Proses menyusui dapat berjalan dengan baik bila posisi pelekatan mulut bayi pada payudara tepat. Tapi bayi dengan tongue tie tidak bisa membuka mulut dengan lebar dan tidak bisa menempatkan lidah di bawah puting Ibu. Alhasil perlekatan bayi pada payudara ibu sering terlepas dan tidak ada yang melindungi puting Ibu dari gusi bayi. Hal ini menyebabkan puting Ibu terluka, bayi pun tidak dapat menyusu dengan baik. Ada  dua cara terapi untuk mengatasi tongue tie, yaitu terapi non bedah dan terapi bedah. Berikut penjelasannya Moms.


 

Terapi Non Bedah

Terapi non bedah adalah upaya untuk memperbaiki perlekatan bayi saat menyusui. Hal ini mempertimbangkan pendapat sebagian ahli bahwa sebagian besar bayi dengan tongue tie tidak memerlukan pengobatan. Pertimbangan utama untuk menentukan perlu tidaknya tindakan dengan mengobservasi seberapa baik lidah berfungsi.

Jika lidah bayi tampak mengetat tetapi bayi masih dapat menghisap ASI dengan baik, bisa menelan ASI tanpa kesulitan, pertumbuhan berat badan bayi normal, dan tidak kesakitan, mungkin tidak perlu tindakan lebih lanjut. Moms bisa mengobservasi (just wait and see) karena freenulum dapat teregang dan lentur dengan sendirinya. 

Sebaliknya, Jika lidah tidak tampak mengetat tetapi bayi mengalami kesulitan menyusu, kesulitan menelan ASI, atau ibu selalu kesakitan saat menyusui, tindakan lanjutan mungkin perlu dilakukan. Sebaiknya Moms selalu melakukan observasi didampingi oleh konselor atau dokter ya. 

source: http://assets.nydailynews.com
<baca juga>

Terapi Melalui Proses Pembedahan

Nah Moms, apabila tongue tie tidak kunjung membaik, maka dilakukan evaluasi kembali dan dokter bisa saja menyarankan tindakan pembedahan. Pembedahan yang umum dilakukan adalah sebagai berikut :

  •  Frenulotomy 

Prosedur Frenulotomy adalah tindakan pemotongan jaringan ikat lidah tanpa proses pembedahan dan pembiusan. Prosedur pembelahan tongue-tie ini menggunakan gunting steril. Tindakan ini dilakukan agar sisi bawah lidah tidak terlalu menempel dengan dasar mult sehingga lidah dapat bergerak dengan leluasa.

Prosedur ini berlangsung dengan cepat dan tanpa pendarahan. Bisa dilakukan di tempat praktek dokter tanpa harus di ruang khusus. Biasanya tindakan ini dilakukan pada bayi yang baru lahir. Segera setelah pemotongan dilakukan, bayi bisa langsung menyusu pada Ibu.

  • Frenuloplasty
Prosedur frenuloplasty adalah pemotongan jaringan diikuti proses penjahitan. Frenuloplasty dilakukandengan pembiusan umum dan menggunkaan operasi yang lebih lengkap. Prosedur ini dilakukan pada kasus lingual frenulum yang lebih tebal, bisa juga pada kasus tongue tie yang lebih rumit sehingga tidak memungkinkan untuk ditangani dengan prosedur frenotomy.

Pada prosedur frenuloplasty, frenulum dilepaskan dan luka ditutup dengan jahitan. Bayi mungkin membutuhkan terapi paskaoperasi untuk melatih pergerakan lidah dan mengurangi resiko timbulnya komplikasi berupa jaringan parut.

Moms, jika ada gangguan menyusui mulai konsultasikan dengan konselor ASI atau dokter, ya. JIka kemungkinan gangguan itu disebabkan tongue tie, segera lakukan terapi Mom. Supaya proses menyusui lebih nyaman untuk Moms dan bayi. Selamat memberikan ASI Moms.
<baca juga>