Sayuran juga dikenal sebagai pelancar pencernaan, proses pencernaan dalam tubuhlah yang menentukan banyaknya energi yang masuk sehingga menjadikan manusia memperoleh tenaga yang cukup dan tetap sehat. Namun Moms juga tetap harus berhati-hati, pasalnya terdapat beberapa kasus kematian yang disebabkan oleh sayuran. Mulai dari menyantap timun, cabai, hingga bayam.
 
Dilansir dari DetikFood, berikut empat sayuran yang pernah membunuh manusia. Yuk Moms kita simak penjelasannya berikut ini:

Cabai Merah

Cabai merah tentunya menjadi sayuran yang wajib dimiliki dipersediaan kulkas. Karena cabai menjadi sayur favorit Moms dan keluarga untuk dijadikan pelengkap masakan dan bumbu utama masakan. Namun Moms ternyata cabai juga bisa mengakibatkan kematian jika dikomsumsi secara berlebihan.

Pada tahun 2008 Andrew Lee yang merupakan seorang koki asal Inggris meninggal dunia akibat ulahnya yang menantang adik pacarnya untuk memakan saus cabai merah yang cabainya ia petik sendiri dari perkebunan ayahnya. Kemudian Lee menyiapkan saus super pedas dari perkebunan sang ayah lalu menenggak sepiring saus cabai merah tersebut yang kemudian ia berhasil memenangkan tantangan tersebut.

Keesokan harinya, Lee merasa tidak nyaman dan merasa sakit, juga gatal pada perutnya. Beberapa saat kemudian, ia ditemukan tergolek tak berdaya di lantai rumah. Lee dibawa ke rumah sakit namun dokter menyatakan tak mampu menyelamatkan nyawanya. Para ilmuan menduga bahwa Lee memiliki reaksi alergi yang luar biasa berdasarkan rasa gatal di perut yang ia alami.

Cabai ternyata mengandung capsaicin, zat kimia aktif yang mengakibatkan efek toksin atau racun dalam dosis tinggi. Efek ini yang dapat menyebabkan kerusakan pada lapisan perut bawah. Lalu mengakibatkan shock anafilaksis fatal yang merusak otak dan gagal jantung. Hal inilah yang diduga menjadi efek yang menyebabkan kematian Lee.

4 Jenis Sayuran yang Pernah Membunuh Manusia, Kok Bisa?

Timun

Pada tahun 2003, wabah salmonella sempat melanda 40 negara bagian di Amerika Serikat dan menyerang sebanyak 907 orang. Salmonella yang merupakan wabah yang timbul akibat infeksi bakteri di dalam perut dan usus ini mirip dengan penyakit gastritis (lapisan lambung mengalami iritasi) ini mengakibatkan lebih dari 200 orang dirawat di rumah sakit dan empat orang meninggal terkena insiden ini.

Setelah dilakukan penelitian, wabah ini berasal dari timun terkontaminasi yang diimpor dari wilayah Baja, Meksiko. Lewat Andrew dan Williamson Fresh Produce San Diego, California (perusahaan distributor), wabah ini semakin meluas di AS. Efek dari gejala yang ditimbulkan biasanya berlangsung sampai tujuh hari dan sembuh tanpa pengobatan. Namun, penderita akan mengalami diare berat dan harus diobati dengan antibiotik agar tidak terjadi kematian.

Timun
baca juga

Bayam

Bayam merupakan salah satu sayuran lezat yang digemari berbagai kalangan. Kandungan bayam yang kaya akan beta-karoten, lutein, dan xanthene sangat baik untuk penglihatan Moms dan keluarga.

Bayam juga memiliki manfaat sebagai pembangkit tenaga pada manusia, bayam ternyata juga menjadi salah satu media penyebaran wabah E Coli pada tahun 2006. Wabah yang terjadi pada tahun 2006 tersebut menyebabkan sedikitnya 31 orang di Amerika Serikat mengalami gagal ginjal dan memicu lebih dari 200 penyakit yang mengakibatkan banyak orang harus dirawat di rumah sakit, dan tiga orang lainnya dikabarkan meninggal dunia.

Di antara korban yang meninggal dunia tersebut, ada seorang nenek sepuh asal Wisconsin, balita asal Maryland, dan wanita dari Nebraska. Korban yang meninggal sebelumnya menyantap bayam mentah yang diduga sebagai penyebab munculnya virus E Coli tersebut.

Bayam

Kentang

Makanan yang berasal dari umbi-umbian ini merupakan makanan lezat yang baik untuk kesehatan dan mungkin menjadi makanan kesukaan Moms dan keluarga. Namun kentang yang berusia muda dan masih berwarna hijau memiliki zat racun glycoalkaloids, yaitu zat yang biasa ditemukan di bunga kecubung dan di dalam daun, batang, juga kecambah kentang.

Zat tersebut dapat terbentuk bila membiarkan kentang dalam waktu yang terlalu lama, terutama jika terpapar cahaya. Akibat yang ditimbulkan dari mengonsumsi glycoalkaloids dapat menyebabkan kram, diare, pusing, atau bahkan koma hingga kematian.

Pada tahun 1899, terdapat 56 tentara Jerman yang mengalami gejala keracunan solanin (racun yang terdapat pada daging kentang), jika solanin terkonsumsi dapat mengakibatkan diare akut, sakit kepala parah, koma, hingga berujung kematian. Hanya dengan mengonsumsi 3 sampai 6 miligram zat tersebut, dapat mengakibatkan hal fatal yang mengakibatkan kematian.

Kentang