Dihamili Tetangga Sendiri

Seperti dilansir Haibunda, Selama empat tahun lalu, Bunga dibawa kabur oleh SF. Selama pelariannya, SF membawa Bunga ke sebuah gubuk di dalam hutan, di kawasan Ciwidey, Bandung. Awalnya Bunga tak tahu-menahu apa yang sedang menimpanya. Usianya kala itu masih 11 tahun.

Sebelum dibawa ke gubuk, Bunga diajak pelaku ke daerah Pameungpeuk, Garut. SF mengaku ingin menengok anaknya. Namun, setelah itu Bunga langsung dibawa ke gubuk. Dengan segala keterbatasan, Bunga berusaha untuk bertahan hidup bersama SF.

Dihamili Tetangga Sendiri
source: https://www.haibunda.com/
"Di sana diajak oleh pak SF untuk tinggal di sebuah saung di tengah hutan. Jauh dari pemukiman penduduk," ungkap Bunga.
source: https://www.haibunda.com/

Sempat Minta Pulang

Bunga sempat minta pulang ke rumah, tapi pelaku berjanji akan membawa pulang setelah setahun tinggal di gubuk berukuran 2,5x2,5 meter itu. Miris ya, Moms?

Untuk bertahan hidup, Bunga melakukan cocok tanam di lahan yang menurut informasi berada di kawasan Perhutani tersebut. Sehari-hari, Bunga dan SF makan nasi dengan lauk lalapan serta sayuran yang direbus.

Sempat Minta Pulang
​​​​​​​"Ya makan itu saja, nasi sama daun singkong atau sayur. Hampir setiap hari," kata Bunga.
source: https://www.haibunda.com/
baca juga

Dijanjikan Pulang

Tak cuma dipaksa bertahan hidup di gubuk, Bunga juga digauli oleh SF. Bunga selalu diiming-imingi untuk pulang pada keluarga dan dinikahi jika hamil. Hal tersebut yang membuat Bunga tetap bertahan di dalam hutan.

"Belum terpikir kalau Pak SF itu bohong, karena dijanjikan mau tanggung jawab, percaya saja. Apalagi kan saya sulit mau ke mana-mana, karena ada di dalam hutan," kata Bunga.

Dijanjikan Pulang
source: https://www.haibunda.com/

Selama Hamil Belum Pernah Kontrol Ke Dokter

Sejak awal kehamilan hingga usia kandungan 9 bulan, Bunga mengungkap dirinya belum pernah diperiksa secara medis di klinik atau dokter tentang kondisi janinnya. Bunga tak diperiksakan karena SF dicari oleh keluarganya.

"Karena Pak SF dicari, jadi tidak pernah dibawa periksa. Selama awal hamil ya seadanya saja, tapi belum pernah sampai kenapa-kenapa kandungannya," papar Bunga.

Selama Hamil Belum Pernah Kontrol Ke Dokter

SF baru berani keluar dari hutan di usia kandungan yang sembilan bulan. SF membawa Bunga kembali ke Cianjur dan keduanya dicurigai oleh tetangga sekitar sehingga dilaporkan ke polisi.

SF kini sedang diproses hukum. Sementara itu, Bunga rencananya akan membesarkan sendiri bayi dalam kandungannya setelah lahir. Meski masih remaja, Bunga mengaku akan bekerja untuk membiayai anaknya tersebut.

"Saya akan rawat anak saya setelah lahir. Untuk kebutuhan mau kerja, apa saja kerjaannya yang penting bisa membiayai anak. Tidak masalah saya masih kecil juga, saya akan besarkan anak ini sendiri," ujarnya.

baca juga

Kekerasan Seksual Masa Kecil Menurut Psikolog

Masih dilansir Haibunda, menurut psikolog anak dari Tiga Generasi, Anastasia Satriyo M.Psi., Psikolog, jika kekerasan seksual dialami di masa kecil bisa maka bisa memengaruhi kepercayaan diri anak. Terlebih, di usia yang masih sangat muda, konsep diri anak plus cara pandang mereka terhadap dunia masih dalam proses pembentukan, Moms.

Diibaratkan Anas, membangun konsep diri itu seperti susunan lego yang dibangun bertahap lewat pengalaman-pengalaman yang dialami anak. Nah, ketika anak mendapat pengalaman berupa kekerasan seksual, hancurlah bangunan konsep diri yang lagi dia bangun.

Kekerasan Seksual Masa Kecil Menurut Psikolog
source: https://hellosehat.com/

Biasanya, jika pengalaman kekerasan seksual ini intens dan 'memalukan' menurut anak, dia pun tidak akan mencari bantuan yang tepat dan optimal. Akibatnya, kondisi ini akan memperparah konsep diri anak. Tidak hanya itu, lama kelamaan pengalaman mendapat kekerasan seksual bisa memengaruhi cara anak merasa dan mengungkapkan emosi.

"Kondisi ini juga berpengaruh pada kepribadian mereka yang biasa 'menampung' penderitaan, menjadikan kata-kata negatif dan kasar yang digunakan oleh pelaku kekerasan sebagai konsep diri anak, kemudian ada perasaan nggak berdaya," kata Anas waktu berbincang sama HaiBunda.

Untuk itu, sebagai orangtua, sebaiknya kita waspada ya, Moms. Percaya pada orang lain terlebih tetangga, memang tidak mengapa. Karena orang terdekat yang akan membantu kita ketika tertimpa masalah adalah tetangga. Tapi jangan percaya sepenuhnya. Karena bisa saja, kepercayaan Mommies disalahgunakan. Semoga kejadian yang menimpa Bunga, tidak terjadi pada anak-anak kita ya, Moms.