Iritasi atau kemerahan pada kulit merupakan salah satu gangguan kulit yang kerapkali ditemukan pada kulit bayi, terutama bayi pada minggu-minggu awal setelah kelahirannya. Iritasi dapat terjadi pada seluruh titik tubuh, mulai dari wajah, leher, punggung, perut, paha, pantat, hingga selangkangan bayi. Selain itu, iritasi akan membuat si bayi tidak nyaman karena adanya rasa gatal dan perih yang ditimbulkan, sehingga sangat mungkin jika bayi akan menangis keras. Tentunya sebagai orang dewasa, Beautynesian tidak akan tega melihat dan menyaksikan kondisi ini terjadi pada makhluk mungil nan rapuh yang masih belum memahami apapun itu? Oleh sebab itu, kamu perlu mengetahui beberapa faktor penyebab iritasi kulit pada bayi. Here they are!
 

source: http://www.netparents.org/how-to-deal-with-colic-babies/



Penggunaan Produk Pembersih Bayi


Kulit bayi masih sangat sangat sensitif dan rentan terhadap zat-zat asing. Oleh sebab itu, penggunaan produk bayi seperti sabun mandi, bedak, minyak, lotion, dan deterjen untuk membersihkan pakaian bayi, yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi bayi seperti paraben, phthalates, zat pewarna, dan pengharum, akan berpotensi menciptakan iritasi pada kulitnya.

baca juga



Penggunaan Popok


Penggunaan produk popok sekali pakai yang tidak tepat berpotensi menciptakan iritasi pada kulit. Popok yang tidak langsung diganti setelah basah akan membuat urin atau kotoran yang mengandung ammonia menimbun dan menempel pada kulit bayi untuk waktu yang cukup lama. Penggunaan popok yang terlalu kencang juga dapat menyakiti kulit bayi yang masih sangat tipis. Tidak hanya itu, zat-zat kimia yang terkandung pada popok sekali pakai mungkin tidak cukup kuat diterima oleh kulit bayi yang masih sensitif.



Kulit yang Lembap


Kulit bayi yang lembap dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti popok yang terlalu rapat sehingga tidak ada ruang bagi udara, ataupun pakaian bayi yang terlalu sempit sehingga memproduksi keringat lebih banyak. Ketika kulit bayi lembap, bahan-bahan kimia iritan yang terdapat pada popok maupun kimia akan semakin mudah terserap sehingga dapat memunculkan reaksi negatif dari kulit bayi, yaitu iritasi kulit. Selain itu, keringat yang menumpuk akibat suhu lembap juga dapat menyebabkan biang keringat pada bayi lho.

baca juga



Alergi Makanan


Meskipun belum banyak variasi makanan yang dapat dikonsumsi bayi, alergi terhadap makanan bisa menjadi salah satu faktor penyebab iritasi kulit pada bayi lho. Tidak sedikit bayi yang memiliki alergi terhadap makanan seperti susu sapi dan seafood, sehingga ketika kamu mulai memberikan susu sapi formula sebagai pengganti ASI, atau bubur ikan tim sebagai MPASI, kulit bayi mungkin akan iritasi.



Air Liur


Yes, air liur ternyata berpotensi menyebabkan iritasi kulit lho, Beautynesian. Iritasi ini biasanya berbentuk kemerahan atau bintik-bintik kecil berwarna merah pad area yang sering terkena air liur bayi, seperti area disekeliling bibir, dagu, pipi, hingga mungkin leher.



Yuk lindungi buah hati dari 5 penyebab iritasi kulit ini, sehingga bayi kamu dapat selalu senang dan tersenyum menggemaskan!
 

source: https://giphy.com/search/happy-baby