1. Bersungguh-Sungguh Mengabdi Meski dalam Keterbatasan

Adalah Panji Setiaji, seorang guru honorer yang saat ini namanya sedang viral. Ia mengajar di sebuah Sekolah Dasar (SD) di Sukabumi, Jawa Barat, sebagai guru matematika. Seperti kisah-kisah guru honorer lainnya, gajinya per bulan pun sangat minim, hanya sebesar Rp300 ribu.

Dengan uang yang pas-pasan itu, Panji memberikan sebagian gajinya untuk sang ibu. Sementara sisanya, ia pakai untuk membeli bensin untuk motornya agar bisa tetap berangkat mengajar. Padahal, ia sendiri butuh sepatu dan tas baru.

"Belum kepikiran untuk beli sepatu, motor baru, saya tetap pakai seadanya aja," kata Panji dalam video DetikNews.

Tas yang biasa ia pakai sudah robek, sementara sepatu yang ia kenakan saat mengajar sudah tak layak lagi. Bagian bawah sepatunya bolong hingga memperlihatkan telapak kakinya. Namun daripada kenyamanan diri sendiri, Panji lebih memikirkan murid-muridnya yang harus ia ajar.

1. Bersungguh-Sungguh Mengabdi Meski dalam Keterbatasan
source: https://instagram.fcgk18-2.fna.fbcdn.net/v/t51.2885-15/e35/82525298_495826381132372_2017098118201035190_n.jpg?_nc_ht=instagram.fcgk18-2.fna.fbcdn.net&_nc_cat=104&_nc_ohc=bnJMDPPEaRAAX_E60xN&oh=b1f645f88defa90aa4c5c9ac508bfcde&oe=5EDB7AA5

2. Tak Pernah Mengeluh dalam Hal Apapun

Sebagai seorang anak, Panji dikenal sang ibu sebagai anak laki-laki yang baik, soleh, dan rajin salat berjamaah di masjid. Ia juga giat bekerja dan bertanggung jawab pada pekerjaannya sebagai tenaga pengajar.

Yang juga membuat sang ibu bangga adalah sifat Panji yang rendah hati dan sabar walau punya masalah berat sekalipun. Meski bergaji minim dan tak mampu membeli sepatu baru, Panji ikhlas dengan keadaannya.

"Salutnya dia itu gak pernah ngeluh (sepatunya bolong), ya udah dipakai aja," kata sang ibu.

baca juga

3. Santun kepada Orang Tua

Guru honorer yang juga pegiat literasi ini dinilai santun oleh Kristiawan Saputra, relawan yang mendonasikan motor dan sepatu baru untuk Panji.

Saat itu Kang Kris, sapaannya, melakukan survei dengan mengunjungi rumah Panji. Dari situ ia menyaksikan sendiri bagaimana keseharian Panji, dan hubungannya dengan ibu yang sangat ia hormati.

Bahkan untuk makan saja, Panji akan izin dulu kepada ibunya. Bila ibunya tidak ada di rumah, ia tidak akan makan sampai ibunya datang. Makanannya pun sengaja tak ia habiskan agar sang adik bisa ikut makan.

3. Santun kepada Orang Tua
source: https://instagram.fcgk18-2.fna.fbcdn.net/v/t51.2885-15/e35/81915805_170990194155390_8748593653493013090_n.jpg?_nc_ht=instagram.fcgk18-2.fna.fbcdn.net&_nc_cat=106&_nc_ohc=Ww-oCfsARWcAX9TsiDI&oh=b6fe061fbed57c15e0ad0d6e1cc8165c&oe=5EB51B30

4. Sangat Mencintai Buku

Sisi lain dari guru honorer ini adalah sikapnya yang sangat menghargai buku. Di rumahnya ada perpustakaan kecil dengan koleksi mencapai 1000 buku. Buku-buku tersebut ia pungut dari jalanan, ada pula yang ia beli dari toko buku bekas. Karena cinta pada buku inilah, Panji juga cerdas dalam matematika.

"Dan yang bikin saya surprise, dia memiliki pemahaman matematika yang lebih dari yang lain. Dia punya metode berhitung sendiri yang tidak dimiliki orang lain," ungkap Kang Kris.