Mencegah Iritasi


Mencegah Iritasi
source: https://pexels.com/

Mengenakan celana dalam terlalu ketat atau dengan bahan yang melekat di kulit dapat membuat iritasi kulit. Tidak memakai celana dalam ketika tidur dapat membantu mencegah iritasi di area sensitif yang bisa terjadi kapan saja.

Menghindari Infeksi Jamur


Menghindari Infeksi Jamur
source: https://unsplash.com/

Infeksi jamur dapat terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Seperti terlalu banyak mengonsumsi gula dan alkohol, perubahan suhu, serta area celana dalam yang lembap. Celana dalam dengan bahan non-katun malah membuat kulit sulit “bernapas”. Hal ini dapat memicu kelembapan, dimana jamur dapat berkembang biak dengan baik.

baca juga

Membuat Tidur Lebih Nyenyak


Membuat Tidur Lebih Nyenyak
source: https://unsplash.com/

Beberapa celana dalam memiliki bahan yang dapat menimbulkan iritasi di kulit jika dipakai dalam waktu lama. Seperti celana dalam dengan karet di bagian pinggirnya. Jenis celana dalam ini akan terasa ketat karena melekat di kulit hingga menimbulkan rasa kurang nyaman. Beberapa orang memilih untuk tidur tanpa celana dalam demi kenyamanan mereka. Tidur tanpa celana dalam juga membuatmu bebas leluasa bergerak.

Mengurangi Keputihan


Mengurangi Keputihan
source: https://unsplash.com/

Cairan yang keluar dari vagina seperti keputihan bisa terasa sangat menganggu ya, Moms. Keputihan terjadi jika pH dalam miss V tidak seimbang atau jika Moms memakai celana dalam dari bahan yang tidak membuat kulit “bernapas”. Tidur tanpa memakai celana dalam bisa membantu menurunkan risiko terjadinya keputihan lho, Moms.

baca juga

Mencegah Bau Tak Sedap


Mencegah Bau Tak Sedap
source: https://unsplash.com/

Aroma tak sedap dapat timbul di area miss V pada waktu-waktu tertentu atau kondisi tertentu. Tidak memakai celana dalam saat tidur dapat mencegah dan mengurangi risiko timbulnya bau tak sedap di area miss V.

Makin ‘Lengket’ dengan Pasangan


Makin ‘Lengket’ dengan Pasangan
source: https://pexels.com/

Tidur tanpa memakai celana dalam juga sangat bermanfaat bagi pasangan yang sudah menikah. Kontak kulit yang terjadi dapat membuat hubungan Moms dan pasangan akan semakin intim. Hormon oksitosin juga akan terangsang yang turut memengaruhi suasana hati. Tidak hanya Moms, hal ini juga akan membuat pasangan lebih rileks ketika berhubungan seksual. Tentunya, Moms dan pasangan akan semakin romantis dan hubungan semakin harmonis.