Seperti dilansir NewsDetik, bayi bernama Wulan berhasil dievakuasi oleh polisi dari rumahnya yang terendam banjir di Jalan Kali Sunter, RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur. Saat proses evakuasi berlangsung, ketinggian air telah mencapai 3 meter merendam rumahnya.

Terjebak Banjir Setinggi 3 Meter, Penyelamatan Bayi Usia 14 Hari Berlangsung Dramatis
source: https://news.detik.com/

Dalam tayangan video berdurasi satu menit yang dibagikan Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal, tampak seorang polisi menaiki tangga lipat yang didirikan di atas perahu karet. Tangga itu disandarkan di tembok balkon lantai atas rumah yang tidak terjamah banjir.

Sang ayah bayi yang berada di balkon menyerahkan Wulan ke polisi tersebut. Tubuh mungil Wulan lalu dioper lagi ke polisi lainnya yang menunggu di atas perahu karet.

Terjebak Banjir Setinggi 3 Meter, Penyelamatan Bayi Usia 14 Hari Berlangsung Dramatis
source: https://news.detik.com/
"Aksi penyelamatan seorang bayi berusia dua minggu oleh Kabid Kesehatan Jasmani Korbrimob Kombes Djarot Wibowo didampingi Dansat Wanteror Kombes Joko serta tim," kata Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (2/1/2020).
source: https://news.detik.com/

Polisi yang berada di perahu karet kemudian menyerahkan Wulan kepada ibunya yang terlebih dahulu dievakuasi. Selama proses evakuasi, Wulan terus menangis.

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (1/1). Iqbal menuturkan evakuasi sempat terkendala tingginya debit air sehingga membutuhkan waktu untuk memastikan bayi Wulan dalam kondisi aman.

"Sedikit mengalami kesulitan dikarenakan tingginya debit air. Evakuasi yang memakan waktu hampir tiga jam," sambung Iqbal.

Setelah dievakuasi menggunakan perahu karet, bayi Wulan langsung diberi penanganan medis oleh petugas kesehatan dari Brimob. Hal ini diperlukan untuk mengetahui menurun atau tidaknya kondisi kesehatan bayi Wulan yang sempat terjebak banjir bersama kedua orang tuanya. 

baca juga

Tips Menjaga Bayi Korban Banjir

Beruntung bayi Wulan berhasil dievakuasi oleh petugas. Karena itu berikut ini tips menjaga bayi korban banjir setelah dan sebelum diselamatkan.

Penanganan bayi korban banjir sebelum dievakuasi
Ketika bayi belum dievakuasi, tak ada salahnya jika Moms menyiapkan barang-barang penting yang harus dibawa untuk si kecil jika suatu saat terjadi banjir, apalagi untuk Moms yang daerah rumahnya 'langganan' banjir. Seperti popok, tisu basah, nursing cover, cadangan air agar Moms tetap terhidrasi saat menyusui, pompa ASI, gelas plastik, sendok, botol dan dot untuk menyusui bayi, sabun khusus untuk mencuci pompa ASI dan botol susu, susu formula bayi, serta botol dan dot.

Tips Menjaga Bayi Korban Banjir
source: https://news.detik.com/

Penanganan bayi korban banjir sesudah dievakuasi
Melansir laman Baby Center, ada beberapa hal yang perlu Moms lakukan untuk membuat bayi nyaman saat berada di pengungsian. Apa saja?

  • Carilah bantuan dari keluarga terdekat. Moms dapat meminjam telepon petugas yang membantu di pengungsian untuk menghubungi keluarga agar bisa mendapatkan bantuan secara cepat.
  • Cobalah untuk tetap setenang mungkin. Meskipun ini sulit, namun percayalah, semakin Moms tenang maka semakin kecil pula kemungkinan bayi akan rewel.
  • Pastikan Moms dan bayi sudah berada di tempat pengungsian yang aman dan jauh dari area banjir. 
  • Pastikan bayi tetap hangat dan kering. Jika pakaian mereka lembab, carilah pakaian ganti yang kering untuk dikenakannya sesegera mungkin. Jangan biarkan bayi tidur di tempat tidur yang basah.
  • Berikan bayi ASI yang cukup agar ia tetap terhidrasi. Jangan pernah memberikan bayi minuman atau makanan apa pun yang bersentuhan dengan air banjir.
  • Jauhkan mainan yang dapat masuk ke mulut bayi, karena bisa saja mainan tersebut telah terkontaminasi kuman dan bakteri dari air banjir.
  • Pastikan anak-anak tidak merangkak atau bermain di bawah benda-benda yang mungkin masih mengandung air atau puing-puing yang terkontaminasi. Daerah-daerah ini juga dapat menampung jamur dan hewan pengerat.
  • Jika bayi memiliki alergi atau kesulitan bernapas seperti asma, jauhkan mereka dari jamur, yang dapat mengiritasi dada, mata, hidung, dan tenggorokan.
  • Jika bayi memiliki luka, kunjungi dokter sesegera mungkin. Ia mungkin memerlukan suntikan tetanus.
Nah Moms, jadi berusahalah tetap tenang ya, Moms, meski dalam keadaan banjir. Semoga banjir di Jakarta dan sekitarnya cepat surut.