Kita semua tahu, Internet merupakan dunia luar yang memungkinkan kita untuk berbagi banyak hal ke seluruh dunia tanpa batas. Namun, membuka ruang pada orang-orang yang tidak jelas dan tidak dikenal juga kerap menimbulkan bahaya. Kasus-kasus kejahatan di Internet bukan lagi hal yang baru. Apalagi jika menyangkut masalah pelecehan seksual di dunia maya. Inilah yang terjadi pada seorang wanita di Malaysia yang membagikan pengalamannya di Twitter setelah dilecehkan secara seksual oleh seorang pria anonim di Instagram. Namun, ironisnya, ketika dia memposting screenshot layar, para netizen malah menyerangnya.

Dalam unggahannya, wanita itu memperlihatkan bagaimana pria itu menggodanya melalui pesan singkat di Instagram. Ia memanggil wanita itu dengan panggilan "sayang" dan mengatakan padanya bahwa ia membayangkan payudaranya berukuran besar. Kemudian ia juga meminta "dengan sopan" agar wanita itu mengirimkan foto telanjangnya.

Tidak hanya itu, pria itu juga melanjutkan aksinya dengan mengirimkan beberapa foto dan mengatakan bahwa ia selalu melakukan masturbasi setiap hari dengan memandangi foto selfie wanita itu. Ia mengatakan bahwa ia ingin melihat payudaranya dan ingin menjilatnya. Wanita mana pun tentu akan jijik dan geram mendapati pria tak dikenal melakukan hal ini padanya.

Miris! Jadi Korban Pelecehan Seksual, Wanita Ini Malah Disalahkan Netizen
source: https://www.worldofbuzz.com/

Setelah ia mengunggah pesan dari pria hidung belang tak dikenal itu, ia mendapatkan 5 ribu retweet. Sayangnya, banyak sekali respon kurang mengenakkan dari netizen yang malah menyalahkan dirinya karena tidak mengenakan jilbab yang lebih panjang. Ini tentu sangat mengejutkan sekaligus menyedihkan saat seorang korban disalahkan atas kejahatan yang diterimanya. 

baca juga

Melansir dari WorldofBuzz, wanita itu tampak sangat tegas mengatakan bahwa ia tidak merasa bersalah atas apapun yang ia kenakan. Ia juga menjawab, "predator akan tetap menjadi predator tidak peduli gaya hijab Anda dan apa yang Anda kenakan."

Wanita itu kemudian mengakhiri utas dengan pesan penting yang ingin harus dipahami oleh semua orang, khususnya wanita:

"Orang-orang meminta saya untuk menghapus tweet ini, tetapi saya tidak akan melakukannya karena wanita di seluruh dunia dengan atau tanpa jilbab menderita pelecehan seksual setiap hari."

Penting bagi semua wanita untuk memahami bahwa korban pelecehan seksual adalah korban. Tidak peduli apapun pakaian yang ia kenakan, para penjahat itu akan tetap menyerang wanita. Apalagi saat masyarakat dan lingkungan memberikan ruang untuk mereka mendapatkan "pemakluman" atas kejahatannya. Jadi, pastikan untuk menghentikan kebiasaan victim-blaming, khususnya pada para korban kekerasan dan pelecehan seksual.