Bau Ketiak

Aroma tidak sedap pertama yang tanpa Moms sadari akan muncul saat kehamilan adalah bau ketiak. Alasan penyebab bau ketiak saat hamil adalah karena perubahan hormon dan kondisi badan yang lebih besar. Hal ini membuat tubuh cenderung jadi mudah berkeringat.

Bau Ketiak

Masalah bau badan di masa kehamilan dapat dicegah dengan mengenakan pakaian longgar dan beralilah ke sabun anti bakteri yang membantu membunuh bakteri. Selain itu, gunakan handuk bersih dan oleskan deodoran setelah mandi agar tubuh tetap segar sepanjang hari.

Bau Pusar

Tentu pusar di perut ibu hamil menandai tempat di mana tali pusar janin terpasang di dalam rahim. Namun sayangnya, aroma tidak sedap pada tubuh ibu hamil ternyata juga berasal dari pusar. Pusar yang berlipat-lipat membuat keringat dan kotoran bercampur menjadi daki hingga akhirnya menimbulkan bau.

Bau Pusar

Pusar perut adalah rumah bagi banyak bakteri ketika diabaikan kebersihannya. Sebagian besar bakteri tidak berbahaya, tetapi dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi. Agar pusar tidak berbau, maka harus menjaganya agar tetap bersih dan sehat dengan bantuan cotton bud yang sudah dicelupkan ke dalam air garam.

baca juga

Bau Rambut

Bau tidak sedap selanjutnya adalah bau rambut dari kulit kepala. Saat hamil, sebagian perempuan harus terbiasa dengan kenyataan bahwa efek kehamilan membawa perubahan bau tidak sedap pada rambutnya. Hal ini umum terjadi selama kehamilan. Sementara karakteristik bau rambut di masa kehamilan berasal dari kulit kepala akibat ketidakseimbangan hormon.

Untuk mengatasinya, cobalah menggunakan sampo anti bakteri atau sampo khusus kulit kepala tertentu dan menghindari tidur dengan rambut basah.

Bau Rambut

Bau Vagina

Aroma vagina yang khas bisa sedikit berubah ketika hamil lho, Moms. Dilansir dari Parents bahwa seluruh bagian berubah ketika hamil dan itu termasuk aroma pada bagian pribadi. Di mana ketika laju metabolisme basal dan pasokan darah meningkat, maka menimbulkan bau di vagina.

Bau Vagina

Sementara suplai darah yang meninggi inilah mengubah keseimbangan pH di vagina dan sering kali menghasilkan aroma yang pekat di masa kehamilan. Untuk mengatasinya, mintalah obat anti jamur pada dokter.

baca juga

Bau Mulut

Bau mulut atau halitosis adalah suatu kondisi di mana napas berbau busuk. Perubahan hormon, dehidrasi dan faktor makanan dapat menyebabkan bau mulut selama kehamilan. Dikutip dari laman Mom Junction, bau mulut merupakan salah satu gejala kehamilan. Ini terjadi karena kadar hormon yang berfluktuasi seiring perkembangan janin.

Bau Mulut
source: https://health.detik.com/

Di mana perubahan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan akan meningkatkan produksi plak di gigi. Peningkatan jumlah plak juga menyebabkan radang gusi yang selanjutnya menjadi infeksi pada jaringan gusi.

Nah Moms, itu tadi 5 aroma tidak sedap yang akan sedikt mengganggu ketika masa kehamilan. Jadi rajin-rajinlah membersihkan diri saat hamil ya, Moms.