Anak-anakmu bukanlah anak-anakmu
Mereka adalah anak-anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu tapi mereka bukan milikmu

Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki ikiran mereka sendiri

Engkau bisa merumahkan tubuh-tubuh tapi bukan jiwa mereka,
Karena jiwa-jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi

Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu

Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak-anak panah yang hidup diluncurkan

Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia meregangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak-anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh

Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah diluncurkannya dengan sepenuh kekuatan.


"Please, jangan kaya gitu ke aku! aku gak suka" yap itu adalah kalimat dari anak pertama saya , mbak ay, saya lumayan kaget loh buibu ketika mbak ay bilang kaya gitu waktu di suruh potong rambut
yap, beberapa waktu lali saya memaksa dia untuk potong rambut karna memang kulit kepalanya bermasalah, terjangkit dermatitis seberoik, saya memaksa dia karena menurut saya demi kebaikan dia, anak saya

saya memang panik ketika mengetahui dia terkena dermatitis, sebenernya sih penyakit umum sekali buat negara beriklim tropis seperti negara kita
dan singkat cerita  akhirnya saya potong rambut dia, dengan paksaan, dalam hati saya "ibu harus lakukan ini demi kebaikanmu, demi kesehatanmu"
dan apa yang saya dapatkan sebuah kalimat "Please, jangan kaya gitu ke aku! aku gak suka"
bukan tangisan, bukan rontaan, bukan rengean dan hal hal yang anak kecil lakukan lainya
saya potong rambutnya dia diam, saya keramasin pake obat dia diam, hanya diam
dan cuma kalimat itu yang keluar setelah semuanya selesai

"ibu, aku gak suka" kata mbak ay lagi
"ya terus gimana kamu kan belum bisa ngurusin rambut sendiri, suka gak mau di keramasin, suka mandi sendiri blablablablablablablablablabla" masih dengan omelan panjang dan lebar.
mungkin malam itu tidur dia tidak nyenyak
dan saya merasa sudah menyelesaikan masalah

besok nya saya bawa mbak ay ke salon untuk membenarkan potongan rambut by. saya yang seadanya, selesai dari salon, mbak
ay berkata lagi "ibu, aku mau di potong tapi gak di paksa kaya semalem, aku takut ibu kan bukan tukang potong rambut, aku mau di salon dan di tanya mau potong rambut seperti apa, aku gak suka ibu gitu ke aku"

deg
tiba tiba saya merasa sangat sakit hati, teramat sakit

dan kata yang keluar hanya "ibu minta maaf mbak ay, seharus nya ibu lebih banyak mendengarkan kamu"

"im oke bu, aku suka sekali dengan rambut baruku, tapi dari kemaren aku pengen banget bilang, tapi aku bingung mau ngomong apa" ya kamu pasti bingung duluan ngeliat ibu yang panik udah kaya kesetanan

"are you okay ay?" kalimat tanya ini sebenarnya hanyalah usaha menghilangkan rasa bersalah saya sebagai seorang ibu
"im oke im oke, aku suka rambut baruku"
kata nya sambil tersenyum lebar
"im sorry ya ay, ibu minta maaf, mulai sekarang ibu janji akan lebih banyak mendengarkan kamu"

sejak saat itu saya tersadar, anak pertama saya ini sudah besar, sudah bisa menentukan jalan hidupnya (halaaah, gak gitu juga maksudnya) artinya dia sudah bisa memilih, sudah mempunyai pendapat dengan jelas, bukan seperti usia sebelumnya, yang mungkin hanya berdasar suka dan "mau aja pokoknya itu"

dia sudah bisa mengatakan "aku suka ini karna " atau "jangan lakukan itu kepadaku karna aku gak suka"

kaget, iya sangat kaget ketika saya "dibantah" oleh anak saya
kaget, ketika dia "menolak" ketika saya melakukan hal yang menurut saya baik buat dia
tapi.... tunggu... ternyata dia, anak kamu niar, hanya menyuarakan apa yang memang seharusnya dia suarakan, apa yang dia rasakan
mungkin kalo jaman saya seumur mbak ay sekarang akan di bilang anak yang membantah, anak durhaka, apalagi kalo ora jawa bilang "bocah ora manut wong tuo"
tapi ya ini jaman memang sudah berubah, ini yang dibilang kids jaman now, yang bisa menyuarakan apa yang dia rasakan

kadang kita sebagai orang tua merasa sudah menyelesaikan masalah anak, mikirnya untuk kebaikan anak, ibu pasti tau yang terbaik buat kamu
zonk
sejak peristiwa kemaren, saya merasa semua sudah berubah
dan apa yang bisa saya lakukan?
LISTEN
LISTEN
LISTEN
take it easy, dengarkan, bicarakan bersama
our kids, have their own life


dear, anak anak beruang, ibumu ini memang harus banyak belajar
terima kasih atas segala pengertianya
terima kasih atas segala kesabaranya
terima kasih atas segala ilmu nya
maaf, atas segala kekurangan, rasa malas untuk belajar
semoga, ibu bisa menjadi "mommy jaman now" yang bisa mengikuti kalian berlari