Memasuki usia 13 bulan, Nafeesa menjadi lebih aktif (dibaca: sangat lebih aktif) dari sebelumnya. Keaktifannya terlihat dari jam tidur yang mulai berkurang, biasanya Nafeesa tidur siang 2 sampai 3 kali sehari namun sekarang mulai berkurang bahkan durasi tidur siangnya pun hanya 15 menit. Tidur malamnya juga mulai molor setengah jam, sebelumnya paling malam dia tidur jam 20.30, sekarang jam 21.00 baru bisa diajak selimutan. Selain itu, keaktiftannya juga terlihat dari aktifitasnya yang benar-benar gak mau diem, selalu mencari ide dan cari benda yang bisa dimainkan. Dia juga mulai agak susah dilarang, mudah meniru perilaku orang di sekitarnya bahkan melakukan hal-hal yang membuat saya menghela nafas dalam-dalam.



Beberapa hari yang lalu, saya sempat merasa frustrated dengan keaktifannya, ditambah kondisi kesehatan yang sedang tidak fit. Tapi kemudian, saya mendapatkan kiriman dari Shimajiro berupa Paket buku cerita Kodomo Challenge untuk si kecil. Saya seperti mendapat jawaban atas kelelahan saya beberapa waktu yang lalu. Didalam buku tersebut dijelaskan bahwa anak-anak dalam usia 1-2 tahun memang menyukai suasana yang berbeda setiap harinya,  yang tidak membosankan, yang menantang dan menarik bagi mereka.

Mindset saya kemudian diubah melalui wacana yang tertuang dalam Kodomo Challenge Toddler perihal karakteristik anak usia 1-2 tahun, yakni perubahan yang terjadi secara signifikan pada bayi-bayi mungil kita yang sudah tumbuh dengan sangat cepat menjadi balita yang sangat aktif. Perubahan tersebut diantaranya :
1. Dimulai dari otot bayi yang lembut kemudian berubah menjadi lebih padat dan kuat sehingga ia sedikit demi sedikit mulai mencoba meraih atau mendorong benda didekatnya.
2. Si kecil juga mulai tertarik dengan banyak hal sehingga mendorongnya untuk mencoba hal-hal baru.
3. Giginya mulai tumbuh lebih banyak dari 8 menjadi 16 gigi lengkap anak sehingga membuat si kecil semakin tertarik memasukan mainan dan benda lain yang ada dihadapannya untuk digigit.



Tiga hal diatas kemudian mendorong si kecil untuk semakin aktif dan seperti menguji kesabaran orangtuanya. Kemudian di dalam buklet tersebut, saya diingatkan kembali bahwa anak usia 1-2 tahun mulai memiliki rasa ego dengan mengekspresikan diri menjadi lebih frontal dan jelas. Ia bisa bilang suka dan tidak suka, serta mau dan tidak bau, bahkan sulit untuk memaksakan kehendak orangtua karena anak pada usia ini sudah melakukan perlawanan kecil seperti mencoba meronta saat diajak mandi atau dipakaikan diaper. Bahkan menurut Shimajiro, anak usia 1-2 tahun menjadi menjengkelkan, hal tersebut bukan karena ia menjadi menyebalkan namun justru karena si kecil tumbuh menjadi aanak yang pandai dan mencoba menarik perhatian orangtuanya.

Setelah membaca buklet dari Shimajiro edisi November ini, saya menjadi merasa diingatkan bahwa memiliki si kecil merupakan anugerah yang membuat saya harus terus belajar. Banyak hal baru yang bisa dilakukan bersama.

BACA JUGA :
We Made Me, Luncurkan Gendongan Anak dengan Sejuta Manfaat Kesehatan