Menikah merupakan impian dari semua pasangan. Setiap prosesnya pun harus dijalani sesuai dengan tuntunan agar menjadi berkah. Dilansir dari wolipopDetik, berikut ini pengertian khitbah.

Jangan Salah Kaprah! Ini Pengertian Khitbah Atau Lamaran dan Tata Caranya Sesuai Sunnah
source: https://wolipop.detik.com/

Pengertian Khitbah

Arti Khitbah adalah prosesi lamaran di mana pihak keluarga calon mempelai pria bersilaturahmi ke rumah calon mempelai wanita. Dalam pertemuan itu, keluarga calon mempelai pria akan mengutarakan keinginan mereka.

Berdasarkan keterangan Imam al-Mawardi dalam kitab Al-Hawi al-Kabir (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1999), juz IX, hal. 163, khitbah sunnah untuk dilakukan oleh kedua calon pasangan.

Arab: قَالَ الْمَاوَرْدِيُّ: اعْلَمْ أَنَّ خُطْبَةَ النِّكَاحِ قَبْلَ الْخِطْبَةِ سُنَّةٌ مُسْتَحَبَّةُ

Pengertian Khitbah

Artinya: Imam al-Mawardi berkata: 'Ketahuilah bahwa khutbah nikah sebelum acara lamaran itu hukumnya sunnah.'

baca juga

Tata Cara Khitbah

Tata cara khitbah sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni dengan membaca hamdalah. Kemudian, menyebut pujian kepada Allah, shalawat untuk Rasulullah SAW.

Setelah itu, disunnahkan juga membaca 'asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh' ketika melakukan prosesi khitbah.

Hal ini berdasarkan catatan Imam an-Nawawi dalam kitab al-Adzkar:

Tata Cara Khitbah

Arab: يُستحبّ أن يبدأ الخاطبُ بالحمد لله والثناء عليه والصَّلاة على رسول الله (صلى الله عليه وسلم) ويقول: أشهدُ أنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أنَّ محمداً عبدُهُ ورسولُه، جئتكم راغباً في فتاتِكم فُلانة.

Artinya: Disunahkan seseorang yang melamar (baik diri sendiri atau wakilnya) membaca hamdalah, menyebut pujian pada Allah, shalawat untuk Rasulullah SAW. Setelah itu, bacalah asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh. Kami datang kepada keluarga bapak untuk melamar putri bapak.

Jenis Khitbah Dalam Islam

Dilansir melalui laman web BincangSyariah, secara umum ada dua jenis khitbah dalam Islam. Apa saja Moms?

Khitbah bit al-Tashrih
Untuk jenis khitbah yang pertama adalah melamar seorang perempuan dengan menggunakan perkataan yang secara pasti menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menikahinya. Dalam kitab al-Bajuri, Syaikh Ibrahim al-Bajuri mendefinisikan khitbah bi al-Tashrih sebagai berikut:

Jenis Khitbah Dalam Islam

والتصريح ما يقطع بالرغبة في النكاح

“(Khitbahtashrih adalah khitbah dengan menggunakan perkataan yang secara pasti menunjukkan keinginan untuk menikah.”

baca juga

Khitbah bi al-Ta’ridh
Khitbah jenis yang kedua adalah melamar dengan seorang perempuan dengan menggunakan kalimat sindiran, atau kalimat yang secara pasti tidak menunjukkan adanya keinginan kuat untuk menikahinya. Dalam kitab al-Bajuri, Syaikh Ibrahim al-Bajuri mendefinisikan khitbah bi al-Ta’ridh sebagai berikut;

Jenis Khitbah Dalam Islam

والتعريض ما لا يقطع بالرغبة في النكاح بل يحتملها كقول الخاطب للمرأة رب راغب فيك
“(Khitbahta’ridh adalah khitbah dengan menggunakan perkataan yang secara pasti tidak menunjukkan keinginan untuk menikah, akan tetapi hanya adanya kemungkinan untuk menikahinya. Seperti seorang laki-laki mengatakan kepada perempuan, ‘Banyak orang yang suka kepadamu.’”

Dalam kitab Kifayatul Akhyar, Syaikh Abu Bakar al-Hishni menjelaskan cara penggunaan dari masing-masing dua jenis khitbah ini. Beliau berkata;

الْمَرْأَة إِن كَانَت خلية عَن النِّكَاح وَالْعدة جَازَت خطبتها تَصْرِيحًا وتعريضاً قطعا وَإِن كَانَت مُزَوّجَة حرما قطعا وَإِن كَانَت مُعْتَدَّة حرم التَّصْرِيح بخطبتها وَأما التَّعْرِيض فَإِن كَانَت رَجْعِيَّة حرم التَّعْرِيض لِأَنَّهَا زَوْجَة وَإِن كَانَت فِي عدَّة الْوَفَاة وَمَا فِي مَعْنَاهَا كالبائن والمفسوخ نِكَاحهَا فَلَا يحرم التَّعْرِيض

Jenis Khitbah Dalam Islam

“Seorang perempuan, jika ia bebas dari ikatan pernikahan dan masa iddah, maka boleh melamarnya, baik secara jelas (tashrih) maupun sindiran (ta’ridh). Jika ia masih berstatus sebagai istri seseorang, maka haram melamarnya baik secara tashrih maupun ta’ridh. Sedangkan jika ia dalam masa iddah, maka haram melamarnya dengan tashrih. Adapun melamar secara ta’ridh, jika ia dalam masa iddah karena talak raj’i, maka haram melamarnya secara ta’ridh karena ia masih berstatus sebagai seorang istri. Sedangkan jika ia dalam masa iddah karena ditinggal mati atau yang semakna dengannya seperti talak bain dan fasakh, maka tidak haram melamarnya dengan ta’ridh.”

Nah Moms, sekarang sudah jelas kan tentang pengertian dan tata cara khitbah? Semoga informasi ini bermanfaat ya, Moms.