1. Keinginan yang Tidak Terpenuhi

1. Keinginan yang Tidak Terpenuhi
source: https://www.kiddocare.my

Tahukah Moms, tantrum biasanya mulai terjadi saat anak memasuki usia 15 bulan, namun paling sering terjadi antara usia dua dan empat tahun. Penyebab tantrum pada anak yang pertama biasanya yakni jika keinginan Si anak tidak terpenuhi. Hal ini terjadi karena anak belum mampu menjelaskan apa yang menjadi keinginannya dengan kata-kata. Inilah penyebab sehingga emosi mereka meledak dan menjadi tantrum. Nah, untuk mengatasinya sebaiknya Moms memahami jenis tantrum pada anak sehingga bisa lebih mudah untuk mengatasi emosinya. 
 

2. Kurang Perhatian Orangtua

2. Kurang Perhatian Orangtua
source: https://images.agoramedia.com

Kurang perhatian orangtua bisa jadi penyebab lain anak menjadi sering tantrum. Misalnya anak kurang dapat perhatian karena kedua orangtua bekerja atau Moms sibuk mengurus Sang adik sehingga perhatian untuk kakaknya berkurang. Karena ia merasa kurang perhatian orangtua, maka anak akan melakuka hal-hal agar diperhatikan. Misalnya menangis kencang, berguling-gulingan di lantai, mengamuk, dan menjerit-jerit merupakan hal umum yang akan ia lakukan. Nah, pada masa-masa inilah orangtua harus peka dan bisa mengembalikan mood anak agar kembali baik. 

baca juga

3. Tidak Nyaman dengan Lingkungan Sekitar

3. Tidak Nyaman dengan Lingkungan Sekitar
source: https://www.todaysparent.com

Penyebab anak menjadi tantrum selanjutnya adalah karena faktor lingkungan yang membuat Si kecil tidak nyaman. Misalnya anak merasa kesepian karena tinggal di lingkungan yang jarang terdapat teman-teman sebayanya. Hal ini bisa membuat anak merasa bosan karena hanya bermain seorang diri dan bosa dengan mainannya. Saat-saat seperti inilah Moms harus mencari cara untuk memcah kebosanan Si kecil agar tidak terus menerus tantrum. 

4.Orangtua Terlalu Overprotective

4.Orangtua Terlalu Overprotective
source: https://www.verywellfamily.com
Perilaku anak-anak adalah ingin bermain dan melakukan apa yang ia sukai. Sebagai orangtua memang kita harus menjaga anak agar tidak melakukan hal-hal yang bisa membahayakan dirinya. Boleh saja orangtua melarang, namun tidak perlu bersikap overprotective. Sikap berlebihan orangtua inilah yang bisa memicu anak berprilaku tantrum lho, Moms. Selain itu yang perlu Moms ketahui lainnya adalah tantrum dibedakan menjadi dua jenis yaitu, tantrum manipulatif dan tantrum frustasi. Tantrum manipulatif adalah perilaku memberontak yang dilakukan si kecil ketika keinginannya tidak terpenuhi dengan baik. Sedangkan tantrum frustasi adalah perilaku anak karena belum bisa mengekspresikan emosi dengan baik.