Jadi ibu dua anak dalam beberapa hal saya merasa sudah sedikit pintar dengan pengalaman anak pertama, tapi ternyata sensasi panik mengurus anak bayi yang belum bisa bicara itu tetap sama lho buk 😢
Seminggu kemarin ini saya galau gemilau, Bian anak kedua saya yang masih berumur 8 bulan kok saya perhatikan kulitnya agak kuning, terutama pada bagian telapak tangan dan telapak kaki yang terlihat jelas. Saya coba tanya pada suami benar gak sih kulitnya agak menguning, suami saya bilang "iya sih agak kuning"


Mulailah saya panik, kenapa ya? ko bisa kuning? ada yang bilang perlu lebih sering dijemur dan mengaitkanya dengan kuning saat lahir, iya sih yang saya tahu juga bayi kuning cuma saat baru lahir saja, dan kebetulan saat lahir bayi kedua saya ini kadar bilirubin nya memang tinggi,  jadi perlu disinar biru, apa iya pengaruh saat disinar?  
Aahh....yang jelas saya bingung dan panik karena selebihnya kalau kulit berwarna kuning itu yang saya tahu ya sakit kuning (minim informasi). 
Dengan panik campur khawatir karena kondisi anak saya juga yang demam dan batuk, saya coba mencari tahu di mbah google.Ternyata info yang saya dapat mengenai penyebab warna kuning pada kulit bayi saya adalah karena terlalu banyak mengkonsumsi wortel, dan setelah saya ingat - ingat lagi, memang benar saya terlalu banyak memberikan makanan yang mengandung beta karoten ke bayi saya bahkan hampir setiap hari saya memberikan pure wortel, tomat, labu, pepaya.
Sayuran yang hijau juga mengandung beta karoten namun tidak terlalu banyak seperti sayur dan buah yang berwarna orange,  nerah dan kuning.  Beta karoten adalah  zat cikal bakal vitamin A. Kelebihan beta karoten dalam darah disebut dengan karotenemia. Kulit jadi kuning, dimulai dari telapak tangan, telapak kaki dan bagian tubuh lainnya.


Sayangnya saya tidak memiliki foto di awal saat bayi saya terlihat sekali warna kuning nya, seandainya terjadi pada bayi ibu,  mungkin ibu bisa membandingkan telapak tangan ibu dengan bayi, biasanya bayi yang kuning karena wortel akan langsung terlihat bedanya.

Informasi dari mbah google ini ternyata cocok dengan dokter anak saat saya memeriksakan Bian, dari awal dokter melihat bayi saya ternyata langsung menebak "ibu banyak kasih makan wortel ya?" setelah saya jawab dan ceritakan kronologisnya dokter hanya tersenyum, dan menenangkan saya dengan informasi lebih lengkap bahwa gejala kuning pada kulit bayi saya akan menghilang sekitar 2-6 minggu setelah stop mengonsumsi wortel.


Setelah itu saya boleh memberikan wortel lagi asal tidak setiap hari karena mungkin bayi saya bisa mendapatkan vitamin A dari sumber lain, seperti telur, susu, mentega, sayuran berwarna hijau (misalnya bayam dan brokoli) serta buah-buahan lainnya. 
Legaaaa bu rasanya.....karena kasus seperti ini tidak saya temukan pada anak pertama saya,  padahal saya memberikan menu makanan yang hampir sama, ya setidaknya saya jadi tahu hal baru yang mungkin untuk ibu -ibu lain sudah pernah mendengar atau mendapat informasi seperti ini. 
Maklum buk...saya terlalu bersemangat untuk memberikan wortel setiap hari kepada bayi saya, dengan harapan agar penglihatannya kelak menjadi baik 😁
Tapi tidak perlu khawatir ya ibu, kita tidak memerlukan obat khusus untuk menghilangkan kuningnya, karena memang kondisi ini tak berbahaya dan dapat hilang sendiri, dan yang paling penting adalah kuning akibat kelebihan beta karoten tidak ada hubungannya buk dengan kuning saat bayi.


Semangat mpasi ibuk ibuk 😊