Belakangan ini menikah muda memang menjadi tren, wanita dalam rentang usia 20- 30 tahun memutuskan untuk menikah cepat dan langsung memiliki momongan. Banyak alasan yang bermunculan, beberapa diantaranya dapat memengaruhi mindset wanita lain untuk turut mengambil keputusan menikah muda.
Setiap keputusan pasti memiliki pro dan kontra serta tanggung jawab, termasuk ketika kita memutuskan untuk menikah muda. Banyak hal yang harus didiskusikan sebelumnya bersama pasangan dan keluarga, terkait dengan karir, finansial, peran serta tanggung jawab bersama. Jangan sampai keributan kemudian muncul karena keputusan yang diambil terasa memberatkan salah satu pihak.
Salah satu permasalahan yang muncul yaitu seputar peran penting seorang istri terhadap pendidikan, karir hingga urusan rumah tangganya. Tidak sedikit pasangan yang bertengkar karena urusan seperti ini. Beberapa wanita berikutnya merasa terkekang dan dibatasi karirnya, kemudian menjadi beku karena setiap hari berada di  rumah dengan anak dan pekerjaan rumah yang setiap hari tiada henti. Ada juga pasangan yang akhirnya mengorbankan anak-anaknya karena pilihan suami dan istri mengejar karir. Lalu mana yang lebih tepat?



Moms, coba luruskan kembali niatnya. Untuk apa Moms memilih kembali bekerja? Hasil survey sederhana yang saya lakukan sendiri, jawabannya bermacam-macam, diantaranya merasa sayang karena lulusan sarjana, menjaga gengsi dihadapan teman-teman, ingin lebih produktif dan tidak berdiam di rumah setiap hari, ingin punya penghasilan sendiri, ingin membantu meringankan beban suami. Dari pertanyaan  tersebut saya yakin Moms bisa menilai mana niat yang tulus dan mana yang memikirkan ego sendiri. Jika sudah terjawab dan ternyata niatnya sudah keliru, coba luruskan kembali niatnya sebelum mengambil keputusan.
Menjadi orang tua bukanlah perkara yang mudah, bukan juga perkara yang harus ditakuti. Beberapa orangtua ingin terjaga eksistensinya di social media namun banyak mengesampingkan urusan anak-anaknya. Atau orangtua yang terobsesi menjadi terkenal dengan menjadikan si kecil sebagai objeknya, at least kepuasannya tidak terletak untuk si kecil namun untuk dirinya sendiri, karena mendapat like atau comment puluhan ribu misalnya.



Apapun keputusannya, di rumah atau berkarir, Anda adalah orang tua terbaik selama Anda menjaga amanah tersebut. Berperan dengan sangat professional dengan pilihan Anda. Diluar sana, ada banyak orang yang menginginkan posisi Anda saat ini ayitu menjadi seorang ibu dengan anak-anak yang lucu serta dapat membersamainya setiap detik, tak harus ikut bekerja. Atau ada juga yang menginginkan posisi Anda yaitu ibuyang tetap bisa bekerja meskipun telah memiliki buah hati.
Ambillah keputusan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab lalu jalani dengan penuh ketulusan dan kasih sayang. Ketika hati dan pikiran sudah negative thinking maka akan sulit rasanya menemukan solusi dari kebimbangan kita namun ketika kita bisa mengontrol emosi dan tetap menyebarkan energy positive kepada anggota keluarga yang lain, terkadang secara tak sengaja kita menemukan solusinya karena hal-hal kecil yang justru tidak kita sadari.