Kekhawatiran akan berat badan sendiri yang nggak turun-turun bakalan kalah telak sama kekhawatiran akan berat badan anak yang tak kunjung naik, iya nggak Moms?

Begitulah yang saya rasakan setahunan kemarin. Segala cara dilakukan dalam membuat nafsu makan anak kembali seperti pada saat awal MPASI dulu, seperti bikin makanan dengan bentuk yang lucu-lucu, pakai alat makan yang bergambar atau berbentuk lucu, mengubah tekstur makanan, bawa anak makan sambil jalan-jalan di luar rumah sampai bawa anak makan di mall pun sudah dicoba. Tapi selera makannya gitu-gitu aja. 


tenor.com

Saat kunjungan vaksin ke dokter, berat badan anak saya berada di angka yang sama. Panik dong ya pasti, kok bisa sih dalam beberapa bulan nggak ada kenaikan walau cuma 100 gram? Kemudian dokternya tanya, apakah anak saya sudah melakukan screening ADB (Anemia Defisiensi Besi)? Lalu saya jawab belum, akhirnya dokter memberi saya rujukan untuk screening ADB (yang harusnya dilakukan saat anak umur 1 tahun). Dokter juga menjelaskan bahwa bisa jadi anak saya mengalami ADB, sehingga nafsu makannya sedikit dan berat badannya tidak ada kenaikan. 

Tidak lama dari situ, saya browsing lab untuk screening ADB. Hampir semua lab menyediakan layanan ini, namun saya memilih untuk ke Prodia Child Lab, lab khusus anak yang letaknya di Jalan Kramat Raya. Sebelum disuntik, lengan anak saya diolesi salep, kalau kata susternya sih semacam bius lokal biar anak nggak kesakitan saat diambil darahnya. Prodia Child Lab ini juga menyediakan playground mini yang cukup bersih tempatnya. Hasil labnya juga bisa dikirim via e-mail. Buat saya yang rumahnya jauh buanget dari Prodia Child Lab, ini salah satu keuntungan juga nggak perlu dateng cuma buat ambil hasil labnya aja.


Playground Prodia Child Lab, courtesy photo: @diniisme

Seminggu kemudian saya datang menemui dokter lagi dengan membawa hasil screening. Ternyata, anak saya mengalami ADB, Hemoglobin (Hb) anak saya dibawah nilai rujukan untuk anak seusianya. Akhirnya dokter meresepkan vitamin penambah zat besi (opsinya macam-macam bisa maltofer drop, ferriz atau sangobion kids), dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung vitamin C untuk penyerapan zat besi yang maksimal dan tidak mengkonsumsi makanan/minuman yang mengandung kalsium minimal sejam sebelum/sesudah mengkonsumsi zat besi. Setelah 3 bulan nanti diwajibkan untuk screening ADB lagi untuk dilihat kenaikan hemoglobinnya.

Sebulan mengonsumsi vitamin zat besi, nafsu makan anak saya membaik. Porsi makannya bisa ditambah walaupun cuma sedikit. Frekuensi ngemilnya juga semakin sering. Saat waktunya konsultasi lagi dengan dokternya sambil membawa hasil lab yang kedua, ada kenaikan berat badan pada anak saya namun nilai hemoglobinnya masih rendah. Saya pun diberi rujukan ke lab lagi untuk pemeriksaan darah yang lebih detail. Untuk hasil pemeriksaan darah yang detail ini ceritanya lain lagi ya Moms.

Kembali ke soal berat badan anak, ketika ditimbang pada umurnya yang 2 tahun, berat badan anak saya mengalami kenaikan (yeay!), tidak banyak sih tapi (patut disyukuri) paling nggak ada kenaikannya. Alhamdulillah! Bisa bernafas sedikit lega deh nih ibunya ;p


tenor.com

Berdasarkan sharing dengan para ibu yang lain juga, kenaikan berat badan anak nggak cuma dipengaruhi sedikit atau banyaknya asupan kalori dan lemak aja tapi bisa juga dari faktor lainnya seperti ada anak yang mengalami alergi, atau seperti kasus anak saya yang mengalami ADB. 
Jadi buat Moms yang berat badan anaknya tidak kunjung naik dan belum pernah screening ADB, bisa dipertimbangkan ya untuk melakukan screening ini. Range harga screening ADB ini cukup terjangkau, sekitar 500rb - 900rb saja.