Seperti dilansir NewsDetik, sebuah postingan tentang bayi berusia 2 bulan yang diduga meninggal dunia setelah mendapat imunisasi viral di media sosial. Banyak pertanyaan kepada pihak tim Jabar Saber Hoaks terkait postingan yang diunggah pada Senin (20/1/2020) tersebut.

Sayangnya ketika dicek postingan yang dibuat pemilik akun bernama "mbu daffa abdurrahman mzifc" itu hari ini telah dihapus. Meski begitu tulisan yang dibuat akun tersebut sempat disalin oleh detikcom.

Postingan bermula saat pemilik akun bercerita tentang kehilangan putranya yang berusia 2 bulan lebih 1 hari. Kronologi meninggalnya sang bayi dipaparkan secara detil oleh pemilik akun tersebut.

Diduga Karena Imunisasi, Bayi Usia 2 Bulan Meninggal di Sukabumi
"Saat dia berusia 2 bulan lebih 1 hari tanggal 15 Jan 2020, pagi itu jam 07:30 kami ayah mbu dengan kaka nya berangkat dengan hati membawa anak kami ke bidan untuk melakukan imunisasi DPT 1 sampailah kami di sana dde ditimbang dngan berat badan 6,8 kg mashaAllah dan ditidurkanlah dia dikasur untuk diberi vaksin polio dan imunisasi yang biasanya anak sebelum imunisasi dicek suhu tubuh dan detak jangtung ini tidak langsung dia d suntikan ke kaki kanan anak kami," tulisnya.
source: https://news.detik.com/

Singkat cerita pada Kamis (16/1/2020) pemilik akun panik karena muncul bintik-bintik di kaki bayinya. Saat itu ia kembali menanyakan hal itu ke bidan yang melakukan imunisasi. Namun saat itu bidan menyebut bintik-bintik diduga muncul karena alergi.

Diduga Karena Imunisasi, Bayi Usia 2 Bulan Meninggal di Sukabumi
source: https://news.detik.com/
"Saat kami membawanya ke bidan sampailah d sana . ibu ini kenapa kok anak saya jadi merah sama biru2 gini " kata bidan dan diapun menelpon bidan lain dan menyatakan anak saya alergi. Bidan bilang "mungkin anak ini alergi dari susu formula atau bisa jadi dari makanan yang ibu makan ". sedangkan saya kasih asi trus dan suka di selang seling sama sufor sekali kali saya pergi keluar. bidan bilang " coba bawa anak nya konsul ke dr spesialis anak bilih panasaran sekarang sore silahkan cuman kasian dde nya malem2 besok aja atu ya klo mau ke puskesmas janjian sama saya kalo mau ke spesialis anak ada Dr. D di klinik daerah cibadak," beber pemilik akun.
source: https://news.detik.com/
baca juga

Tulisan pemilik akun lalu menceritakan mulai dari bayi yang mendapat penanganan medis di rumah sakit sampai pernyataan kutipan dokter yang menyebut adanya keterkaitan sakit yang dialami bayi dengan imunisasi. Selain itu diceritakan juga bayi sempat membutuhkan donor darah hingga kemudian mendapat oksigen dan akhirnya meninggal dunia.

Diduga Karena Imunisasi, Bayi Usia 2 Bulan Meninggal di Sukabumi
source: https://news.detik.com/
"Dan kali ini saya pun trauma untuk memberi anak saya imunisasi dan peristiwa kamipun sampai ke provinsi untuk diteliti karna peristiwa yang kami alami baru terjadi dan jangan sampai peristiwa ini menimpa siapapun lagi dan kami tidak menuntut siapa pun disini dan berusaha melepaskan nya dan mencoba meredam dendam kami " dan kami swkeluarga menerima ini karna ini takdir yang Allah beri dan kita mengambil hikmah dari peristiwa ini. Selamat jalan malaikat kecilku. jemput kami dengan senyuman mu "muhammad Atharrazka Ashauqi" tutup pemilik akun dalam tulisan tersebut.
source: https://news.detik.com/

Berdasarkan petunjuk tempat, waktu, tanggal dan nama Detikcom lalu menelusuri informasi tersebut ke RSUD Sekarwangi, Cibadak. Pihak rumah sakit kemudian menelusuri nama-nama yang disebut dalam tulisan warganet tersebut.

Diduga Karena Imunisasi, Bayi Usia 2 Bulan Meninggal di Sukabumi
"Berdasarkan tanggal dan nama dari bayi yang dimaksud memang betul ada (pasien) atas nama itu. Kronologi yang diceritakan betul. Hanya untuk penyebab (kematian) saya tidak ada kewenangan, dokter yang akan menjelaskan," ujar Humas RSUD Sekarwangi Ramdansyah.
source: https://news.detik.com/
baca juga

Menurut Ramdan keterangan dalam tulisan warganet menyebut kematian karena diduga akibat imunisasi. Ia tidak bisa menyimpulkan langsung tanpa ada keterangan pasti dari dokter. Dokter berinisial D yang disebut, Ramdan menduga itu adalah dokter Dian yang memang bertugas di rumah sakit.

Diduga Karena Imunisasi, Bayi Usia 2 Bulan Meninggal di Sukabumi
source: https://news.detik.com/
​​​​​​​"Dokter Dian agendanya seminggu sekali hanya di hari Jumat, kalau berkenan kita aturkan waktu untuk bisa konfirmasi langsung ke dokter yang dimaksud nanti di hari Jumat," tandasnya.
source: https://news.detik.com/

Sayangnya, pemilik akun tidak memberikan respons saat akan dikonfirmasi. Pagi tadi, ia sempat mengunggah permintaan maaf.

"Maaf postingan sebelumnya membuat khawatir semua pihak. Tak ada maksud kami untuk membuat panik.. Kami hanya ingin berbagi pengalaman supaya kita lebih sigap dalam bertindak ketika dalam menerima kasus atau kejadian seperti ini," namun lagi-lagi postingan itu pun kembali dihapus.

Kenapa Ada Bayi yang Sakit atau Meninggal Usai Divaksin?

Terlepas dari kebenaran kabar tersebut, namun sebagai orang tua, Moms harus mengetahui mengapa ada bayi yang justru sakit setelah menerima vaksin. Terkadang ditemukan beberapa kasus bayi atau anak yang sakit bahkan hingga meninggal setelah ia diberikan vaksin tertentu. Sebenarnya apa yang menjadi penyebab anak sakit atau meninggal usai divaksin? Berikut ini penjelasannya, Moms.

Seperti dilansir HealthDetik, menurut dr Rifan Fauzie, SpA dari RSAB Harapan Kita Jakarta, obat vaksinasi yang diberikan bisa saja memberikan reaksi alergi hebat bahkan sampai meninggal termasuk vaksin.

Kenapa Ada Bayi yang Sakit atau Meninggal Usai Divaksin?
"Yang namanya obat bisa menimbulkan reaksi alergi hebat bahkan sampai meninggal termasuk vaksin. Jadi jangan semata-semata kesalahan ditujukan pada vaksin saja," ujar dr Rifan Fauzie, SpA dari RSAB Harapan Kita Jakarta, saat dihubungi detikHealth, Rabu (20/6/2012).
source: https://health.detik.com/

dr Rifan menjelaskan biasanya efek yang fatal disebabkan oleh alergi hebat sehingga menimbulkan syok dan kalau tidak segera ditolong bisa menyebabkan kematian. Tapi kasus ini sangat sangat jarang terjadi, diperkirakan dari 1 juta hanya ada 1-2 kasus saja.

"Dan kita nggak pernah tahu alerginya apa, jadi tidak adil jika hanya menyalahkan vaksin semata, karena hal-hal diluar itu seperti makanan juga bisa menimbulkan reaksi alergi yang fatal," ungkapnya.

Biasanya jika mengalami alergi yang hebat maka anak akan kolaps karena pembuluh darah di tubuh melebar secara mendadak sehingga suplai darah berkurang. Kalau tidak segera ditolong bisa menyebabkan kematian.

Kenapa Ada Bayi yang Sakit atau Meninggal Usai Divaksin?
"Sedangkan efek samping atau efek simpang vaksin yang paling sering adalah nyeri di tempat suntik, demam serta kemerahan," ujar dokter yang juga berpraktek di RS Bunda Menteng, Jakarta.
source: https://health.detik.com/

dr Rifan menyarankan bagi orangtua yang membawa anaknya untuk divaksin sebaiknya tunggu dulu di tempat imunisasi minimal 15 menit dan jangan langsung pulang. Kalau selama 15-30 menit tidak terjadi reaksi apa-apa baru diperbolehkan pulang, karena biasanya reaksi fatal berlangsung cepat.

Sedangkan jika timbul demam adalah reaksi yang tidak berbahaya. Demam yang dikategorikan sebagai efek samping wajar umumnya hanya berlangsung selama 2-3 hari dan orangtua tidak perlu panik yang penting perbanyak minum air putih. Jika lebih dari 3 hari demam tidak juga turun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.