Puasa bagi Ibu Hamil & Menyusui

Pada dasarnya, puasa Ramadhan hukumnya wajib. Baik bagi laki-laki maupun perempuan yang sudah memasuki masa baligh, atau sudah haid bagi perempuan. Dan wajib bagi mereka untuk mengganti jika meninggalkan puasa tersebut.

Nah moms, hal tersebut pun berlaku bagi ibu hamil dan menyusui. Namun keduanya memiliki syarat dan ketentuan khusus apabila berhalangan untuk tidak melakukannya. Yuk simak keterangannya.

Puasa bagi Ibu Hamil & Menyusui

Membayar hutang puasa bagi ibu menyusui yang mengkhawatirkan dirinya saja

Bagi ibu hamil dan menyusui yang mengkhawatirkan dirinya jika berpuasa, maka hanya perlu membayar hutang puasanya diluar bulan Ramadhan moms. Terlebih seperti ibu hamil muda yang masih merasakan mual dan muntah dan dikhawatirkan akan terjadi dehidrasi, maka boleh meninggalkan puasa dengan alasan wajib membayar hutang puasa tersebut diluar bulan Ramadhan. Begitupun dengan ibu menyusui, moms.

Membayar hutang puasa bagi ibu menyusui yang mengkhawatirkan dirinya saja
baca juga

Membayar hutang puasa bagi ibu menyusui yang mengkhawatirkan anaknya

Terdapat aturan berbeda bagi ibu hamil dan menyusui yang hanya mengkhawatirkan anaknya. Misalnya sejak usia MPASI si anak susah makan dan hanya mengandalkan ASI. Atau menurut dokter jika ibu hamil berpuasa maka kesehatan janin akan berbahaya. Nah moms, jika moms mengalami kondisi tersebut maka kamu diperbolehkan untuk meninggalkan puasa atau tidak berpuasa.

Membayar hutang puasa bagi ibu menyusui yang mengkhawatirkan anaknya

Adapun cara membayarnya di kemudian hari yakni dengan moms mengganti puasa selama yang ditinggalkan, serta membayar fidyah sebesar satu mud selama jumlah hari moms tidak berpuasa. Dalam hal ini satu mud sama dengan 7 Ons atau 8 ons dikalikan jumlah hari yang ditinggalkan dan diberikan kepada orang yang tidak mampu.

Membayar hutang puasa bagi Ibu hamil & menyusui yang menghawatirkan diri dan anaknya

Pada dasarnya menurut mahdzab Syafi’i. Apabila seorang ibu yang sedang menyusui mengkhawatirkan anaknya dan kesehatan dirinya jika berpuasa, maka diperbolehkan dalam islam untuk tidak berpuasa. Hal ini disebabkan karena jika tetap melanjutkan puasa akan membahayakan kesehatan moms dan bayinya.

Tetapi moms tetap berkewajiban untuk menqadla atau mengganti puasa yang ditinggalkannya di lain hari dan membayar fidyah sebagaimana ketentuan ketika mengkhawatirkan kesehatan anaknya. Semoga bermanfaat moms!

Membayar hutang puasa bagi Ibu hamil & menyusui yang menghawatirkan diri dan anaknya