Dilansir dari InsertLive, cuitan tersebut diunggah oleh akun @alyaaoreo. Ia membalas cuitan rumah produksi Les Copaque yang memproduksi Upin Ipin, terkait ide cerita untuk Upin Ipin 2020 mendatang. Alyaaoreo pun membalas cuitan itu dengan beberapa kritik yang lumayan pedas untuk kartun Upin Ipin, salah satunya adalah meminta untuk menghapus karakter Sally.
Dinilai Tak Pantas, Netizen Minta Karakter Sally - 'Upin Ipin' Dihapuskan
source: http://dianayusof2010.blogspot.com

Bagi yang familiar dengan kartun Upin Ipin, karakter Sally adalah abang atau kakak laki-laki yang memiliki nama asli Salleh. Karakter Sally ini muncul pada episode "Tomorrow Raya". Sally digambarkan memiliki tubuh yang ramping, dengan bandana merah khas di kepalanya dan memiliki sifat yang menyenangkan. Ia kerap diusilin si kembar Upin Ipin saat sedang bekerja.

Selain itu Alya juga meminta rumah produksi Upin Ipin untuk menghentikan adegan kasar dan ucapan yang teriak-teriak dari Kak Ros dan meminta untuk berhenti menggunakan kata 'Betul, betul, betul' yang kerap diucapkan oleh karakter Ipin. Ibu satu anak ini juga meminta kartun Upin Ipin untuk membuat konten yang memiliki moral.
Dinilai Tak Pantas, Netizen Minta Karakter Sally - 'Upin Ipin' Dihapuskan
source: https://www.insertlive.com

Sontak cuitan Alya menjadi pro dan kontra. Beberapa netizen membalas, "Jadi Les' Copaque harus menunda program hanya karena tidak sesuai dengan seleramu? Bagaimana dengan jutaan orangtua lain yang merasa Upin & Ipin banyak mengajarkan nilai-nilai murni untuk anak-anak mereka?," cuitan pengguna Twitter lainnya.

"Karena itu lah kalau anak sedang menonton TV orangtua harus mendampinginya. Yang mana dirasa tidak pantas kita memberitahu anak jangan berbuat hal seperti itu. Bukannya biarkan anak menonton TV sendiri dan memahaminya sendiri," sambung cuitan lain.

baca juga

Tips Memilih Tayangan untuk Si Kecil

Mengenai hal tersebut, peran orangtua cukup penting saat mendampingi si kecil menonton TV. Ada beberapa adegan yang mungkin tidak dipahami atau tidak pantas ditonton untuk anak. Zaman sekarang pun, anak-anak sudah terpapar dengan gadget, begitu pula tayangan yang ada di televisi. Sebenarnya, apa tayangan yang baik untuk anak? Dan bagaimana tips memilih tayangan ataupun film yang cocok untuk si kecil? Simak di bawah ya, Moms.

1. Pilih tayangan sesuai umurnya

Hal pertama yang Moms perlu perhatikan adalah batasan umur tayangan tersebut. Pastikan tayangan tersebut sesuai dengan usia si kecil atau bisa ditonton oleh semua umur. Simbol batasan usia ini bisa ditemukan di sudut tayangan di TV atau sebelum film tayang terlebih dahulu. Beberapa simbol yang kerap ditemukan,
  • SU (Semua Umur) / G (General Audience)
  • P (Usia 2-6 tahun)
  • A (Usia 7-12 tahun)
Adanya kategori tersebut menandakan bahwa konten dalam tayangan tersebut cocok untuk usia tertentu. Jangan sampai si kecil menonton film yang bukan usia atau umurnya.
1. Pilih tayangan sesuai umurnya
source: https://www.campaignlive.co.uk
baca juga

2. Cari tayangan yang mendidik

Walaupun tayangan tersebut berlabel semua umur, belum tentu konten di dalamnya bermanfaat. Apabila si kecil ingin menonton televisi atau film, carilah tayangan yang memiliki nilai moral di dalamnya. Cari tayangan yang mendidik atau yang memberikan pengetahuan baru untuk perkembangan otaknya. Cari tayangan yang memiliki nilai-nilai positif yang mudah dipahami oleh anak. Dengan begini, anak akan mendapatkan pengetahuan yang baru.
2. Cari tayangan yang mendidik
source: https://www.punjabicenter.com

3. Durasi pendek

Anak-anak kadang cepat merasa bosan. Begitu pula ketika ia sedang menonton televisi, bisa jadi si kecil rewel karena tayangannya terlalu lama. Untuk mencegah hal ini, Moms perlu memilih tayangan yang memiliki durasi pendek seperti 20 hingga 30 menit. Dengan adanya durasi ini juga dapat membatasi anak-anak untuk tidak menonton televisi terus menerus. Moms juga perlu membatasi jam menonton televisi untuk si kecil.
3. Durasi pendek
source: http://www.pixabay.com

4. Dampingi saat menonton

Walaupun film atau tayangan sudah sesuai dengan usia si kecil, sebaiknya Moms atau Ayahnya mendampingi si kecil saat menonton televisi. Selain dapat mengakrabkan keluarga, hal ini juga mencegah adegan-adegan rancu yang tidak dimengerti oleh anak. Biasanya anak akan bertanya mengenai hal-hal yang ia tonton yang tidak dipahami. Moms juga bisa menyelipkan pesan moral atau kritik terhadap film yang ditonton oleh anak.
4. Dampingi saat menonton
source: http://www.shutterstock.com
Perhatikan juga tingkah laku si kecil ya, Moms. Jangan sampai anak tidak mau makan atau belajar hanya karena ingin menonton televisi. Batasi jam menontonnya, ya. Dan jangan lupa dampingi anak saat menonton.