Halo mommies, sedikit cerita tentang pengalaman saya dulu ketika hamil & melahirkan Mandira..

Jadi saya ini minus kedua matanya cukup tinggi yaitu -7 dan cylinder, dan karena faktor ini pula saya sampai pindah-pindah RS cari dokter yang pro-normal.

Jadi menurut informasi yang berkembang, ibu hamil dengan mata minus tinggi sangat beresiko jika melahirkan normal. Karena pada saat mengejan semua otot, termasuk otot mata akan bekerja dan menjadi tegang, sehingga dikhawatirkan akan merusak syaraf, peradangan mata, bahkan hingga buta sementara. Meskipun masih banyak dokter yang pro & kontra akan teori ini ya.


So long short story…

Dokter di RS pertama, walaupun tidak langsung mematahkan semangat untuk lahiran normal, namun agak tersirat bahwa beliau tidak mau ambil resiko hal yang tidak diinginkan dengan pasien beliau.

Dokter di RS kedua, pro normal namun tetap menyarankan saya periksa dulu ke dokter mata dan mendapatkan surat keterangan dapat dilakukan tindakan persalinan normal.

Sambil konsultasi ke ahli kesehatan atau teman-teman, sambil ikhtiar dan sering minum jus wortel, pergilah kami untuk konsultasi & periksa ke dokter spesialis mata. Hasilnya memang retina saya kurang bagus, walaupun tidak terlalu tipis juga karena usia saya waktu itu 28tahun, retina mulai menipis di usia 35tahun ke atas.

Well atas beberapa pertimbangan dan saran dokter mata, dokter obgyn dan keluarga, maka diputuskan saya harus menjalani tindakan persalinan dengan Sectio Caesaria, huhuu..tidak apa-apa deh yang utama bayi & ibunya sehat selamat.

Anyway sampai saat ini saya masih berkeinginan nanti bisa melahirkan normal untuk anak kedua, namanya VBAC (vaginal birth after caesarean). Detailnya bagaimana.. barangkali ada mommies yang punya pengalaman VBAC bisa dishare ya, saya juga masih perlu banyak belajar soal itu.

Love