Disleksia adalah salah satu gangguan saraf otak dalam kemampuan membaca dan menulis. Biasanya disleksia dialami pada anak-anak usia 7-8 tahun, namun tidak dipungkiri dapat dialami orang dewasa. Penyakit disleksia ini membuat penderitanya sulit dalam membaca sebuah kalimat, menyusun kata dan mengejanya dengan lancar. Gejala yang umum terjadi adalah lambat dalam membaca atau menuliskan suatu kata, atau sering kali huruf-hurufnya terbalik-balik.

Pengakuan Tamara Bleszynski

Hal ini juga diungkapkan Tamara dalam postingannya. Ia mengakui bahwa ia memiliki kesulitan untuk membaca dan hal tersebut lantaran disleksia yang ia alami. Hurufnya terasa terbolak-balik baginya.

"Aku dulu punya kesulitan utk membaca yg benar, karena huruf2 seperti menari2 bagiku. E menjadi G, A menjadi B dll..dan susah bagiku utk mengingat urutan alphabet yg simpel" tulisnya di caption
Pengakuan Tamara Bleszynski
source: https://www.instagram.com/tamarableszynskiofficial/
baca juga

Pantang Menyerah dan Tetap Berkarya

Namun, ternyata penyakit tersebut tidak menghalangi Tamara untuk berkarya. Ia tetap semangat dalam menyuarakan puisi yang dibacanya. Tamara mengunggapkan perjuangannya tetap membacakan naskah puisi tersebut walau mengalami disleksia, dengan cara menghafal naskahnya. Meski huruf-huruf tersebut menari dalam ingatannya, dengan tekad, Tamara menghafal seluruh naskahnya.

"Karena huruf2 menari2 dlm ingatanku, berbeda dgn tulisannya..walau sdh pakai kaca mata. Tapi semangatku utk mengingat semua naskah, lebih besar dari kekuranganku" tutup Tamara di akhir caption.
Pantang Menyerah dan Tetap Berkarya
source: https://www.instagram.com/tamarableszynskiofficial/

Unggahan Tamara ini kemudian banjir komentar para penggemarnya. Beberapa mengungkapkan bahwa mereka tetap nge-fans dengan Tamara. Dan beberapa lainnya menceritakan pengalaman serupa ketika didiagnosis penyakit disleksia. Walau mengidap disleksia, penggemarnya menilai pembacaan naskah puisi oleh Tamara tetaplah keren dan menyentuh hati.

Tentang Disleksia

Penyakit disleksia ini dapat menyerang siapa saja, terutama anak-anak dalam masa tumbuh kembangnya. Namun, hingga saat ini belum ada penyebab khusus penyakit disleksia ini. Beberapa peneliti mengemukakan bahwa kemungkinan besar penyakit disleksia ini disebabkan genetik atau keturunan orang tua. Beberapa juga mengungkapkan bahwa paparan obat atau infeksi pada masa kehamilan atau cacat lahir dapat menjadi faktor penyebab disleksia.
Tentang Disleksia
source: http://www.freepik.com
Penyakit disleksia tidak dapat disembuhkan, namun dengan diagnosis sejak dini, penyakit ini dapat ditangani agar tidak semakin parah. Dengan diagnosis yang tepat, ada metode dan terapi khusus untuk menangani pasien dengan disleksia.

Apabila Moms menemukan gejala seperti kesulitan atau lamban dalam hal membaca, menulis, mengeja, melafalkan dan bahkan mengingat kata-kata pada anak atau orang dewasa, sebaiknya konsultasikan dengan dokter segera, ya, Moms!