1. Bunga

Umumnya, ketika hutang atau pinjaman kredit baik di bank atau online, memiliki bunga yang harus dibayarkan. Bunga ini bisa memiliki nominal yang cukup besar, sehingga ketika membayar hutang, uang yang dikeluarkan akan menjadi lebih banyak. Belum lagi bila ada risiko bunga yang menyebabkan menggulung pembayaran.

Dilansir dari WolipopDetik, Bareyn Mochaddin selaku CEO Rizkanna Financial Plan mengungkapkan, "Ada risiko bunga yang menyebabkan menggulung pembayarannya. Sehingga kalau tidak bisa membayar akan di-blacklist ,jadi sulit untuk mengajukan KPR, kredit mobil dan itu akan mengganggu kehidupan ke depannya."
1. Bunga
source: http://www.thinkstock.com/romolotavani

2. Jatah bulanan lebih sedikit

Jika sudah hutang, otomatis tiap bulan harus mengangsur pembayaran hutang sesuai dengan nominal yang sudah ditetapkan. Hal ini membuat pengeluaran menjadi lebih besar, sehingga jatah bulanan untuk sehari-hari akan menjadi lebih sedikit. Dengan begitu, harus ada pengeluaran yang lebih dihemat. Biasanya pengeluaran untuk hiburan akan menjadi lebih sedikit atau terpotong. Padahal hiburan dan refreshing termasuk penting untuk membuat tubuh dan pikiran lebih segar.

2. Jatah bulanan lebih sedikit
source: http://www.shutterstock.com
baca juga

3. Tidak dapat mengelola keuangan

Adanya cicilan dapat membuat pasangan baru stres menghadapinya. Karena adanya hutang ini, membuat pengelolaan keuangan menjadi buruk. Biasanya pasangan baru akan kewalahan dalam mengelola keuangan. Karena hutang, pasangan jadi tidak bisa menyiapkan dana darurat. Tidak hanya itu, pasangan juga tidak bisa menyiapkan asuransi kesehatan, biaya pendidikan dan lainnya.

"Adanya cicilan yang besar membuat semua ini sulit dicapai. Tidak ada dana darurat dan asuransi membuat pasangan tidak memiliki perlindungan yang akan membuat pasangan terpapar risiko keuangan," ujar Bareyn.
3. Tidak dapat mengelola keuangan
source: http://www.pixabay/putuelmira

4. Tidak bisa investasi

Investasi merupakan hal yang dapat berdampak besar ke depannya. Investasi menjamin keuangan yang lebih sehat di masa mendatang. Namun, bila pasangan memiliki hutang atau cicilan yang belum lunas, investasi bukanlah hal yang prioritas. Padahal, membeli rumah, mobil, termasuk investasi. Dengan adanya hutang, hal-hal seperti ini jadi tertunda. Bila hutang atau cicilan terlampau banyak atau masa cicilnya lama, akan berpengaruh pada keuangan. Keuangan akan menjadi tidak sehat.
4. Tidak bisa investasi
source: http://www.shutterstock.com

Dengan berbagai risiko tersebut, Bareyn menyebutkan berutang untuk pesta pernikahan idaman sangatlah tidak direkomendasikan. Sebab utang tersebut dapat membuat keuangan Moms dan pasangan tidak sehat di masa ke depan.

Lebih baik pikir-pikir kembali ya, Moms bila ingin hutang demi acara pernikahan idaman!