Olahraga dan diet sehat rasanya jadi sia-sia bila berat badan malah bertambah. Perut pun membuncit karena timbunan lemak yang sulit hilang. Ini bisa jadi karena hormon. Sebab seiring bertambahnya usia, sedikit saja ada gangguan pada hormon bisa menyebabkan lemak perut tak kunjung hilang. Lantas, apa saja tanda-tanda lemak di perut karena hormon?

1. Lingkar Perut Melebar Meski Makan dengan Benar

Salah satu tandanya adalah bila tiba-tiba perut Moms membuncit dalam semalam. Padahal sebagian besar dalam hidup Moms, Moms punya perut yang relatif rata.

"Seiring bertambahnya usia, tubuh dapat menjadi lebih resisten terhadap insulin, yang mendorong tubuh untuk menyimpan lemak alih-alih membakarnya," jelas Sara Gottfried, MD, penulis The Hormone Cure dan The Hormone Reset Diet, dilansir dari Womens Day.

source: https://www.lifestyleupdated.com/wp-content/uploads/2017/03/lose-belly-fat.jpg


Insulin adalah hormon alami yang diproduksi pankreas untuk mengubah glukosa menjadi energi. Bila tubuh resisten terhadap insulin, tubuh tidak menyerap glukosa dengan baik sehingga terjadi penumpukan lemak. Sementara itu resistensi insulin dapat meningkatkan karena hormon estrogen.

“Hormon estrogen menjadi lebih dominan saat memasuki perimenopause dan seterusnya. Dominasi estrogen meningkatkan resistensi insulin, yang menyebabkan penumpukan lemak perut, "katanya.

baca juga

2. Tidak Merasa Kenyang

Resistensi insulin dapat menyebabkan terganggunya leptin, hormon yang mengingatkan kita ketika kita kenyang. Bila leptin terganggu, kita akan terus makan karena tidak menerima sinyal untuk berhenti. Bila sudah begini, berat badan bisa bertambah dan perut pun membuncit.

2. Tidak Merasa Kenyang
source: https://blogs.biomedcentral.com/bugbitten/wp-content/uploads/sites/11/2018/03/burger_pic-620x342.jpg

3. Mengalami Mood Swing

Lemak perut lebih susah dihilangkan bila Moms memasuki tahun-tahun sebelum dan sesudah menopause. Pada masa ini kadar estrogen sering berfluktuasi. Ini menyebabkan perubahan suasana hati (mood swing) dan kenaikan berat badan di sekitar bagian tengah tubuh. 

3. Mengalami Mood Swing
source: https://www.verywellmind.com/thmb/BRMOhumUa8tEMKPXxoogHn-_TBc=/768x0/filters:no_upscale():max_bytes(150000):strip_icc():format(webp)/Depressed-woman-567371633df78ccc1505e2aa.jpg
baca juga

4. Stres Terus-Menerus

Sulitnya menghilangkan lemak perut juga bisa disebabkan karena kortisol. Kortisol sering disebut sebagai hormon stres. Kadar kortisol meningkat ketika tubuh merasa cemas. Ini bisa membuat kenaikan berat badan yang sulit dikendalikan.

Jacqueline Montoya, MD, dokter pemilik GreenMed MD menjelaskan, "Tingkat stres dan kecemasan yang tinggi dapat membuat tubuh masuk ke mode bertahan hidup, yang mana dapat meningkatkan kadar kortisol kita dan memberi sinyal tubuh untuk menyimpan lebih banyak lemak."

4. Stres Terus-Menerus
source: https://cdn-prod.medicalnewstoday.com/content/images/articles/321/321450/stressed-woman-at-work.jpg

5. Lelah Tapi Sulit Tidur

Insomnia dan kelelahan bisa jadi alasan kenapa lemak perut sulit hilang. Kurang tidur menyebabkan kelelahan, yang bisa memicu stres dan insomnia. Ini bisa mengacaukan hormon, khususnya kortisol.

“Kortisol yang tinggi dapat menyebabkan penurunan kadar tiroid, yang dapat menyebabkan bertambahnya berat badan di tubuh bagian tengah. Selain itu hal kortisol tinggi juga dapat menurunkan hormon pertumbuhan, yang bertugas untuk pembentukan jaringan, pertumbuhan otot, dan kesehatan secara keseluruhan," jelas Dr. Montoya.

5. Lelah Tapi Sulit Tidur
source: https://www.moneycrashers.com/wp-content/uploads/2017/07/natural-remedies-fight-insomnia-1068x713.jpg

6. Tips Mengendalikan Hormon

Alasan kenapa mengatasi lemak perut itu sulit adalah karena semua masalah saling berhubungan satu sama lain. Intervensi medis bisa dilakukan untuk menghilangkan lemak perut. Namun ada cara alami yang bisa Moms lakukan untuk mengatur ulang kadar hormon.

  • Tentukan apa yang Moms makan, berapa jumlah porsi olahraga, berapa jam Moms tidur, dan bagaimana Moms menangani situasi yang membuat stres. Disebut Dr. Montoya, ini adalah kunci memerangi ketidakseimbangan hormon.
  • Rombak total apa yang Moms makan. Dr. Gottfried merekomendasikan untuk memangkas asupan gula, gluten, susu, alkohol, dan kafein. Usahakan makan sayuran setiap hari dan protein.
  • Puasa intermiten juga direkomendasikan oleh Dr. Gottfried, dengan metode 16:8. Setiap hari ada waktu 8 jam makan dan 16 jam puasa semalam. Bila Moms makan jam 4 pagi, maka boleh makan lagi pukul 8 malam.
  • Lakukan olahraga HIIT (Hight Intensity Interval Training), yakni olahraga kardio dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat, biasanya 10-20 menit. Selain itu, tidur minimal 7-8 jam tiap malam.