1. Hati Terasa Kosong

Menikahi orang yang kita cintai harusnya membuat hati kita terasa penuh, nyaman dan bahagia. Namun kadang karena panjangnya lika-liku dan dinamika pernikahan, lambat laun rasa nyaman dan keterpenuhan itu berangsur pergi digantikan dengan kekosongan dan kesepian hati yang tak berujung. Hati yang kosong akan selalu terasa resah, sepi dan tidak puas akan apapun yang ada.

Jika hal ini tidak segera dibicarakan secara terbuka dan dicari solusinya, akibatnya bisa berbahaya lho, Moms! Yuk ajak Dads berkomunikasi dan bila perlu mintalah bantuan ahli atau orang yang dituakan, bijaksana dan bisa dipercaya untuk membantu Moms dan Dads atasi masalah ini!

1. Hati Terasa Kosong

2. Sering Berpura-pura Bahagia dan Baik-baik Saja

Pura-pura bahagia adalah satu pertanda yang jelas bahwa Moms tidak bahagia. Memasang senyum lebar dan perilaku mesra di depan orang banyak, padahal dalam hati tidak merasakan yang sama adalah salah satu tanda bahwa ada yang salah dalam sisi emosional Moms terkait pernikahan Moms dan Dads. Mengakui apa yang dirasakan dan mencari solusi atas permasalahan yang sebenarnya terjadi bukan hal yang buruk kok, Moms.

Sebaliknya, sikap jujur sepahit apapun itu adalah hal yang terbaik, termasuk kejujuran dalam merasakan apa yang sebenarnya ada di dalam hati. Jika perilaku pura-pura bahagia dan baik-baik saja ini terus berlangsung, waspada ancaman gangguan kesehatan mental yang bisa menyerang kita sewaktu-waktu!

2. Sering Berpura-pura Bahagia dan Baik-baik Saja
baca juga

3. Segalanya Tak Lagi Dilakukan Berdasarkan Cinta, Melainkan Sebatas Kewajiban

Pada awal masa pernikahan, cinta seakan-akan menjadi kekuatan yang maha besar dan dapat menggerakkan segala hal. Namun lambat laun, ada juga beberapa pasangan yang mengaku bahwa pada akhirnya mereka melakukan segala hal hanya karena menganggap hal-hal tersebut adalah kewajiban yang harus dilakukan dalam rumah tangga, bahkan soal seks. Memang berumah tangga adalah sebuah komitmen besar yang harus dilandasi kesadaran dan tanggung jawab. Namun jika cinta tak lagi jadi alasan dan kekuatan Moms untuk melakukan apapun itu di dalam hubungan pernikahan, maka sebaiknya Moms patut waspada.

Sebab hal ini merupakan tanda bahwa hubungan pernikahan Moms sedang tidak sehat dan Moms sedang merasakan ketidakbahagiaan dalam rumah tangga. Segera bicarakan dengan pasangan ya, Moms, agar hubungan rumah tangga kembali harmonis, bernyawa dan penuh cinta seperti sedia kala hingga selama-lamanya.

3. Segalanya Tak Lagi Dilakukan Berdasarkan Cinta, Melainkan Sebatas Kewajiban

4. Membayangkan Hal atau Orang Lain Saat Sedang Bermesraan dengan Pasangan

Jika dulu wajah Dads adalah satu-satunya wajah yang terbayang saat Moms melakukan apapun, dan kini justru Moms enggan menatap wajah Dads dan bahkan membayangkan wajah yang lain ketika bermesraan dengan Dads, awas! Ini adalah tanda yang cukup berbahaya bahwa Moms merasa tidak lagi bahagia dalam pernikahan. Bisa jadi ada hal mengganjal yang sebenarnya ingin Moms sampaikan tapi tak bisa Moms katakan, sehingga Moms enggan menghadapi kenyataan dan membayangkan hal atau orang lain ketika tengah bersama Dads.

Jangan dibiarkan, Moms! Sebab hal ini jika dibiarkan berlarut-larut akan membuat hubungan Moms dan Dads semakin renggang karena ketiadaan chemistry seperti di awal-awal hubungan pernikahan. Segera komunikasikan ya, Moms.

4. Membayangkan Hal atau Orang Lain Saat Sedang Bermesraan dengan Pasangan
baca juga

5. Mulai Tertarik dan Berselingkuh dengan Orang Lain

Perselingkuhan dan rasa tertarik pada orang lain selain pasangan adalah tanda paling jelas dan paling berbahaya bahwa Moms tidak bahagia dalam pernikahan. Orang yang bahagia dengan pernikahan dan pasangannya tentu akan sangat mensyukuri dan menikmati kebersamaan dengan pasangannya, sehingga hatinya sudah penuh dengan pasangan yang dicintainya saja. JIka hati Moms masih bisa menampung keberadaan orang lain dalam kehidupan rumah tangga Moms, itu berarti ada kekosongan yang bisa jadi berakar dari masalah yang tidak pernah terkomunikasikan.

Segera atasi hal ini, Moms! Sebab ini adalah titik paling berbahaya dalam ketidakbahagiaan rumah tangga. Ingat lagi masa-masa bahagia Moms dan Dads yang pernah ada, dan jika dibutuhkan bicarakan tentang hal ini kepada konselor pernikahan atau orang yang bijak dan dapat dipercaya untuk dapat membantu Moms keluar dari jeratan affair yang berbahaya.

5. Mulai Tertarik dan Berselingkuh dengan Orang Lain

6. Komunikasi dan Keterbukaan adalah Kunci

Bagaimana, Moms? Apakah Moms mengalami satu di antara lima tanda ketidakbahagiaan dalam pernikahan di atas? Jika iya, maka ini saatnya Moms menapaki babak baru dalam pernikahan Moms, yakni babak keterbukaan komunikasi dan persahabatan yang lebih kuat dengan pasangan. Sebab, komunikasi dan keterbukaan adalah kunci.

Pasangan kita adalah orang yang kita pilih untuk menjadi teman seumur hidup dalam suka dan duka, dan oleh sebab itu, keterbukaan atas segala hal yang dirasakan dan yang terjadi sebaiknya selalu dijaga agar masing-masing mengetahui gejolak pasangannya, dan timbul rasa saling memahami, mengerti dan mengasihi yang lebih lagi. 

Sebab satu hal yang sering terlupakan, pernikahan tak sekadar soal komitmen, tanggung jawab, hak dan kewajiban, namun lebih dari itu, pernikahan adalah soal cinta, kasih sayang, kerjasama dan persahabatan yang harus terus dipupuk dan dipererat dari waktu ke waktu hingga maut memisahkan.

Semoga selalu dan semakin berbahagia ya, Moms!
6. Komunikasi dan Keterbukaan adalah Kunci