Haiii ibu ibuuu,
udah baca cerita ibu beruang tentang bullying kemaren, sedih gak sih buibu kalo kita sebagai orang tua adalah pealaku bullying sendiri, so ya yg belum baca bisa baca dsini ya

so well apa sih sebenernya bullying sendiri itu,
bullying adalah salah satu bentuk dari perilaku agresi dengan kekuatan dominan pada perilaku yang dilakukan secara berulang-ulang dengan tujuan mengganggu anak lain atau korban yang lebih lemah darinya

apa beda bullying dan bercanda, ada kan kasus bullying trus si pelaku ngeles bilangnay becanda
jadi, beda nya adalah merugikan atau tidak di salah satu pihak, kalo bercanda maka dua duanya happy dan tidak ada yang tersakiti, kalo satu aja yang happy dan satu lainya tersakiti maka itu adalah bullying, so ya ibu ibu memang harus di lihat dari dua belah pihak

lalu apa aja yang termasuk bullying
bullying itu ada yang fisik, menyakiti fisik,
memukul, menjegal, menghancurkan barang, mencuri, mendorong, meninju, menghancurkan barang orang lain, mengancam secara fisik,
dan aja juga bullying secara psilologis, membuat orang lain tidak merasa nyaman dan tertekan, menyebarkan gosip, mengancam, gurauan yang mengolok-olok, secara sengaja mengisolasi seseorang, mendorong orang lain untuk mengasingkan seseorang secara soial, dan menghancurkan reputasi seseorang.
Bullying verbal, contohnya menghina, menyindir, meneriaki dengan kasar, memanggil dengan julukan, keluarga, kecacatan, dan ketidakmampuan diri
Nah yang baru nihh yang banyak di lakukan kids jamam now adalah bullying cyber, cuma pake jempol kita bisa membully orang, siapa aja, di semua social media, tinggal make jempol dan walaaaaaaa terjadilah bullying bahkan bisa lebih parah daripada bullying di kehidupan nyata

jadi ibu ibu, anak anak seperti apa yang mempunyai kecenderungan sebagai pelaku bullying?
1.ada kecenderungan faktor X, yaa faktor X yaitu anak anak yang memang bawaan usil, gak enak deh kalo gak ngusilin temen nya
2. dalam pertemanan atau keluarga bermasalah itu wajar, dan kadang terjadi permusuhan, anak anak dengan lingkungan yang mempunyai kecenderungan memusuhi mempunyai rasa dendam dan ingin membalas
peran orang tua sangat besar, para pelaku bullying ini lebih sering tidak mendapatkan perhatian yang cukup dari kedua orang tuanya, jadi mereka mencari perhatian dengan cara mengganggu
3. gender sebagai laki laki, anak laki laki lebih sering menjadi pelaku bullying, Seringkali orang menilai bahwa menjadi seorang laki-laki harus kuat dan tak kalah saat berkelahi. Hal ini secara tak langsung menjadi image kuat yan menempel pada anak laki-laki bahwa mereka harus mendapatkan pengakuan bahwa mereka lebih kuat dibanding teman laki-laki lainnya. Akhirnya perilaku ini membuat mereka lebih cenderung agresif secara fisik.
4. Biasanya, anak yang pernah mengalami kekerasan khususnya dari orang tua lebih cenderung 'balas dendam' pada temannya di luar rumah. Karna mereka merasa tidak berdaya di rumah, disini orang tua melakukan bullying terhadap anak, dan anak balas dendam ke lingkungan luar rumah
5. Anak anak yang pernah berkelahi, menjadi salah satu kemungkinan pelaku bullying Kadang berkelahi untuk membuktikan kekuatan bisa menjadikan seseorang ketagihan untuk tetap melakukannya. Bisa jadi karena mereka senang karena memperoleh pujian oleh banyak orang.
6. Televisi, video game, dan film banyak menyuguhkan adegan kekerasan, atau perang. Meski seharusnya, orang tua melakukan pendampingan saat menonton atau bermain video game untuk anak di bawah umur, nyatanya banyak yang belum melakukan ini. Ekspos media terhadap adegan kekerasan ini sering menginspirasi anak untuk mencobanya dalam dunia nyata

so ya ibu ibu jadi dari ke 6 point di atas, most of them itu di mulai dari rumah, bagaimana keadaan anak di rumah, bagaimana kita memperlakukan dan mendidik anak di rumah
jadi buibu, di manapun kita mensekolah kan anak, semua tetap kembali ke rumah, pendidikan karakter pertama kali adalah di rumah
segala sesuatu yang terjadi di rumah akan menjadikan anak kita seperti apa

yap, di postingan selanjutnya saya akan bahas tentang korban bullying, tentu saja semua berdasarkan apa yang saya dapat pada saat mengikuti seminar anti bullying di sekolah anak saya beberapa pekan lalu

love
ibu niar