Warga Jabodetabek menyambut tahun baru dengan menghadapi sebuah fenomena hujan berintensitas tinggi. Banyak peneliti yang mengungkap bahwa curah hujan di malam tahun baru kemarin adalah yang tertinggi sejak 154 tahun. Tidak hanya Jakarta, wilayah-wilayah di sekitarnya juga mengalami banjir yang sangat parah.

Minum Air Hujan Saat Terjebak Banjir, Apakah Aman?
source: http://rampages.us/

Banyaknya titik pemukiman yang mengalami banjir tentu menyebabkan banyak korban yang harus perjuang menghadapi masa-masa krisis bencana ini. Tidak sedikit para korban yang tidak bisa menyelamatkan diri dan bertahan di atap rumah atau lantai dua rumah sambil menunggu tim evakuasi datang menjemput. 

Sayangnya, banyaknya titik banjir dengan medan yang sulit ditempuh membuat para tim evakuasi kesulitan untuk dapat tiba tepat waktu. Akhirnya, para korban yang terjebak di tengah-tengah banjir terpaksa meminum air hujan yang turun untuk bisa bertahan hidup.

Minum Air Hujan Saat Terjebak Banjir, Apakah Aman?
source: http://www.thewatercoolertoday.com/

Namun, apakah meminum air hujan itu aman? Melansir dari DetikFood, air hujan sebenarnya aman untuk diminum. Tidak jarang air hujan merupakan sumber air yang lebih bersih jika dibandingkan dengan sumber air lainnya. Sayangnya, air hujan ini hanya merupakan air dari langit yang bersih dan tidak berpolusi. 

baca juga

Pasalnya, air hujan yang jatuh dari langit yang berpolusi akan berdampak pada produksi air yang tidak bersih karena mengandung patogen, bahan kimia, debu, serbuk sari jamur serta kontamin lainnya. Jadi, sangat disarankan untuk memasak air hujan terlebih dahulu sebelum diminum. Sayangnya, kondisi bencana banjir membuat hal ini sulit untuk dilakukan.

Minum Air Hujan Saat Terjebak Banjir, Apakah Aman?
source: https://www.burnmagazine.org/

Perlu diketahui, air hujan jatuh melewati atmosfer yang membuatnya mudah terkontaminasi oleh zat-zat berbahaya yang ada di udara berpolusi. Dengan kata lain, waspadai air hujan yang jatuh dari langit di sekitar area pabrik kimia, pembangkit listrik, pabrik kertas atau pabrik-pabrik lainnya.

Untuk kondisi-kondisi darurat, cobalah menampung air hujan dengan menggunakan wadah yang bersih. Jika sudah tertampung, diamkan air hujan hingga beberapa saat hingga zat-zat berbahaya dan kotoran di dalamnya mengendap di dasar wadah. Mommy juga tidak perlu terlalu khawatir, sebab air hujan memiliki sifat asam alami dengan pH rata-rata sekitar 5,6. Ini merupakan hasil dari interaksi antara air dan karbo dioksida di udara. Jadi, air hujan tidak akan berbahaya untuk diminum. Namun, berbeda dengan air hujan yang jatuh di sekitar gunung berapi aktif yang cenderung tidak aman.