Seperti dilansir dari Parents, Meri Wallace, pakar parenting dan terapis anak dan keluarga, mengatakan kemarahan yang dramatis alias tantrum ini akibat “kurangnya bahasa”, dimana bayi dan balita tidak dapat mengungkapkan apa yang salah atau apa yang mereka inginkan.

“Sebaliknya, mereka mengekspresikan perasaan dan kebutuhannya secara fisik. Mereka akan menangis dan menjerit, meronta-ronta atau menendang kaki,” kata Wallace.

Di masa pandemi, anak-anak merasa terkurung di rumah akibat tidak dapat bermain di luar bersama teman-temannya. Moms dan Dads tentunya akan menghadapi masalah perkembangan ekspresi dan emosi anak. Nah, inilah yang menjadi tugas baru orangtua mengajari si kecil untuk mengendalikan amarahnya. Berikut ini 6 cara mengajarkan anak mengelola emosi mereka:

Terima Kemarahannya


Terima Kemarahannya
source: https://freepik.com/

Saat si kecil marah, katakana jika Moms mengetahuinya. Terima emosi mereka agar anak tahu bahwa ia dan amarahnya baik-baik saja. Moms tentu tidak ingin kan jika si kecil menyembunyikan emosi mereka. Moms bisa mengucapkan kalimat sederhana seperti, “Mama tahu kamu marah”. 

baca juga

Bantu Anak Mengungkapkan dengan Kata


Bantu Anak Mengungkapkan dengan Kata
source: https://freepik.com/

Secara alami, anak-anak tidak tahu bagaimana mengungkapkan kemarahannya dengan kata. Moms bisa menanyakan hal apa yang membuatnya kesal atau marah secara perlahan. Katakan jika jia mau mengungkapkan kemarahannya, maka Moms akan membantunya. Seiring waktu, anak akan menjadi terbiasa dan mampu mengungkapkan kemarahannya dengan kata-kata.

Memasuki usia 5 tahun, anak-anak mengembangkan superego mereka, yang bertindak sebagai tanda berhenti internal dan membantu mereka mengendalikan letupan emosinya.

Cari Solusi Terbaik


Cari Solusi Terbaik
source: https://freepik.com/

Tantrum sering dianggap sebagai upaya manipulasi anak untuk mendapatkan keinginannya. Orangtua dianjurkan untuk membiarkan anak “berteriak” atau malah berakibat memanjakan mereka. Namun membiarkan anak menangis tidak mengajarkan mereka kemandirian dan menangani amarahnya. Faktanya, anak-anak membutuhkan bantuan untuk keluar dari amarahnya.

Cobalah memberikan solusi seperti ketika si kecil ingin bermain di luar namun cuaca hujan. Sebagai alternatif, Moms bisa mengajaknya bermain bersama di rumah.

baca juga

Slow Down


Slow Down
source: https://freepik.com/

Hentikan tantrum sebelum semakin memburuk. Hindari memberikan penolakan secara langsung ketika anak meminta sesuatu. Berikan penolakan secara positif atau alihkan perhatian mereka. Ajak anak berdiskusi dan dengarkan keinginannya. Bila perlu, alihkan perhatian mereka dan ajak si kecil berpindah lokasi.

Bawa Anak ke Tempat yang Lebih Tenang


Bawa Anak ke Tempat yang Lebih Tenang
source: https://freepik.com/

Jika sedang berada di tempat umum dan si kecil mulai tantrum, bawa ia ke tempat atau ruang yang lebih tenang. Tempat yang tenang dan jauh dari kebisingan membantu Moms menenangkan si kecil.

Tetapkan Batasan


Tetapkan Batasan
source: https://freepik.com/

Meskipun Moms ingin si kecil merasa tidak apa-apa untuk marah, jelaskan padanya mengamuk atau memukul tidak boleh dilakukan. Jelaskan secara sederhana kenapa ia tidak boleh memukul. Anak cenderung akan mengikuti jika alasannya masuk akal. Jangan lupa Moms, jadilah panutan dan berikan contoh yang baik bagaimana ia harus mengendalikan emosinya.