Melansir dari HaiBunda, seorang penulis buku After Miscarriage, Krissi Danielsson, mengatakan bahwa kuret atau yang juga kerap disebut sebagai dilation and curettage (D&C) merupakan sebuah prosedur pembedahan setelah keguguran terjadi. Pada dasarnya, ini dilakukan untuk mengangkat jaringan-jaringan sisa kehamilan dan janin di rahim.

Ketahui Manfaat Kuret, Prosedur yang Dijalani Ibu Hamil Saat Keguguran
source: https://www.verywellfamily.com/

Biasanya, prosedur kuret akan menggunakan alat dengan bentuk seperti sendok untuk mengikis lapisan dinding rahim dengan lembut. Prosedur ini merupakan cara tercepat untuk menghentikan pendarahan pasca keguguran. Selain itu, kuret juga dapat menghindari risiko perkembangan hipovolemia atau kehilangan banyak darah serta anemia.

Tidak hanya itu, sebenarnya masih ada banyak lagi kegunaan dari kuret yang harus diperhatikan oleh para ibu yang mengalami keguguran. Beberapa diantaranya adalah:

  1. Untuk membersihkan jaringan-jaringan yang tersisa setelah keguguran yang masih berada di rahim. Hal ini penting untuk dilakukan agar bisa mencegah terjadinya infeksi atau pendarahan.
  2. Untuk mencegah kehamilan mola, yaitu munculnya benjolan yang bukan merupakan kehamilan normal sebenarnya.
  3. Untuk menghilangkan polip serviks yang bersifat kanker jinak akibat sisa keguguran.
  4. Untuk menghentikan pendarahan yang berlebihan akibat keguguran.
  5. Untuk membersihkan sisa-sisa plasenta yang masih ada di dalam rahim.
Ketahui Manfaat Kuret, Prosedur yang Dijalani Ibu Hamil Saat Keguguran
source: https://www.cancercarewny.com/

Tidak hanya untuk prosedur pasca persalinan, kuret ternyata juga digunakan sebagai prosedur pemeriksaan yang dapat menentukan penyebab pendarahan pada kasus uterus abnormal. Selain itu, kuret kerap dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker atau memeriksakan infertilitas seorang wanita.

baca juga

Nah, ketika melakukan prosedur kuret, dokter biasanya juga melakukan prosedur lain berupa hysteroscopy. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan alat dengan bentuk yang tipis beserta dengan cahaya dan kamera ke dalam lubang vagina dan masuk menuju leher rahim. Saat prosedur itu dilakukan, dokter dapat melihat bagaimana kondisi lapisan rahim di layar. Biasanya, rahim-rahim dengan kondisi abnormal dapat diketahui dengan ini. Dokter juga dapat memastikan ada atau tidaknya polip. Mereka biasanya juga dapat mengambil sampel jaringan untuk pemeriksaan lebih lanjut.