Continuing from my previous blog post...

JADI apa yang harus dilakukan orang tua agar bermain tetap menyenangkan, aman dan selamat? Menurut Paman Billie, orang tua harus mengenalkan konsep bahaya dan resiko ke anak, sehingga ia punya life skill untuk mengenali bahaya dan mengurangi risikonya. Sebagai contoh jika anak bermain di luar lari-larian karena takut jatuh dan terbentur orang tua pasangin helm ke anaknya. Dengan begitu orangtua mem-bypass fase edukasi dan diskusi dengan anak tentang bahaya dan risiko. Ini sama saja dengan pilihan memakaikan pelampung kepada anak tetapi mengabaikan mengajarinya berenang.


Tidak dapat kita melarang dan menghalangi anak untuk beraktivitas selama itu tidak amoral, tidak membahayakan dirinya dan orang lain. Karena tugas dan kewajiban anak untuk bermain dan meng-eksplor segala sesuatunya. Banyak ahli mengatakan bahwa golden period anak adalah saat 0-5 tahun, dimana otaknya berkembang sampai 90%.

Tugas kita sebagai orangtua bukanlah melarang melainkan menjaganya agar tidak terjadi hal-hal buruk terhadap anak.

Lalu bagaimana caranya?

SKI memperkenalkan suatu metode yang disebut A.N.A.K

Yaitu suatu akronim yang berarti:

Amati bahayanya

Nilai risikonya

Ambil tindakan

Komunikasikan

Lalu ada dimana saja bahaya itu? Telah disebutkan di atas bahwa bahaya akan selalu ada sepanjang manusia berkegiatan. Artinya bagi anak bahaya dan risiko ada di rumah, di perjalanan dan di tempat tujuan (sekolah, daycare, playground dll).

Risiko terbesar yang sering terjadi di rumah adalah (1) terpeleset, terjatuh, tersandung, (2) terjepit , (3) terbakar benda panas.

Safe Kids Indonesia (SKI) menganjurkan agar setiap caregiver (siapapun yang mengasuh anak) untuk mempunyai keahlian (skill) : pemadaman api (fire fighter), P3K (first aid), berkendara selamat (safety riding/defensive driving) dan komunikasi efektif.

Mengajarkan anak dan memasukkan nilai-nilai keselamatan dalam pendidikan keseharian anak tidak hanya berdampak langsung pada keselamatan fisiknya langsung tetapi juga akan berpengaruh pada pembangunan karakternya secara tidak langsung. 

Anak adalah tanggung jawab kita sebagai orangtua. Bahaya selalu ada di setiap kegiatan dan tempat, baik di rumah, perjalanan dan tempat tujuan. Sebagai orangtua tugas kita untuk menciptakan ruang dan lingkungan yang ramah, bebas cidera dan sehat untuk anak agar anak dapat bertumbuh kembang dengan bahagia. Namun jangan sampai kita terjebak pada menghilangkan bahaya karena akan berakibat kita jadi orangtua yang overprotective. 


So yah, yuk mari kita sama sama terus belajar termasuk tentang safety, dan mari jadikan safety sebagai hal utama. Because safety is a part of parenting too 😊

Terimakasih Tim RBE dan SKI untuk sesi diskusi terbuka yang begitu bermanfaat, semoga dgn tulisan ini dapat di akses dan diaplikasikan oleh lebih banyak lagi orang tua lainnya.. Coz sharing is caring 😘


**Resume Kulwap oleh Ruang Terbuka Emak bekerjasama dengan Safe Kids Indonesia**