Baru-baru ini saya dan keluarga liburan singkat ke Surabaya. Lumayan lah ya melepas penat. Halah. 

Kami berangkat menggunakan pesawat kelas ekonomi. Dengan membawa anak usia 2 tahun tentu situasi di dalam pesawat menegangkan bukan ? Anak lagi aktif-aktifnya apalagi dengan kondisi ruang yang sempit, termasuk dengan anak saya, dia tidak terlalu betah di pesawat, karena memang ruang sempit membuat dia susah bergerak, ditambah lagi anak saya tidak suka di pasangkan safety belt. Repot ya buibuk harus berdebat dulu dengan pramugarinya, mereka ingin cepat anak kita menggunakan safety belt tapi kita yang berfikir berulang kali bagaimana cara agar anak tidak berontak menggunakan safety belt. 

Cara saya adalah dengan mengeluarkan semua mainan yang saya bawa, saya berikan ke anak saya agar tidak rewel. Tapi, bukan berarti dengan begitu anak saya langsung anteng. Tentu saja tidak hahaha, karena selang beberapa menit anak saya mulai tidak bisa diam lagi, yang mana pesawat akan segera take off. Ya sudah cara terakhir saya adalah mengeluarkan handphone yang sudah offline dan memasang film yang sudah di download ( sebenarnya cara ini tidak boleh ditiru ya :)) ). Lalu bagaimana dengan sepanjang perjalanan ke surabaya di udara. Ternyata jika sudah terbang, anak saya lebih mudah diam, karena dia melihat-lihat awan dari jendela pesawat. Karena anak saya masih menyusu dan belum bisa disapih maka lebih mudah lagi membuat anak saya tidur di pesawat, yaitu dengan cara menyusuinya. Ini trik yang paling ampuh bagi saya jika berada si situasi seperti ini, lagi pula jarak tempuh kurang dari 1 jam sudah sampai, sehingga anak saya tidak lanjut rewelnya. 

Oke, lalu bagaimana dengan kepulangan kami, nah kami memutuskan untuk tidak menggunakan pesawat lagi, bukan karena ruang sempit ya, tapi kami ingin anak kami punya pengalaman naik kereta api dan kami juga sedang uji nyali ( memangnya horor ) :)). Kami juga naik kereta kelas bisnis dengan pertimbangan kenyamanan.

Naik kereta api dari Surabaya menuju Jakarta bukan perjalanan singkat, kami harus menempuh jarak 9 jam perjalanan. Lama ya. 

Membaca situasi di dalam kereta memang berbeda jauh dengan di pesawat ya, di kereta ruangnya agak sedikit luas tapi sangat bersih sekali, termasuk dengan toilet. saya kira awalnya anak saya akan rewel dengan perjalanan panjang, namun yang ada malah anak saya sepanjang perjalanan dihabiskan dengan tidur, mungkin dengan udara yang dingin dan seperti di ayun-ayun membuat anak-anak menjadi mudah ngantuk ya, beda sekali dengan di pesawat belum terbang saja sudah banyak drama. Lalu sesekali anak saya bangun untuk makan, dan kadang bermain di lorong kereta jalan dari depan gerbong ke belakang, ya walaupun tetep ujung-ujungnya kalau dia mulai sedikit cranky saya mengeluarkan hp ya buibuk :)), tapi setelah itu ya tidur.

Buat kami orang tua, yang melelahkan adalah terlalu lama duduk, makanya sesekali saya ke toilet, so far perjalanan dari Surabaya ke Jakarta menggunakan kereta sangat menyenangkan, tidak berasa lama karena disuguhi pemandangan cantik, seperti laut, sawah, perumahan dll, yang pasti saya sih kebanyakan tidur ya karena nyaman, ya habisnya dikasih bantal hehehe. Di dalam kereta juga ada yang menjual makanan dan snack jadi perjalanan cukup menyenangkan. Secara harga juga kereta lebih murah dibandingkan pesawat ya. Tapi jarak tempuh lebih enak pesawat dibanding kereta. 

Nah ibu-ibu lainnya adakah yang punya pengalaman seperti saya, membawa anak balita menggunakan transportasi umum yang berbeda menuju daerah di satu pulau ? Jadi pilih naik pesawat atau kereta api ? Kalo saya sih pilih pesawat ajalah ya, karena pertimbangan waktu yang lebih cepat sampai walaupun keduanya sama-sama ada plus minusnya.