Ditemukan Di Septic Tank

Seperti dilansir Haibunda, penemuan kerangka wanita bernama Ayu Selisa dalam septic tank membuat geger warga. Selisa ditemukan dalam bentuk rangka di septic tank milik mertuanya Waluyo di Bantul, Yogyakarta. Rupanya, selama 10 tahun terakhir Selisa minggat dari rumah orang tuanya, di kota Yogyakarta.

Ditemukan Di Septic Tank
source: https://www.haibunda.com/

Selisa pergi dari rumah orang tuanya sejak usia 16 tahun. Ia saat itu menikah dengan suaminya, Edi Susanto yang berusia 19 tahun. Edi dan Seli menikah di usia yang terbilang muda. Karena usianya belum matang bukan tak mungkin sering terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Suami Seli Gantung Diri

Saat ini, dugaan polisi Ayu Selisa dibunuh suaminya Edi Susanto. Sayangnya, Edi tak bisa memberi kesaksian. Ia tewas gantung diri di rumahnya di Karangjati, Bantul, 11 November 2019 lalu.

Sebelum tewas, Edi sempat menulis surat wasiat yang menyatakan ingin menyusul istrinya (Seli) dan neneknya. Berbekal surat itu, polisi meyakini bahwa sebenarnya Edi mengetahui Selisa telah meninggal.

Suami Seli Gantung Diri
source: https://news.detik.com/
"Makanya kenapa Kasat Reskrim saya (Polres Bantul) menduga Edi pelakunya," papar Kapolres Bantul, AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono
source: https://news.detik.com/
baca juga

Keluarga Minta Kasus Ayu Selisa Diusut Tuntas

Sementara itu, saudari kembar Selisa, Ayu Lelisa meminta kasusnya diusut sampai tuntas. Selama hidup, Lelisa dan Selisa terus berkomunikasi walau lewat ponsel. Saat Selisa tiba-tiba menghilang, saudari kembarnya itu memang menaruh curiga pada suaminya Edi.

Keluarga Minta Kasus Ayu Selisa Diusut Tuntas
source: https://www.haibunda.com/
"Pas Seli hilang itu saya sudah curiga mas, karena Edi sempat saya tanya tidak jawab, dan saya temui rumahnya juga tidak ketemu-ketemu dia," kata Leli.
source: https://www.haibunda.com/

Kecurigaan Leli berawal saat adiknya membolos kerja di salah satu stan Pasar Malam Sekaten. Waktu itu, Selisa tiba-tiba tak bisa dihubungi dan tak memberi kabar. Dia pun tak menyangka tahun 2010 itu merupakan kali terakhirnya bertemu Selisa.

"Terus aku cari ke rumah suaminya (Edi Susanto), suaminya bilangnya sudah 'ku antar ke rumah,'" kata Leli.

Leli juga pernah menyaksikan adiknya itu bertengkar dengan suaminya. Edi disebut kerap melakukan KDRT ke Selisa. Keluarga pun tak menyangka nasib Seli berakhir tragis di dalam septic tank.

Keluarga Minta Kasus Ayu Selisa Diusut Tuntas
source: https://wolipop.detik.com/
"Kalau dulu, jujur (Seli dan Edi) kerap bertengkar di depanku juga, sampai babak belur," kata Leli.
source: https://wolipop.detik.com/

Leli yang kini bekerja di Sumbawa juga pernah melaporkan hilangnya Seli ke polisi. Keluarga pun sudah membuat laporan kehilangan dan menyebarkan foto Seli.

Leli pun merasa sangat kehilangan saat mengetahui Seli sudah meninggal dan ditemukan sudah jadi kerangka di septic tank mertuanya di Bantul, Minggu (22/12/2019) lalu. Ditambah, Leli melihat ada kejanggalan dalam kematian Selisa.

"Dengan terungkapnya ini, saya mau diusut sampai tuntas. Khususnya bagaimana saudara saya bisa ada di dalam septic tank. Apalagi meninggalnya seperti tidak wajar gitu," kata Leli.

baca juga

Tips Melindungi Diri dari KDRT

Upaya untuk keluar dari hubungan penuh kekerasan sering kali tidak mudah. Ketergantungan finansial dapat membuat wanita sering bertahan di dalam situasi yang membahayakan ini. Tidak jarang, korban KDRT yang mencoba lari mendapat kekerasan yang lebih buruk lagi jika tertangkap.

Makin lama bertahan di dalam situasi KDRT, maka makin besar pula bahaya yang mengancam. Tidak hanya kepada diri sendiri, tetapi juga kepada anak. Jika Moms sudah lama ingin keluar dari hidup penuh kekerasan dan tekanan, berikut langkah-langkah yang dapat menjadi panduan:

Tips Melindungi Diri dari KDRT
source: https://news.detik.com/
  • Beri tahu kondisi Moms pada orang terdekat yang dapat Mommies percayai. Pastikan pelaku tidak berada di sekitar, ketika Moms menginformasikan hal ini.
  • Dokumentasikan luka-luka Mommies dengan kamera. Simpan dengan hati-hati.
  • Catat perilaku kekerasan yang Moms terima beserta waktu terjadinya.
  • Hindari melawan kekerasan dengan kekerasan, karena berisiko membuat pelaku bertindak lebih ekstrim.
  • Jika Moms siap pergi dari rumah:
    • Dengan berhati-hati, siapkan tas berisi semua keperluan penting Mommies. Bawa serta dokumen penting pribadi, seperti kartu identitas, uang, dan obat-obatan. Tempatkan tas di tempat yang aman dan tersembunyi.
    • Pakai nomor dan/atau alat komunikasi baru untuk berkomunikasi, untuk berjaga-jaga agar tidak terlacak. Begitu juga dengan komputer serta surat elektronik Mommies. Pelaku bisa jadi memeriksa laman apa saja yang Moms buka dan dengan siapa saja Moms berkomunikasi. Ganti kata kunci untuk masuk ke surat elektronik Mommies dan hapus informasi ke mana saja Moms sempat berselancar di internet.
    • Ketahui persis ke mana Moms akan pergi dan bagaimana cara untuk mencapai lokasi tersebut. Dalam hal ini, Moms dapat meminta bantuan orang lain untuk menjemput di sebuah tempat.
    • Jika membawa kendaraan sendiri, keluarkan alat GPS atau pelacak lokasi dari kendaraan.
Semoga Moms terhindar dari KDRT ya, Moms.