Karena tidak dianggap sebagai salah satu penyakit yang berbahaya, orang tua sering kali menganggap remeh batuk yang dialami anak. Sebenarnya batuk sendiri merupakan gejala yang timbul sebagai tanda adanya suatu penyakit. Jadi ketika anak mengalami batuk sebaiknya moms segera melakukan observasi mengenai penyebab dan bagaimana gejala batuk yang dialami anak. Sebab bisa saja batuk yang dialami anak bukanlah batuk biasa, melainkan batuk rejan. Apa itu batuk rejan?

Pengertian Batuk Rejan

Batuk rejan disebut juga sebagai pertusis. Pertusis merupakan infeksi pernapasan serius yang disebabkan oleh bakteri bernama Bordetella pertussis. Penyakit ini akan mengakibatkan napas menjadi pendek dan susah. Menurut CDC, bakteri Bordetella pertussis akan berinkubasi dalam waktu lima hingga sepuluh hari. Meskipun biasanya gejala batuk rejan berlangsung tidak lebih dari tiga minggu. 

Pengertian Batuk Rejan
baca juga

Gejala Batuk Rejan

Mengutip Healthline, yang dilansir dari Haibunda, gejala umum yang ditunjukkan pada pasien batuk rejan adalah kondisi seperti gejala flu, hidung berair, dan demam. Dalam dua minggu biasanya pasien akan mengalami batuk kering yang membuatnya susah bernapas. Pada anak-anak, terkadang batuk rejan akan membuat suara mereka jadi seperti berteriak tapi kecil. Dalam kondisi yang lebih parah, gejala yang muncul adalah muntah, sumeng, mulut biru, dehidrasi, dan susah bernapas.

Gejala Batuk Rejan

Risiko Batuk Rejan

Bayi di bawah enam bulan yang mengalami batuk rejan dan tidak segera tertangani bisa mengalami komplikasi berupa pneumonia, kejang, kerusakan otak, dehidrasi, turun berat badan, serta susah bernapas. Sedangkan pada orang dewasa, komplikasi yang disebabkan batuk rejan bisa berupa hernia perut, tulang rusuk memar atau retak, dan rusaknya pembuluh darah di kulit atau bagian putih mata.

Risiko Batuk Rejan
baca juga

Penanganan dan Pencegahan Batuk Rejan

Untuk bayi dan anak-anak, batuk rejan akan ditangi dengan perawatan inap dan pemberian cairan infus untuk mencegah dehidrasi. Obat lain yang bisa diberikan yaitu berupa antibiotik, sangat tidak disarankan memberikan anak dengan batuk rejan obat batuk biasa. Upaya terbaik yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit ini adalah dengan vaksinasi. Jenis vaksin yang diberikan yaitu vaksin pertusis yang juga mampu untuk mencegah penyakit difteri serta tetanus.

Penanganan dan Pencegahan Batuk Rejan