USG I: 10-12 Minggu

Pemeriksaan lewat USG selama kehamilan sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan. Meski perlu, USG tidak boleh sering-sering dilakukan, melainkan cukup 3 kali saja. Untuk USG pertama dilakukan saat kehamilan di bawah 14 minggu, yaitu sekitar 10-12 minggu. USG pada waktu ini dilakukan untuk mengetahui apakah ibu positif hamil atau tidak, melihat lokasi janin, menentukan usia kehamilan, mendeteksi kehamilan kembar dan sebagainya. 
 

source: http://www.pregmed.org


 

baca juga

USG II: 18-24 Minggu

Nah, USG kedua biasanya akan dilakukan saat kehamilan berada di antara rentang waktu 18-24 minggu. Pada waktu ini, USG bermanfaat untuk mendeteksi denyut jantung bayi apakah normal atau tidak, selain itu untuk mendeteksi kelainan bawaan, di antaranya Down Syndrome. Yup, Down Syndrome sudah bisa tampak sejak bayi dalam kandungan. Karena itu, USG akan sangat menolong para dokter dan orangtua untuk mengetahui kondisi calon bayi yang sebenarnya, untuk menyiapkan penanganan dan mental menyambut kelahiran bayi. 
 

source: https://www.huggies.com.au


 

USG III: 28-32 Minggu

Pemeriksaan USG berikutnya dilakukan pada kehamilan 28-32 minggu. Pada usia kehamilan ini, USG dilakukan untuk mendeteksi kelainan bawaan yang jarang terjadi atau baru muncul pada trimester ketiga. Selain itu untuk memantau pertumbuhan janin apakah berlangsung normal atau tidak, melihat posisi janin apakah sudah bergerak ke jalan lahir dan memeriksa plasenta. USG pada tahap ketiga ini dilakukan lebih untuk melihat kondisi janin apakah sudah siap dilahirkan atau tidak. 

 

source: https://www.huggies.com.au/


Idealnya, USG disarankan dilakukan sebanyak 3 kali. Namun, apabila dokter mencurigai sesuatu terjadi pada janin dalam kandungan, maka bisa saja ia melakukan beberapa tambahan USG lagi. USG pun tidak boleh sembarangan dilakukan orang lain, melainkan oleh yang benar-benar ahli dalam membaca kondisi janin seperti yang terlihat pada layar monitor alias orang telah tersertifikasi. Dengan begitu, hasil USG yang disampaikan kepadamu sebagai calon orang tua si bayi lebih akurat.