Kebanyakan orangtua mungkin seringkali memarahi anaknya yang malas belajar. Namun, sadari juga bahwa banyak belajar hingga melewati proporsinya tidak baik untuk mereka. Kebiasaan mengerjakan tugas sehari sebelum dikumpulkan atau belajar dengan sistem kebut semalam juga merupakan hal yang buruk. Pasalnya, kebiasaan-kebiasaan ini dapat menyebabkan kurangnya waktu tidur. 

Anak Usia 13 Tahun Alami Radang Otak Akibat Belajar Hingga Begadang Setiap Hari
source: https://www.pexels.com/

Sebuah kasus mengerikan terjadi pada seorang anak 13 tahun asal China yang akhirnya mendapatkan perawatan khusus akibat peradangan otak serius yang dialaminya.  

Anak yang berasal dari Kota Hengyang, Provinsi Hunan, itu mengalami sebuah kondisi peradangan otak yang cukup serius setelah ia begadang semalaman untuk menyelesaikan paket ujian tanpa istirahat sedikit pun. Diketahui anak itu selalu tidur larut malam setiap hari hanya untuk belajar. Ia melakukan ini karena selalu tertekan menjelang masa-masa ujian akhir yang segera tiba.

Anak Usia 13 Tahun Alami Radang Otak Akibat Belajar Hingga Begadang Setiap Hari
source: https://hubpages.com/

Gejala aneh mulai muncul dan disadari oleh orangtuanya saat anaknya terus berbicara tanpa ada orang yang diajaknya bicara. Karena merasa khawatir, mereka pun segera membawa anak itu ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut. Setelah diperiksa, anak yang itu ternyata didiagnosis mengalami radang otak, atau ensefalitis reseptor NMDA yang parah.

baca juga

Kondisi ini merupakan sejenis peradangan otak, yang terjadi saat tubuh secara tak terduga memproduksi antibodi yang tidak dibutuhkan hingga akhirnya menyerang sel-sel otak yang sebenarnya dalam kondisi sehat. Walaupun jarang terjadi, kondisi ini biasanya disebabkan oleh sebuah infeksi. Namun, ada pula studi yang menunjukkan bahwa ini dapat terjadi akibat stres dan tekanan berlebih.

Anak Usia 13 Tahun Alami Radang Otak Akibat Belajar Hingga Begadang Setiap Hari
source: https://www.intl.kit.edu/

Jadi, pastikan Mommy menekankan kedisiplinan dalam belajar, dan bukan menyuruh anak untuk 'banyak' belajar. Proporsi yang tepat dalam melakukan segala aktivitas akan memberikan manfaat dan kebaikan bagi anak-anak dan perkembangannya.