Wadah penyimpanan ASI

ASI yang sudah dipompa perlu disimpan di wadah yang kedap udara. Tempat penyimpanan air susu ibu yang direkomendasikan adalah yang berbahan beling atau juga plastik. Kamu juga bisa menyimpan ASI di kantong khusus ASI untuk stok di dalam freezer. Untuk penyimpanan dengan kantong ASI, sebaiknya alasi lagi bawahnya dengan wadah lain untuk mencegah susu merembes ke freezer jika bocor. 

source: https://blog.banggood.com/clean-tool-set-for-babies-health-19549.html


 

baca juga

Jaga kebersihan wadah ASI

Botol beling atau plastik yang digunakan untuk menampung ASI harus benar-benar bersih dan steril. Caranya adalah dengan merebus botol ke dalam air mendidih selama kurang lebih 5-6 menit. Tapi hati-hati botol susu beling pecah jika terlalu lama direbus. Untuk botol plastik, hanya yang berbahan bebas bisphenol A (BPA) yang boleh direbus. Bersihkan juga botonya setiap habis digunakan, dan jangan biarkan dalam keadaan lembap, lalu keringkan agar tidak menjadi tempat bakteri berkembang biak. 

source: https://www.nct.org.uk/parenting/how-do-i-make-bottle-formula-milk-safely


 

Waktu dan suhu penyimpanan

Waktu penyimpanan ASI dapat bervariasi, tergantung kebutuhan dan suhu tempat peyimpanan. Untuk ASI yang akan digunakan dalam beberapa hari kemudian sebaiknya jangan disimpan hingga beku. Berikut ini estimasi waktu ketahanan ASI sesuai dengan suhu penyimpanannya:

  • Ketahanan ASI 6-8 jam jika ditaruh pada suhu ruangan sekitar 25°C.
  • Ketahanan ASI 24 jam, saat disimpan dalam kantong pendingin  dengan suhu -15° C hingga 4° C.
  • Ketahanan ASI 3-8 hari, saat disimpan di kulkas dengan suhu <4° C.
  • Ketahanan ASI 2 minggu, saat disimpan di freezer dengan suhu -15° C.

Sebaiknya memang tidak terlalu lama menyimpan ASI, apalagi dibekukan karena akan mengurangi kandungan vitamin C di dalamnya. Tapi bagaimanapun juga, ASI yang dibekukan lebih baik daripada susu formula.

source: http://nl-nl.nexus-ag.de/web/0/inter/?art_id=dc_2016_03_07_4d3ecdb4f075df614d

Good luck, mommies!