Bahaya makanan yang dibakar

Umumnya, makanan dibakar dengan menggunakan panggangan ataupun bara api langsung. Ternyata, makanan ini disebut tidak sehat dan dapat menyebabkan kesehatan memburuk. Berikut bahaya mengonsumsi makanan yang dibakar.

1. Senyawa berbahaya

Selain senyawa karsinogen, terutama heterocyclic amines atau HCAs, ada pula senyawa lain yang membahayakan bagi tubuh. Adalah polycyclic aromatic hydrocarbons atau PAHs, senyawa ini muncul saat lemak daging dibakar langsung dengan api dan menimbulkan asap. Senyawa kimia ini juga berbahaya bagi tubuh sebab dapat memicu risiko terkena kanker.
1. Senyawa berbahaya
source: http://www.istockphoto.com
baca juga

2. Mengganggu metabolisme

Mengonsumsi makanan yang dibakar dalam jumlah yang banyak dapat menggangu metabolisme tubuh. Sebab tubuh terus menerima senyawa-senyawa yang berbahaya dan berusaha untuk menghilangkan atau mengolahnya. Tugas mencerna makanan dipegang oleh enzim, bila terpapar cukup banyak makanan yang dibakar, enzim dapat bekerja tidak optimal dan rusak.

2. Mengganggu metabolisme
source: http://www.shutterstock.com

3. Risiko kanker

Ketika tubuh terus menerus mengonsumsi makanan yang dibakar dalam jumlah yang banyak dan jangka waktu yang lama, dapat memicu risiko terkena kanker. Bila tubuh terpapar makanan yang dibakar secara terus menerus, ada proses metabolisme enzim yang disebut biokativasi. Dan hal ini dapat menyebabkan kerusakan DNA lalu memicu terjadinya kanker.

3. Risiko kanker
source: http://www.shutterstock.com
baca juga

Tips Meminimalisir Risiko Kanker dari Makanan yang Dibakar

Walaupun terkena risiko kanker bagi orang yang mengonsumsi banyak makanan yang dibakar dan dalam jangka waktu yang cukup lama, tentunya hal ini bisa diminimalisir sejak dini. Berikut adalah tips meminimalisir risiko kanker dari makanan yang dibakar.

1. Marinasi dan buang lemaknya

Memberikan bumbu atau melakukan marinasi pada daging sebelum dibakar dapat mengurangi terbentuknya senyawa HCAs. Begitu pula dengan membuang lemak yang berlebih pada daging dapat mengurangi senyawa PCAs yang terbentuk. Sebaiknya, lakukan marinasi 20 menit sebelum daging dibakar dan pastikan lemak-lemak daging sudah dibuang.

1. Marinasi dan buang lemaknya
source: http://www.thinkstock.com

2. Perhatikan cara membakarnya

Jangan membakar daging mentah secara langsung. Sebaiknya, panaskan terlebih dahulu panggangan sebelum daging dibakar. Kemudian, pastikan api sudah mengecil saat ingin membakar daging. Bakar daging yang sudah dimarinasi dengan suhu atau api yang rendah saja. Hindari kontak langsung daging dengan api atau permukaan logam yang terlalu panas dalam waktu yang lama. Sebagai alternatif, masak daging setengah matang dengan menggunakan microwave, sehingga waktu kontak daging dengan api bisa dikurangi. Jangan lupa untuk terus membalik daging saat di panggangan. Hindari mendiamkan daging terlalu lama.
2. Perhatikan cara membakarnya
source: http://www.istockphoto.com

3. Tambahkan sayuran

Menyantap daging memang enak, namun perlu gizi yang seimbang untuk asupan nutrisi pada tubuh. Tambahkan sayuran untuk penyeimbang menu makanan. Beberapa sayuran seperti kentang, paprika, zucchini dan jamur, tetap aman meskipun dibakar. Tambahkan pula sayuran hijau dan sayuran tinggi glucosinolates yang lebih banyak, seperti sayuran brokoli, kembang kol, dan lobak. Mengonsumsi sayuran sebagai penyeimbang dapat menekan risiko terkena kanker.

3. Tambahkan sayuran
source: http://www.istockphoto.com

Yang tidak kalah penting, batasi konsumsi makanan yang dibakar. Selain mengganggu metabolisme tubuh juga dapat menimbulkan risiko terkena kanker. Sesuatu yang berlebihan, tidak baik, bukan? Mulai sekarang, kurangi konsumsi makanan yang dibakar ya, Moms!