Hai ! Saya Raras, memutuskan menikah di usia yang menurut sebagian orang masih sangat muda, (aku menikah di usia 23 tahun) dan sekarang punya satu balita gemas yang lagi lincah lincah nya dan aktif aktif nya. Perempuan, usia nya 18 bulan. Namanya Alishalka Nafara Rachman, panggil saja dia Fara :))​​​​​

Gak mudah ya jadi ibu muda, emosi yang blm stabil kadang bikin aku jadi gampang moody ketika menghadapi Fara. Aku sempat mengalami baby blues (tapi gak sampe parah banget sih ga paham juga bisa dikategorikan baby blues atau bukan hehe). Aku merasa sedikit depresi sama perubahan yang terjadi dalam diriku semenjak Fara lahir. Aku merasa belum bisa menerima dan jadi gak percaya diri, padahal yaa waktu mau launching si Fara aku excited banget sampe aku buru-buru'in dokter nya untuk langsung operasi aku hehehhe (aku melahirkan fara secara sesar, akan aku share d blog berikutnya). Balik lagi ke baby blues, tidak berlangsung lama krn support orang orang sekitar ku terutama suami. Setelah rasa depresi itu sedikit hilang aku merasa bersalah banget sama si baby Fara dan selalu mengingatkan ke diriku sendiri bahwa aku gak selamanya bisa peluk dia, cium dia, seperti ini. Akan ada saatnya dia tumbuh besar dan mulai punya dunia sendiri malah nanti aku yg bakal rindu fara jadi bayi lagii hehe. 

Peran suami sangat penting ketika istri lagi merasa "Baby blues" , setidak nya dengan pelukan atau kata kata yang menenangkan seperti "Kamu makin cantik setelah melahirkan" ((yailaaahhh)) bisa meredakan rasa gundah gulana dalam hati ketika baru menjadi seorang ibu. Dan selalu ungkapkan apa yg dirasakan jangan memendam sendiri. Cerita ke sesama ibu yg pernah merasakan hal yang sama jadi bisa saling sharing pengalaman. Buat mommy mommy yang sedang merasakan baby blues, ku kirim pelukan hangaat dari siniii. Kalian ga sendirian :) Salam kenal dari aku yang bakal selalu curcol di Blog, insya Allah curcol nya berfaedah hehehehe. See you on the next Blog!