untuk meminta bantuan saat mereka diculik atau tersesat.

Beritahu anak untuk waspada orang asing
Nasihati anak untuk jangan mudah terpesona dan terlena dengan apa yang diiming-imingi orang lain. Minta mereka juga untuk tak mau diajak diajak pergi oleh orang lain selain orang tua atau keluarga dekat.

Tips Agar Anak Tak Jadi Korban Penculikan
source: https://www.cnnindonesia.com/

Perkenalkan anak dengan berbagai modus penculikan
Beritahu anak-anak kalau ada banyak modus yang digunakan para penculik, beberapa di antaranya adalah minta tolong mencari anak anjing, atau mencari hal lainnya. Ingatkan juga pada anak bahwa orang dewasa sebenarnya tak butuh bantuan dari anak kecil, apalagi untuk hal-hal yang kecil.

Beritahu aturan main
Perjelas batas dan aturan apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Misalnya, tegaskan bahwa anak tidak boleh mau diajak pergi hanya karena dapat permen. Jangan buat anak jadi bingung atau ragu dengan 'perintah' Moms.

Nah Moms, itu tadi beberapa modus penculikan yang harus Moms ketahui dan juga tips agar anak terhindar dari penculikan. Selalu waspada ya, Moms. Karena kejahatan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja.