Layanan BPJS Kesehatan untuk Ibu Hamil

Ibu hamil yang terdaftar sebagai peserta BPJS akan dijamin kesehatannya dari mulai awal kehamilan, persalinan dan masa nifas. BPJS melayani pemeriksaan kandungan dan pemberian obat dan vitamin yang tepat bagi ibu hamil. Layanan dan perawatan BPJS yang didapat ibu hamil di antaranya:

1. Perawatan masa kehamilan, masa nifas dan pasca melahirkan

Tidak hanya menanggung masa kehamilan, BPJS juga menanggung masa nifas dan pasca melahirkan untuk ibu dan anak. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan anak selama kehamilan dan sesudah melahirkan.

BPJS Kesehatan menanggung biaya pemeriksaan kehamilan sebanyak 4 kali, yaitu satu kali pada trimester 1, satu kali pada trimester 2 dan dua kali pada trimester 3. Selain itu, peserta BPJS berhak mendapatkan pemeriksaan setelah melahirkan sebanyak tiga kali dan pelayanan KB. Dengan rutin memeriksakan kesehatan ibu dan kandungan dapat meminimalisir risiko kematian bayi atau cacat lahir.

1. Perawatan masa kehamilan, masa nifas dan pasca melahirkan
source: http://www.shutterstock.com
baca juga

2. Layanan USG

Ibu hamil juga mendapatkan layanan USG untuk memantau dan melihat perkembangan janin dalam kandungan. BPJS Kesehatan juga menanggung biaya USG untuk ibu hamil. Namun, biaya yang ditanggung BPJS hanyalah layanan USG yang dianjurkan oleh bidan atau dokter. Hal ini diperuntukkan untuk melihat apabila janin memiliki masalah atau kelainan selama dalam kandungan. Sedangkan biaya layanan USG atas keinginan sendiri, tidak ditanggung oleh BPJS.

2. Layanan USG
source: http://www.istockphoto.com

3. Layanan persalinan

Layanan persalinan adalah salah satu layanan yang penting dan ditanggung oleh BPJS. Ibu hamil dapat melakukan persalinan di klinik atau puskesmas yang sama saat memeriksakan kehamilan. Namun, bila tidak memungkinan, ibu hamil dapat melakukan persalinan di rumah sakit setelah mendapat rujukan dari dokter ataupun bidan. 
3. Layanan persalinan
source: http://www.shutterstock.com
baca juga

4. Operasi Caesar

Selain persalinan normal, operasi caesar juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Namun, yang ditanggung oleh BPJS adalah operasi caesar yang mendapat rujukan dari dokter atau bidan, bukan atas kemauan sendiri. Operasi caesar pada ibu hamil yang mendapat rujukan dari dokter biasanya dilakukan pada pasien yang berisiko tinggi, misalnya mengalami pendarahan atau kondisi darurat lainnya. Dengan demikian, operasi caesar dilakukan untuk mencegah kematian dan cacat pada bayi dan ibunya.

4. Operasi Caesar
source: http://www.istockphoto.com

Prosedur Pemeriksaan dengan BPJS Kesehatan

Layanan di atas dapat diperoleh ibu hamil yang sudah terdaftar sebagai peserta BPJS di salah satu klinik atau puskesmas terdekat. Adapun prosedur dan hal penting yang perlu diperhatikan untuk ibu hamil yang ingin menggunakan layanan BPJS, di antaranya:

1. Dateng ke Faskes 1

Faskes (Fasilitas Kesehatan) Tingkat 1 ialah klinik, puskesmas atau dokter pribadi yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Biasanya Faskes 1 dipilih yang terdekat dari lokasi rumah sesuai KTP. Setelah nama terdaftar, ibu hamil bisa memeriksakan kesehatan dan kandungannya ke Faskes 1.

1. Dateng ke Faskes 1
source: http://www.gettyimages.com

2. Pemeriksaan dan persalinan di Faskes 1

Di Faskes 1, ibu hamil akan mendapatkan layanan pemeriksaan bagi ibu dan kandungan oleh bidan atau dokter umum. Selain itu, jika kondisi kehamilan baik-baik saja dan tidak ada kelainan, persalinan dapat ditangani oleh klinik atau puskesmas dalam Faskes 1. Di mana biasanya, Faskes 1 juga menyediakan layanan bersalin. Pastikan faskes 1 yang dituju, sama dengan faskes tempat memeriksakan kehamilan.

2. Pemeriksaan dan persalinan di Faskes 1
source: http://www.istockphoto.com

3. Rujukan ke faskes 2

Bila Faskes 1 tidak dapat menangani dengan baik atau kurangnya fasilitas yang memadai, ibu hamil dapat dirujuk menuju Faskes tingkat 2, yaitu rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Di Faskes 2, ibu hamil akan diperiksa dengan fasilitas dan peralatan kesehatan yang lebih lengkap.

Bila ada masalah atau kelainan pada janin dan membutuhkan penanganan khusus, ibu hamil bisa mendapatkan rujukan ke Faskes tingkat 2. Pastikan untuk mendapat surat rujukan dari dokter atau bidan Faskes 1 terlebih dahulu. Sama halnya dengan persalinan, bila Faskes 1 tidak mampu menangani persalinan yang disebabkan oleh adanya masalah medis atau kelainan pada bayi, persalinan dapat dilakukan di Faskes 2.

3. Rujukan ke faskes 2
source: http://www.123rf.com

Nah, itu dia serba-serbi layanan dan prosedur pemeriksaan menggunakan BPJS. Sebelum menggunakan layanan BPJS, pastikan kartu peserta masih aktif berlaku dan cek dimana Faskes 1 yang terdaftar. Jangan lupa untuk rutin membayar iuran BPJS setiap bulannya, ya! Semoga artikel ini bermanfaat.