Saya percaya bahwa setiap kehamilan akan membawa kenangan tersendiri dan cerita yang berbeda. Setidaknya itu yang saya alami saat ini. Usia kandungan saya sudah memasuki trimester kedua, baru sampai di sini saja sudah begitu banyak perbedaan yang dirasakan baik secara fisik maupun secara psikologis. Ya gimana nggak, hamil sambil ngurus balita tanpa nanny itu sungguhlah menguras tenaga dan pikiran #halah. Inilah 7 hal yang berbeda antara kehamilan pertama vs kehamilan kedua versi saya:

1. Sindrom Mual Muntah Pada Saat Hamil

Beruntung bagi Moms yang nggak merasakan sindrom ini saat kehamilannya karena saya merasakannya di dua kehamilan saya. Hanya saja, sindrom yang terjadi pada saat kehamilan kedua ini sangat bertolak belakang dengan kehamilan sebelumnya. Di trimester pertama kehamilan kedua, saya mulai mengalami mual dan muntah di usia kandungan 11 minggu dan berlangsung sekitar 4 minggu saja dengan frekuensi yang sedikit. Sementara, pada saat trimester pertama di kehamilan sebelumnya saya mengalami mual dan muntah sepanjang hari, mulai dari usia kandungan 9 minggu sampai usia kandungan 17 minggu.


tenor.com

2. Perbedaan Kondisi Fisik

Kehamilan pertama terasa ringkih karena mual dan muntah yang terus menerus tapi saya masih tetap aktif bekerja. Berat badan malah turun, flek di minggu ke 10 dan sempat pingsan saat usia kandungan 18 minggu. Di kehamilan kedua ini, saya sudah menjadi ibu rumah tangga. Namun karena saya mengalami pusing dan vertigo yang berbarengan dengan mual dan muntah di trimester pertama, saya tidak bisa beraktivitas seperti biasanya karena tidak kuat untuk berlama-lama duduk, berdiri dan juga berjalan. Bahkan menatap layar hp dan laptop lama-lama saja langsung kambuh lagi. Untungnya saat hal itu berlangsung sebentar dan terjadi saat saya berada di rumah orang tua di Bandung. Jadi, ada back up dalam mengurus si kakak selagi saya beristirahat. 


tenor.com

Di kehamilan kedua ini, saya juga merasa fisik saya lebih sensitif. Sering merasakan sakit punggung dan pegal di bagian pinggang mulai trimester pertama (dan masih berlangsung), yang pada kehamilan sebelumnya baru dirasakan ketika trimester ketiga. Eh, ini apa gara-gara sambil ngurus balita juga ya? Hehe. Saya sudah bisa merasakan gerakan si calon adik di usia kandungan 14 minggu, sementara di kehamilan sebelumnya baru bisa merasakannya setelah memasuki trimester kedua. Yang paling nggak enak sih, perut saya jadi sensitif banget sama pedas. Setelah makan yang pedas, perut terasa perih dan kembung, padahal di kehamilan sebelumnya baik-baik aja. Semoga di trimester ketiga nanti bisa membaik, apalah saya tanpa makanan yang pedas, bagaikan lagunya Ari Lasso. Hampa. :( #ceileh

3. Perbedaan Kondisi Psikologis

Saat kehamilan pertama, saya merasa banyak parno dan panikannya (ada nggak sih yang nggak begini?). Misalnya, mau makan sushi yang mentah, seafood atau makan mie instant aja mikir banget sampai akhirnya nggak jadi. Padahal sih, dokter kandungan saya waktu itu nggak ada larangan apa-apa soal makanan. Nah di kehamilan kedua ini cenderung lebih santai dan cuek. di saat mual melanda, mie instant menjadi penyelamat. Malah suami yang cerewetin supaya nggak sering-sering (jadi dia yang parno, hehe).

Di kehamilan kedua ini saya juga masih merawat muka. Maskeran, dan minimal pakai lipstick, pensil alis dan bedak kalau mau jalan ke luar rumah. Kalau di kehamilan sebelumnya sih boro-boro merawat muka dan pakai make up, nggak mood banget deh megang alat-alat make up. Alhasil di setiap foto jadi terlihat kucel deh. Nggak ada pregnancy glownya. Hiks. :(

Terus jadi ngerasa lebih baperan. Nonton film atau serial yang sedih aja bisa nangis bergalon-galon atau nonton film thriller dan horror jadi kepikiran dan kebawa mimpi. Saya bahkan dengan sengaja melewatkan film horor Indonesia yang lagi hits itu loh! Lebay yak, tapi gimana lagi, saya jadi lebih seneng nonton yang bisa bikin mood tenang dan happy. Kalau di kehamilan pertama, saya malah cuek aja nonton segala genre.


tenor.com

4. Reaksi Orang-orang Terdekat

Saya sih ngerasanya suami, mertua, adik ipar, orang tua dan adik-adik saya lebih kalem dalam menghadapi kehamilan kedua saya. Ya mungkin karena di kehamilan pertama sempat flek dan pingsan jadi mereka lebih protektif dan cerewet nyuruh saya istirahat melulu. Reaksi pertama begitu tahu saya hamil lagi pun nggak sekaget dan se-excited kayak sebelumnya. 

Reaksi si kakak gimana? Dia excited banget dan malah sering ngajak ngobrol calon adiknya ini. Tapi sebelum saya tahu saya hamil lagi, si kakak super duper nempel sama saya. Posesif banget. Kemana-mana harus ada saya, padahal dia bisa tuh main sendiri sama mainannya sementara saya ngeliatin doang di deketnya dia. Ada masanya dia manggil melulu dan meminta saya melakukan hal-hal yang menurut saya sepele dan bisa dia kerjakan sendiri. Misalnya, ambil mainan yang dia tahu tempatnya di mana padahal saya lagi masak di dapur, atau tiap mau makan maunya disuapin yang biasanya dia selalu makan sendiri. 


tenor.com

5. Rencana Bersalin

Di kehamilan kedua ini, saya browsing lagi tentang dokter kandungan dan rumah sakit yang recommended dengan biaya yang lebih rendah dari sebelumnya untuk bersalin nanti. Iya, faktor biaya jadi perhitungan utama juga karena pengeluaran akan bertambah dan saya pun tidak lagi mendapat pemasukan rutin sendiri tiap bulannya seperti dulu. Saat ini sih terpikir untuk lahiran di Bandung karena ada orang tua saya yang akan membantu mengurus dan menemani si kakak bermain saat hari bersalin tiba dan saya memasuki masa recovery nanti. Support system ini akan membantu saya dalam beradaptasi dengan kondisi baru dan mengelola kembali waktu untuk mengurus 2 anak.

Adanya trauma yang masih membekas di persalinan sebelumnya, saya berniat untuk mengikuti kelas hypnobirth/hypnoterapi nanti. Ada yang punya rekomendasi? Boleh share ke saya ya!

6. Koleksi Foto USG

Pada kehamilan pertama, hampir setiap foto USG harus dicetak. Kalau yang sekarang nggak harus dicetak tiap USG juga nggak apa-apa. Yang penting kita tahu kalau si calon adik di dalam kandungan insyaAllah normal dan sehat. Bukan berarti kita pilih kasih atau cuek ya, Dik! Kita cuma lebih perhitungan aja sekarang. Mendingan uang cetak fotonya ditabung kan ya. Hehe. 


Foto USG, courtesy photo @diniisme

7. Belanja Kebutuhan Newborn

Inget waktu belanja kebutuhan bayi di kehamilan pertama, nggak? Siapa yang kalap? Kalau ada (banyak) Moms yang kalap, tenang, anda nggak sendirian karena saya juga begitu! Hahaha. Udah ada daftarnya aja masih bingung beli apa lagi, terus pas udah beli sesuai daftar ternyata ada yang cuma dipakai sebentar dan ada yang nggak dipakai sama sekali kayak popok kain dan gurita bayi. Kalau sekarang sih udah ada banyak baju, mainan, dan perlengkapan lungsuran dari kakaknya, apalagi kalau nanti si calon adik sama-sama perempuan juga. Jadi bisa sedikit dibatasi belanja kebutuhan newbornnya.


Saya masih menantikan keseruan dan perbedaan lainnya yang mungkin akan lebih banyak lagi di trimester ketiga nanti. Adakah Moms di sini yang sedang hamil anak kedua juga? Sama nggak pengalamannya? Share dong..